Bicara mengenai cinta memang tidak ada habisnya. Dari dulu hingga zaman modern ini hampir semua manusia dewasa bahkan masih anak-anak, yang familiar dengan sebutan kids zaman now, tertarik untuk membahas hal yang satu ini yang bisa dibuktikan dengan adanya berbagai macam, tak terhitung jumlahnya lagu-lagu cinta mulai dari yang model dangdut, koplo, rock, pop, Arabic. Lagu cinta bertebaran dimana-mana. Tak hanya lagu, berbagai macam film, opera, puisi bernuansa cinta tak terhitung jumlahnya.

Dalam islam juga dijelaskan bagaimana cinta itu sangat mulia dan merupakan anugrah yang diberikan oleh Allah SWT kepada hambanya. Anugrah yang sangat indah.

Namun, zaman semakin tua, kemulyaan makna cinta semakin lama semakin ternodai oleh oknum-oknum manusia yang tidak bertanggung jawab. Sebut saja mereka anak muda yang terlena bujukan syetan yang mengatas namakan cinta.

Wahai manusia. Ketahuilah, makna cinta itu sangat suci, cinta itu bersih, cinta itu tinggi. Tanpa cinta, Dunia tidak akan seindah ini, kau juga tidak akan bisa lahir dan besar tanpa cinta. Maka, jangan sekali-kali kau coba untuk menodainya, jangan kau terlena oleh bujukan syetan yang akhirnya menodai sucinya cinta.
Sekali lagi, jangan nistakan makna cinta.

Jangan mengatas namakan cinta, bila hanya akan membuang waktu dengan menelpon berlebihan kepada pasangan gelap yang bahkan bisa menggusur tugas utamamu hidup didunia, yaitu beribadah kepada Allah SWT.

Jangan mengatas namakan cinta, bila hanya sebagai penyalur rasa nafsu ganas yang membara pada dirimu dengan menghalalkan pacaran, kholwat, dll, yang bisa menjadikan pintu zina terbuka dengan lebar dan kau akan terjerembab didalam jurang dosa dan penyesalan yang sangat mendalam.

Jangan mengatas namakan cinta, bila hanya akan membuat prestasi-prestasi indahmu menghilang tertelan kebohongan syetan yang mengelabuimu dengan dustanya, menggelapkan masa depanmu, menghancurkan persahabatanmu, hanya dengan cinta palsu.

Jangan mengatas namakan cinta, jika menyebabkan dirimu pacaran dan mengurangi waktu indahmu bersama keluarga, bersama orang tuamu, bersama saudara dan sahabat-sahabatmu.

Jangan mengatas namakan cinta, bila hanya untuk bermesra-mesraan secara tidak halal sehingga menyeretmu kedalam kelalaian dunia.

Sekali lagi, jangan nistakan makna cinta..

Jika kita sudah mulai merasakan cinta, bersyukurlah. Semua orang memang dikaruniakan Allah SWT dengan rasa cinta, sebagai anugrah yang diberikan-Nya kepada kita, ummat manusia. Tidak salah kita mencintai lawan jenis, mencintai seseorang yang kita anggap istimewa, itulah kebenaran, itulah qodrat kita sebagai manusia.

Tetapi, dalam menyalurkan cinta kita, harus dengan cara yang benar dan mulia yang sudah diatur oleh agama dengan sangat indah. Tidak asal slonong tanpa restu orang tua dan dengan tanpa ikatan yang menghalalkannya.

Maka, bila rasa cinta itu datang kepada kita ummat manusia, terutama anak muda, bolehlah kita mulai mencari informasi tentang siapa cinta kita itu, missal dengan ta’aruf. Ingat.. ta’aruf, mencari info secukupnya.

-No Pacaran Sebelum Dihalalkan-

Dan, kemudian bila sudah merasa cocok, maka datangi walinya untuk mendapat restu dan melaksanakan ibadah yang indah, yaitu pernikahan.

Ingatlah,
Cinta bisa berbuah rahmat, tapi juga bisa menjadi laknat.
Cinta bisa bernilai ibadah taat, tapi bisa jadi bernilai maksiat.
Cinta bisa mengantarkan ke pintu Syurga, tapi bisa menjadikan terseret ke neraka.
Semuanya tergantung kita dalam menyikapinya.

Alhamdulillah, semoga kita termasuk dalam hamba yang diberi petunjuk agar menjalani hidup yang sementara ini dengan baik sehingga mengantarkan kepada kebahagiaan abadi di syurga.

syukron jaziilan

Salam Hangat, ardan7779.