Setiap muslim sudah memahami bahwa sholat lima waktu itu wajib untuk dikerjakan, karena merupakan salah satu dari rukun islam yang merupakan syarat mutlak untuk menjadi muslim yang sesungguhnya.

Sholat yang wajib dikerjakan adalah sholat lima waktu, yaitu Subuh, dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya. Sholat yang dinadzari juga wajib dikerjakan bagi si pembuat nadzar, walaupun yang dinadzari itu sebenarnya sholat sunnah.

sholat

Tetapi, entah mengapa pada zaman sekarang, banyak manusia terutama kawula muda yang sering menganggap remeh sholat lima waktu. Mereka mengentengkan untuk meninggalkan salah satu bahkan semua sholat wajib tersebut. Walaupun mereka tahu, sholat lima waktu itu harus dilakukan, tetapi sebagian mereka meninggalkannya. Sungguh menyedihkan.

Mereka banyak yang beranggapan, ‘ahh. nanggung. sebentar lagi acaranya selesai kog, nanti saja sholatnya’ tetapi akhirnya malah tidak sholat. ‘wahh.. lagi sibuk, sholatnya cuti dulu’ sungguh ngawur, ‘ini badan capek banget.. sholatnya kapan-kapan saja lah’ sungguh tidak berpendidikan.

Seharusnya kita sadar, Bahwa segala nikmat yang kita rasakan, telinga, mata, hidung, mulut, dan semuanya itu dari Allah SWT. Cobalah banyangkan jika kita kehilangan salah satu nikmat saja yang Allah berikan kepada kita, apa yang kita rasakan? Kehilangan mulut, tidak bisa berbicara. Kehilangan mata, tidak bisa melihat indahnya dunia. Kehilangan tangan, tidak bisa memegang.

Begitu pemurah dan penyayang Tuhan kita, Allah SWT yang telah memberikan begitu banyak nikmat-Nya kepada kita. Tapi, mengapa… dengan segala nikmat tersebut, kita diwajibkan sholat, hanya lima waktu, yang hanya memakan waktu sekitar 5 menit setiap sholat setiap hari yang berjumlah 24 jam tiap harinya, tetapi kita terkandang begitu susah untuk melaksanakannya. Sungguh memalukan.

Padahal, sholat itu begitu penting untuk diri kita sendiri. Sholat itu merupakan pencegah dari kemungkaran. Sholat itu amal pertama yang akan dihisab nanti, dan apabila sholat bagus, maka semua amal bagus, apabila sholatnya jelek, semua amal jelek. Sholat sebagai sarana pendekatan diri kepada Allah SWT yang sangat bagus.

Ketika Nabi Muhammad SAW ketika sedang menghadapi ajal, beliau memberikan wasiat berupa sholat yang harus umat islam jaga dan laksanakan dengan sungguh-sungguh. Beliau mengucapkan “ummati, ummati” berkali-kali yang berarti beliau sangat perhatian, sangat cinta pada ummatnya. Beliau mengucapkan kata-kata “as-sholah” “as-sholah” berkali-kali, yang berarti begitu pentingnya sholat bagi ummat islam.

Saya pribadi, sebagai penulis juga merasakan begitu dahsyatnya manfaat yang dihasilkan jika kita melaksanakan sholat lima waktu secara tepat waktu. Bagi sebagian orang yang super sibuk, katakanlah mahasiswa yang dipenuhi berbagai macam tugas, sholat bisa menjadi sarana refresh yang sangat efektif supaya otot-otot yang sedang tegang karena mengerjakan tugas, kembali rileks dan segar serta hati yang semakin tenteram.

Coba ketika berwudlu, kita rasakan begitu nikmatnya ketika air membasuh kedua telapak tangan, membasuh muka, hingga membasuh kaki. Air wudlu seakan membawa energy baru ditengah-tengah kelelahan mengerjakan tugas. Dan, jika ditambah sholat, maka akan terasa sungguh nikmat, ketika kita takbir, membaca surah Al Fatihah bahkan ketika bersujud dan kita sempatkan merenungi doa doa kita ditengah-tengah sujud kita. Sungguh, terasa nikmat. Coba hayatilah, kawan.

Ketika seorang muslim meniggalkan sholat, didalam hatinya pasti akan ada rasa berontak bahwa, mengapa ia meninggalkan sholat ?, mengapa ia tidak melaksanakan kewajiban ?. Nah, perasaan tersebut memang murni lahir dari hati nurani, setiap muslim memilikinya. Tetapi syetan menghalangi raga muslim tersebut untuk melaksanakan sholat. Untuk selanjutnya, tergantung kita, mengikuti hati nurani yang berarti segera sholat atau mengikuti rayuan syetan yang berarti meninggalkan sholat begitu saja.

Sampai disini, sebagai ummat muslim, sebagai saudara, sebagai sahabat, sebagai kawan hanya bisa mengingatkan, bahwa sholat itu begitu penting bagi diri kita sendiri, sholat itu sangat bermanfaat bagi kita di dunia hingga akherat dan mari kita jaga bersama-sama sholat kita agar tidak menyesal di hari nanti.

“Repote dadi pedagang, Sholate digawe gampang

Opomaneh dagangane laris, Durung sholat ngakune uwis”

“Repote dadi petani, sholate terkadang lali

Opomaneh wayahe tandur, Sholate diundur-undur”

“Repote dadi pejabat, sholate terkadang telat

Opomaneh wayahe rapat, sholate diloncat-loncat”

“Repote wong mahasiswa, sholate ora tertata

Opomaneh wayahe nugas, sholate ora digagas”

“Repote dadi pemuda, sholate ditunda-tunda

Opomaneh wayahe guyon, sholate ora kelakon”

Semoga kita semua menjadi hamba-Nya yang taat dengan sebenar-benarnya taat dan selalu diridloi dan diberkahi dalam setiap langkah yang kita jalankan..

“Syukron Jaziilan, wa afwan..”   … 🙂

 

___

Salam Hangat, ardan7779.