Langkah Awal Belajar Python di Windows


Haloo.. Disini saya hanya hendak menulis catatan kecil yang pernah saya alami ketika belajar python, terutama python3 dan saya menggunakan Windows 10 sebagai sistem operasinya. Disini saya masih awam banget dengan python, dan bahkan belum pernah mendapat materi di bangku kuliah. Selain untuk kebutuhan dunia data science kedepan, saya juga ingin belajar dan explore bagaimana pengalaman dengan bahasa python dalam dunia pemrograman.

Disini saya menggunakan Anaconda Navigator sebagai platform belajar python nya karena disitu sudah tersedia beberapa tools yang memudahkan untuk belajar python. Langsung saja ke website resminya dan download sesuai versi yang kalian inginkan, atau bisa langsung klik https://repo.anaconda.com/archive/Anaconda3-2020.07-Windows-x86_64.exe untuk versi windows 64bit.

Tampilan Awal Anaconda Navigator

Jika menginstall Anaconda Navigator, maka otomatis akan menginstall python juga secara default. Namun, python tersebut belum bisa di akses langsung dari CMD.exe windows (malah mengarah ke windows store untuk install python lagi). Maka, perlu langkah-langkah agar python bisa langsung diakses melalui cmd.

Cara Mengatasi Python Tidak Terdeteksi di CMD Windows 10 Setelah Install Anaconda Navigator

  • Buka Anaconda Navigator, lalu “launch” / jalankan “CMD.exe promt” (pojok kiri atas di tampilan awal anaconda)
  • Lalu ketik “where python” di terminal. Maka akan muncul direktori dimana sebenarnya Python itu terinstal.
  • Lalu buka Start menu, dan ketik “System env” dan buka “Edit the System Environment“. Kemudian klik “Environment Variables“. Lalu dibagian system variables klik “path” -> “Edit“. Kemudian klik “New” -> “Browse” dan cari direktori yang sudah terinstal oleh anaconda (langkah sebelumnya). Lalu tambahkan root direktori untuk Anaconda, /Scripts, dan /Library/bin. Untuk kasus komputer saya berarti di C:\ProgramData\Anaconda3\ lalu klik OK, tambah C:\ProgramData\Anaconda3\Scripts klik OK dan tambah C:\ProgramData\Anaconda3\Library\bin klik OK. Sehingga, python bisa langsung kita akses melalui cmd tampa perlu membuka anaconda lagi. Lihat gambar dibawah ini:
Cara Mengatasi Python Tidak Terdeteksi di CMD Windows 10 Setelah Install Anaconda Navigator
hasil penambahan path setelah instal Anaconda di Windows

Untuk membuktikannya, silahkan buka cmd melalui menu start. Lalu klik “Python“. Maka akan muncul versi python nya dan Anaconda, Inc. yang menjelaskan bahwa python tersebut diinstal melalui Anaconda Navigator. Dan sekarang kita bisa langsung mengakses dan menjalankan python melalui cmd.

Mengakses dan Tes Python melalui CMD Windows 10

Catatan Belajar Python Pemula (pake banget)

Demikian dulu yaaa,.. 🙂 Masih mau lanjut explore dulu. Semoga kedepan masih bisa nulis catatan lagi. Selain buat pribadi agar kelak ketika lupa masih ada catatan sendiri (mudah difahami), juga yaaa mungkin ada manfaatnya buat yg lagi baca.


Cara Auto Backup Cyberpanel ke GCP (Google Cloud Platform)


Halo Sobat ardan7779!

Gimana kabar nih..? Maaf lama gak bikin postingan, karena ada beberapa kesibukan, mulai dari kerjaan, tugas akhir yang menggemaskan hingga Bootcamp dan Paradise Resort yang penuh tantangan. :v

Kali ini saya akan share terkait dengan Cara Auto Backup Cyberpanel ke GCP (Google CLoud Platform) yang sudah saya lakukan beberapa hari kemarin dan work perfectly.

Sebelumnya, Cyberpanel merupakan sebuah panel VPS yang tergolong mudah di konfigurasi dan dengan Bundle Installer Open Light Speed (OLS) dan tools lainnya, membuat server menjadi lebih bertenaga, cepat dan stabil. GCP (Google Cloud Platform) bisa dibilang Virtual Machine serbaguna yang banyak sekali viturnya, namun kali ini kita akan menggunakan salah satu fiturnya yaitu Virtual Machine (VM) yang bisa kita berikan space dan spesifikasi sesuai kebutuhan serta di install OS dan Apps.

Untuk instalasi Cyberpanel, bisa sobat lihat di postingan sebelumnya Cara Mudah Install Cyberpanel di Google Cloud Platform / GCP, Step by Step. Sebenarnya ada banyak penyedia VM yang bisa dipakai, tapi mengapa untuk kali ini saya memakai GCP..? Yaa karena masih ada saldo free 300 usd yang pernah saya bahas di Cara Mendaftar GCP (Google Cloud Platform) Free Credits $300 USD Menggunakan Kartu Jenius.

Mulaaaaaaaaaaaaii.. Step by Step

Buat Virtual Machine di Google Cloud Platform (Minimal Spesification)

Langkah pertama, siapkan VM kita. Tentunya akan lebih aman jika kita menaruh file-file backup kita di Akun GCP yang berbeda, atau kata lainnya yaa… yang namanya backup kan sebagai data pengaman jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di dalam server utama kita sehingga kita masih ada data di dalam server yang lain dan bisa di restore.

Login dulu menggunakan akun GCP, kemudian buka Halaman Console GCP anda di https://console.cloud.google.com/ , pilih project yang akan anda pakai dan buka VM Instance.

Membuat Virtual Machine di Google Cloud Platform

Setelah itu, buat Virtual Machine dengan preset terendah yaitu Micro (1 Shared CPU, 0.6 GB Ram). Paket ini saya rasa sangat cukup untuk keperluan backup, karena tidak ada fungsi2 lain yang dipakai kecuali rsync. Juga jangan lupa, berikan nama.

Membuat Virtual Machine di Google Cloud Platform

Lalu rubah Boot disk dengan menggunakan Centos (atau apapun sesuai selera, namun kali ini saya memakai centos 7) dan atur kebutuhan penyimpanan sesuai selera anda, saat ini saya memakai disk 30gb.

Membuat Virtual Machine di Google Cloud Platform

Membuat Virtual Machine di Google Cloud Platform

Ada yang perlu diperhatikan seperti yang sudah dibahas di postingan sebelumnya bahwa Default IP di GCP ketika membuat VM baru akan berubah-ubah ketika VM kita restart, maka perlu dibuatkan IP Static terlebih dahulu agar kedepan lebih nyaman. Buka bagian VPC Network->External IP Address.

Menambahkan IP Statis di VM GCP

Lalu dibagian tab type, ganti Ephemeral menjadi Static. Jangan lupa berikan nama dan description lalu klik Reserve.

Menambahkan IP Statis di VM GCP

Menambahkan IP Statis di VM GCP

Selanjutnya, masuk SSH dari VM yang telah kita buat. Cukup Klik tombol SSH yang berada di Tabel daftar VM kita.

Masuk SSH di VM Google Cloud Platform

Selanjutnya, ini kan VM sangat minimalis banget resource nya. Jadi perlu “diakali” agar VM kita tetap jalan walau pemakaian RAM ternyata melebihi semestinya (terutama ketika melakukan transfering file backup) yaitu dengan menambahkan SWAP / virtual RAM yang sangat berguna menjadi RAM Cadangan ketika pemakaiannya sudah melebihi batas (agar service tidak di kill oleh system, terumata rsync ketika sedang melakukan transfer). Namun maaf, untuk penambahan SWAP tidak akan saya bahas disini, tapi sobat bisa Cek DISINI (dari Digital Ocean).

Enable Password Authentication di SSH GCP

Lanjut ke konfigurasi SSH berikutnya, yaitu Enable SSH Password Login. Ini berguna untuk memungkinkan kita login SSH melalui Password, namun kerahasiaan password harus kita jaga tentunya. Ini perlu di enable manual, karena GCP secara default tidak membolehkan akses tersebut (menggunakan password) melainkan hanya membolehkan menggunakan SSH KEY. Dan dari cyberpanel sendiri membutuhkan authentication berupa password SSH.

Setelah masuk SSH, silahkan masuk sebagai root terlebih dahulu dan install nano text editor (jika belum terinstall) dengan perintah.

sudo su
yum install nano

dan jangan lupa klik y, untuk konfirmasi penginstallan. Jika sudah dan berhasil, maka akan keluar pesan seperti ini.

Enable Password authentication di SSH GCP

Setelah itu, silahkan buka file sshd_config dengan menjalankan command berikut

nano /etc/ssh/sshd_config

Lalu cari bagian PremitRootLogin, hilangkan tanda # jika ada dan ganti “no” menjadi “yes” dan di bagian PasswordAuthentication juga menjadi “yes“. Lalu untuk keluar nano editor dan menyimpan perubahan, klik ctrl+x kemudian y dan klik enter.

Enable Password authentication di SSH GCP

Lalu restart service sshd dengan menjalankan command berikut.

service sshd restart

Setelah itu, rubah password SSH agar kita bisa masuk root akses dengan password yang kita tau. Masih dalam SSH tersebut, jalankan perintah berikut

passwd

Dan kemudian tuliskan password sobat. Perlu diperhatikan bahwa password yang sobat tulis tidak akan muncul di SSH Console, jadi perlu diperhatikan besar kecil huruf yang digunakan. Jangan sampai keliru, jangan sampai lupa, jangan pula bocor ke orang lain apalagi ke mantan. OK 🙂 Jika sukses, maka hasilnya seperti ini

Enable Password authentication di SSH GCP

Setelah itu, untuk mengecek bahwa kita sudah bisa login SSH melalui Password, maka bisa menggunakan software bitvise SSH. Masukan IP VM sobat tersebut, lalu masuk dengan user root dan password sesuai yang barusan sobat buat. Jika ada popup peringatan, maka klik saja accept and save. Maka jika berhasil akan tampil seperti ini:

Enable Password authentication di SSH GCP

 

Ok, kita lanjut..

Menambahkan Remote Destination di Cyberpanel

Menambahkan Server yang barusan kita buat untuk menampung file-file backup dari Cyberpanel kita secara berkala (perhari / perminggu). Silahkan login ke Cyberpanel dengan menggunakan root akses / admin, kemudian menuju bagian Backup -> Add/Delete Destination. Lalu masukan IP VM sobat yang barusan dikonfigurasi, dan masukan password sesuai yang di set tadi. lalu “Add Destination”.

Menambahkan Remote Backup Destination di Cyberpanel

Selanjutnya cek koneksi apakah berhasil atau tidak dengan klik “Check Connection”. Jika berhasil, maka akan muncul  pesan success.

Menambahkan Remote Backup Destination di Cyberpanel

Sampai disini, maka server backup anda sudah bisa digunakan dengan semestinya. 🙂

Menambah Schedule Backup di Cyberpanel

Sekarang tinggal menambah backup rutin ke server yang sudah berhasil kita tambahkan ke destination backup kita. Masuk Cyberpanel -> Backups -> Schedule Back Up. Dan tambahkan server backup kita kemudian tentukan mau backup mingguan atau harian. Maka akan tampil di bagian bawahnya.

Menambah Schedule Backup di Cyberpanel

Menambah Schedule Backup di Cyberpanel

Hasil File BACKUP Dari Cyberpanel di Google Cloud Platform (GCP)

Sekarang saatnya melihat file2 backup yang sudah kita buat. Disini akan ditampilkan file backup yang sudah saya buat sejak beberapa bulan yg lalu, sehingga ada beberapa file yang tersedia. Masuk pada directory /home/backup/xxx.xxx.xxx.xxx (ip server utama cyberpanel sobat).

Hasil File BACKUP Dari Cyberpanel di Google Cloud Platform (GCP)

Dan jika dibuka salah satu directory backupnya, maka akan muncul file-file web berdasarkan domain. Di dalam file2 tersebut ada full backup file per web beserta database .sql nya 🙂

Hasil File BACKUP Dari Cyberpanel di Google Cloud Platform (GCP)

Hasil File BACKUP Dari Cyberpanel di Google Cloud Platform (GCP)

Ok, sampai disini sudah beres yaaa.. 🙂 Tapi kalau mau lanjut juga boleh. BONUS

Penggunaan Resource Ketika Proses Backup Dari Cyberpanel di GCP

Dengan menggunakan paket VM yang paling kecil, perlu ada beberapa pengecekan resouce yang terpakai. Naah, dalam beberapa bulan ini masih aman2 saja. Jika dilihat sesuai backup terakhir, terjadi pada tanggal 6 Maret 2019 pukul 10.09. Berikut beberapa cuplikannya.

Penggunaan Resource Ketika Proses Backup Dari Cyberpanel di GCP

Penggunaan Resource Ketika Proses Backup Dari Cyberpanel di GCP

Penggunaan Resource Ketika Proses Backup Dari Cyberpanel di GCP


Demikian sedikit apa yang bisa saya share disini. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu terkait keamanan data, apalagi jika data webnya merupakan data yang amat riskan, perlu benar2 diamankan data2 backupannya.

Jika ada kendala atau pertanyaan, bisa disampaikan di kolom komentar. Kritik dan saran yang membangun atau koreksi, atau mungkin ada yg salah dari apa yg disampaikan, akan diterima dengan senang hati.

Terimakasih! Salam Hangat,

ardan7779.


Cara Mudah Setting Name Server dan DNS Cloudflare


Membahas Cara Mudah Setting Name Server dan DNS Cloudflare. Ini sangat berguna bagi kamu yang baru mempunyai VPS, namun belum bisa membuat website anda online. OK, simak sampai akhir ya jadikan website kamu online 🙂

Berkenalan Dengan Cloudflare

Cloudflare adalah sebuah CDN (Content Delivery Network) yang memiliki berbagai fitur lebih baik dari standar CDN yang ditawarkan. Cloudflare berada di antara domain dan web hosting yang memiliki kemampuan untuk mem-filter trafik dan mempercepat akses website. Cloudflare menyediakan keamanan tambahan dari serangan DDoS. Cloudflare bekerja layaknya CDN lain dengan cara menyebarkan konten website ke berbagai data center yang tersebar di beberapa tempat, ketika User mengakses konten statis dari web (gambar, js, css, video, dan lainnya) user akan menerima konten dari lokasi terdekat dari CDN, bukan dari server web aslinya. Ini membuat akses web lebih cepat dan penggunaan resource server tidak berlebihan.

Saya sendiri sudah menggunakan layanan gratis cloudflare sekitar 3 tahunan dan sama sekali tidak mengecewakan karena memiliki berbagai macam kelebihan. Berikut Keuntungan menggunakan CloudFlare :

  1. Menyembunyikan IP address asli dari server sehingga hacker tidak dapat menyerang server secara langsung.
  2. Membuat cache situs sehingga sumber daya untuk memuat situs lebih cepat dan mengurangi beban server.
  3. Proses propagasi / perpindahan name server domain yang sangat cepat dibandingkan dengan layanan DNS lain.
  4. Memberikan perlindungan terhadap semua serangan DDoS dengan mengubah keamanan keamanan situs.
  5. Jika situs down, CloudFlare akan terus melayani cached data sampai situs up kembali.
  6. Jika registrar tidak memberikan pilihan untuk menambahkan DNS records, kita dapat menggunakan nameservers dari CloudFlare dan menambahkan host DNS records disana.
  7. CloudFlare menawarkan layanan gratis dan memungkinkan kita untuk menambahkan beberapa domain sekaligus.
  8. Kita dapat memblok akses situs dari daerah atau negara tertentu, jika menerima banyak serangan dari negara-negara tertentu.
  9. Memberikan SSL gratis, yang dapat juga digunakan pada shared host.

Mendaftar dan Login di Cloudflare

Untuk mendaftar di Cloudflare, sama sekali tidak dipungut biaya. Silahkan Login jika sudah mempunyai akun, atau signup jika hendak membuat akun. Bisa langsung mengunjungi web resminya di https://www.cloudflare.com

Lalu, klik + Add Site untuk menambahkan domain / website sobat.

Menambahkan Website di Cloudflare

Selanjutnya, masukan nama domain yang akan sobat buat. Perlu diperhatikan bahwa penambahan nama domain Tidak Perlu menggunakan tambahan http, https, ataupun www. Cukup nama domainnya saja, untuk kali ini saya memakai domain syauqi.me

Memasukan Nama Domain

Kemudian, klik Next.

Setelah itu, silahkan pilih paket FREE untuk mendapatkan layanan gratis. Jangan dipandang sebelah mata layanan gratis ini, karena walaupun tidak berbayar layanan yang diberikan sudah sangat cukup powerfull dan tidak mengecewakan.

Memilih Paket Free Cloudflare

Lalu, Tambahkan record DNS “A” dan “CNAME” agar domain kita bisa terarahkan menuju server yang kita buat. Record “A” kemudian nama domain, ip server, automatic TTL, kemudian klik ison awan agar berwarna orange agar setiap trafic kita melalui cloudflare (optional), kemudian add record. Untuk Record CNAME, diisi dengan www, lalu nama domain.

Menambahkan Record DNS “A” di Cloudflare

Menambahkan Record DNS “CNAME” di Cloudflare

Hasil Setting DNS Record di Cloudflare

Perlu diperhatikan bahwa Record A merupakan yang utama agar domain mengarah ke server, sedangkan CNAME menjadi alias agar web kita bisa di akses melalui protokol www atau langsung dengan tanpa www. DNS Record juga masih banyak macamnya, seperti MX yang berguna untuk Email. Konfigurasi lainnya tergantung kebutuhan masing-masing.

Jika sudah setting dns, kemudian klik NEXT dan dilanjutkan dengan mengUpdate Nameserver domain kita dengan menggunakan nameserver dari cloudflare. Untuk mengupdate nameserver, setiap penyedia layanan berbeda-beda posisinya, untuk kali ini saya menggunakan domain yang saya beli di namecheap.com

Copy Nameserver CLoudflare dan Pasang di Domain

Setting Nameserver domain (di namecheap.com)

Setelah itu, tinggal klik Next dan tunggu proses propagasi / perpindahan nameserver ke cloudflare yang kita buat tadi.

Status masih pending di Cloudflare

Status sudah aktif di Clooudflare

Setelah itu, check website anda maka sudah online.

Domain syauqi,me yang tadi dibuat sudah online

Untuk syauqi.me baru saya buat di panel vps cyberpanel, jadi tampilan defaultnya seperti ini. Baca juga Cara Install Cyberpanel di GCP untuk lebih lanjut terkait cyberpanel.


Demikian Step by Step cara setting DNS di Cloudflare. Gimana, mudah bukan..? Kalau masih ada yang perlu ditanyakan silahkan tinggalkan komentar dibawah yaap 😀

Salam Blogger Power! ardan7779


Cara Mudah Install Cyberpanel di Google Cloud Platform / GCP, Step by Step


Satu lagi artikel terkait GCP Google Cloud Platform, namun kali ini kita bahas untuk bisa menginstall Cyberpanel sebagai panel VPS dengan menyediakan bundle installer OLS (Open Litespeed) sebagai webserver dan MariaDB sebagai DBMS (DataBase Management System) sehingga nanti server dapat digunakan sebagai Web Hosting yang lumayan powerfull dan lebih stabil. Cyberpanel berjalan di OS Centos.

Berikut beberapa kelebihan Cyberpanel:

  1. Lebih ringan dan tidak banyak memakan resource server
  2. Compatible dengan Apache .htaccess sehingga tidak perlu repot konfigurasi khusus
  3. Multiple PHP Selector, yang memungkinkan penggantian versi PHP secara mudah
  4. Auto SSL yang sangat berguna untuk menambah keamanan website
  5. Menyediakan fitur backup
  6. Dilengkapi dengan web-based file manager, yang beguna mengelola file2 web kita tanpa perlu akses SSH.

Ok, langsung saja lanjut

Cara Membuat Server Centos di Google Cloud Platform (GCP)

Seperti yang sudah dijelaskan di postingan sebelumnya, silahkan simak DISINI. Yang membedakan hanya ketika setting server yang hendak kita buat.

Untuk cara membuat Instance / Server di GCP secara lengkap, silahkan simak DISINI. Oh iya, jangan lupa untuk memasang IP Static di GCP karena ini penting untuk kebutuhan jangka panjang, silahkan simak di link tadi. Ok!

Install Cyberpanel di Server GCP

Setelah membuat server, maka selanjutnya yaitu menginstall Cyberpanel. Silahkan akses SSH Instance / Server yang sudah dibuat. Silahkan masuk ke dashboard Instance VM dan klik SSH pada server yg dibuat.

Jika sudah, jalankan yum update untuk mendapatkan update path Centos yang terbaru. Jangan lupa untuk melakukan perintah dengan menggunakan root access (menggunakan sudo su). Lalu jalankan perintah di bawah ini, tekan ctrl+v di SSH Console GCP untuk melakukan paste:

sh <(curl https://cyberpanel.net/install.sh || wget -O - https://cyberpanel.net/install.sh)

Setelah itu, silahkan pilih berapa Mesin Database yang akan digunakan. Untuk keperluan normal, saya sarankan hanya 1 database untuk menghemat resource. 1 Database ini nantinya juga bisa untuk membuat beberapa database untuk dipakai di banyak web.

Memilih 1 Database, pilih 1

Kemudian, memilih versi MariaDB yang hendak digunakan. Untuk ini saya sarankan memakai versi 10.1 karena lebih syabil dari versi yang lain, terrutama dibandingkan dengan versi 10.0. Pilih 2, kemudian enter.

Memilih versi MariaDB di Cyber Panel, Pilih Versi 10.0 (Nomer 2)

Kemudian, tunggu proses install hingga selesai. Silahkan ambil cangkir kopi 😀 dan nikmati di setiap sruputan, karena proses ini lumayan lama (sekitar 15 menit, tergantung kualitas server).

Proses Instalasi Cyberpanel di GCP

Setelah proses selesai, akan ditampilkan halaman informasi login menuju panel. Menggunakan ip dan port, untuk kemudian login menggunakan username dan password default. Silahkan login dan langsung amankan akun dengan mengganti password yang kiranya aman.

Default Informations Cyberpanel Installation

Cara Masuk Halaman Admin / Dashboard Cyberpanel

Setelah Instalasi seleesai, sobat bisa masuk ke halaman admin cyberpanel dengan cara:

https://<server-ip>:8090

Namun, jika anda menggunakan GCP dan belum dibuka port 8090, maka halaman admin TIDAK DAPAT dibuka, dan akan keluar error seperti ini:

Error tidak bisa membuka Halaman Admin / Dashboard Cyberpanel di GCP

Maka, langkah selanjutnya yaitu Membuka Port 8090 guna sebagai jalan masuk dan keluar koneksi Cyberpanel. Buka VPC Network » Firewall Rules » Create Firewall Rules. Lalu kemudian Create Firewall Rule, dan konfigurasikan seperti dibawah ini.

Setting Firewall Rules untuk port 8090 Cyberpanel di GCP

Setelah itu maka Halaman Dashboard Cyberpanel akan bisa di akses. Oh iya, jika ada pesan error kesalahan keamanan https, maka lanjutkan saja karena memang belum disetting menggunakan ssl secara utuh.

Tampilan Awal Cyberpanel

Tampilan Halaman Admin / Dashboard dari Cyberpanel


Demikian Cara Membuat Server dan Install Cyberpanel di GCP (Google Cloud Platform). Jika sobat mengalami kendala / error ketika melakukan langkah-langkah diatas, jangan sungkan untuk tinggalkan komentar dibawah ya! 😀

Salan Blogger Power! ardan7779.


Cara Mudah Menyaring Komentar Spam di WordPress Tanpa Plugin


WordPress sebagai Content Management System (CMS) yang memiliki begitu banyak fitur, semakin hari semakin banyak yang menggunakannya untuk keperluan berbagai jenis website, seperti halnya Personal Site, Blog, Company Profil, Portal Berita, Toko Online dan banyak lagi.

Banyaknya situs berbasis CMS wordpress menjadikannya ladang yang subur bagi mereka yang hendak menebar benih-benih komentar spam untuk keperluan promosi, penipuan, dan bahkan kejahatan. Tentunya komentar SPAM ini sangat mengganggu dan menjadikan web kita terlalu banyak sampahParahnya, jika terus dibiarkan, maka tingkat kepercayaan pengunjung ke web kita semakin hilang.

Ada banyak plugin yang berguna untuk memblokir komentar spam, salah satunya yaitu Akismet yang selalu ada di setiap instalasi baru cms WordPress. Penggunaan plugin bisa jadi memudahkan, namun perlu diingat bahwa plugin juga membutuhkan resource dan juga memakan sekian banyak memory. Jika server anda terbatas, sangat dianjurkan untuk menghindari pemakaian banyak plugin.

Lalu, bagaimana memblokir komentar spam di wordpress tanpa plugin..? Mudah! Simak dibawah ini.

Sebenarnya, wordpress sudah menyediakan fitur penyaringan spam, kita tinggal setting sedikit saja.

> Buka Dashboard Admin WordPress -> Settings -> Discussion.

> Lalu, Muncul konfigurasi dasar bagaimana komen ditampilkan di setiap post / page web kita. Silahkan di atur sesuai kebutuhan masing-masing web. Untuk defaultnya, biasanya seperti gambar dibawah ini.

> Scroll Kebawah, dan kali ini saatnya menentukan kata-kata apa saja yang langsung kita tentukan sebagai komentar Spam.

Di halaman ini, kita bisa atur kata-kata yang kita anggap sebagai spam. Kita bisa langsung menaruh komen yang mengandung kata-kata tertentu untuk dijadikan moderasi, atau juga bisa langsung buang ke tong sampah. Sobat bisa tentukan sendiri atau bisa menggunakan List Ini. 

Setelah selesai, tinggal klik Save Changes di bagian paling bawah, maka jurus penangkal komentar spam tanpa plugin berhasil sobat aktifkan.

Cara ini sangat efektif untuk diterapkan karena tanpa plugin sehingga tidak memakan banyak source, juga kita bisa tentukan sesuka hati / sesuai kebutuhan masing-masing website yang sobat kelola dengan sangat mudah.

Sekian yang bisa saya share, semoga bisa bermanfaat. Tinggalkan sesuatu di kolom komentar jika ada tanggapan atau pertanyaan, spampun tak masalah akan otomatis terbuang. :3

Salam Bloger Power! ardan7779.


Cara Mengatasi Windows Error ShellExecuteEX Failed pada Windows 10 Ketika Install Aplikasi


Anda pengguna Windows 10.?

Mungkin sebagian besar masyarakat di Indonesia sudah mulai banyak yang memakai Operating System (OS) Windows 10 yang nyatanya memiliki beberapa kelebihan dari para pendahulunya. Namun, ada beberapa pengguna yang menemukan kendala ketika hendak menginstal aplikasi yang ber-ekstensi .exe (aplikasi windows biasanya), salah satunya keluarnya error ShellExecuteEX Failed dan unexpected error, sehingga aplikasi tersebut tidak dapat ter install.

Windows Error Ini karena pengaturan default windows 10 yang mengharuskan semua aplikasi diinstall dari microsoft store yang tentu ini sangat merepotkan kita sebagai pengguna. Banayngkan, kita harus selalu konek internet ketika hendak menginstall aplikasi dan tidak bisa meng install aplikasi yang ‘abu-abu’ atau sebenarnya mahal, namun pengen menggunakan jalan pintas, –eh.

Permasalahan seperti ini bisa diselesaikan dengan mudah.

Langkah pertama, Aktifkan “Allow Apps from Every Where” di menu setting”, caranya:

  1. Menuju menu setting windows 10, tekan tombol “start” yang ada di keyboard (Sebelah kiri bawah)
  2. Pilih icon APPS di menu setting
  3. di bagian Apps and Features -> Choose Where You Get Apps . . . dan pilih Allow Apps from Every where.

Langkah-langkah pertama diatas penting, karena agar apps dari luar bisa masuk ke sistem windows di komputer kita. jika memilih yang Allow Apps from store only, maka kita hanya bisa menginstall aplikasi lewat microsoft store.

Ok, sebenarnya normalnya cara diatas sudah bisa menginstall secara normal. namun, jika file installer .exe nya ketika di double klik dan keluar error, maka ikuti langkah ke dua berikut ini.

Keluar pesan error ketika hendak menginstall aplikasi di windows 10

Langkah kedua, Install aplikasi .exe sobat dengan memberi akses administrator. Caranya:

  1. Klik Kanan pada file installer yang ingin sobat install, lalu pilih Run as Administrator. Disini saya akan menginstall Git.
  2. Kemudian, jika keluar peringatan YES or NO, pilih yes aja. Maka Aplikasi sobat sudah bisa di install.

Dengan cara-cara diatas, maka sobat bisa melanjutkan menginstall apklikasi-aplikasi windows seperti biasa.

Ok sobat, sekian yang bisa saya share disini. semoga bisa membantu menyelesaikan problem yang terkait diatas. jika ada masalah atau kendala, jangan sungkan untuk komen di bawah ini. Oh iya, kritik dan saran juga boleh sobat sampaikan.

Salam hangat, semoga manfaat.
ardan7779

Pengertian PTI: Pengenalan Teknologi Informasi


Mari kita bicara tentang PTI. PTI adalah kepanjangan dari Pengenalan Teknologi Informasi (dan merupakan salah satu matakuliah semester 1 Politeknik Batam jurusan IT).

Segala sesuatu tentu ada definisinya. Apa sich definisi dari ‘Teknologi Informasi’ itu sendiri? Teknologi Informasi adalah istilah untukmendeskripsikan teknologi-teknologi yang memungkinkan manusia untuk:

  • mencatat (record)
  • menyimpan (store)
  • mengolah (process)
  • mengambil kembali (retrieve)
  • mengirim (transmit)
  • menerima (receive)

Definisi di atas Saya ambil dari silabus matakuliah. Semua proses diatas tentu tidak lepas dari istilah ‘data’ dan ‘informasi’. Apa sih arti ‘data’ dan ‘informasi’?

Data adalah suatu bentuk yang belum memiliki arti(raw data), atau belum bisa dimanfatkan misalnya angka 18, kota Bandung, dan lain-lain. Jadi ketika anda disodori sesuatu yang belum memiliki arti, sebutlah ia sebagai ‘data’.

Informasi, adalah ‘data’ yang telah di’proses’ sehingga memiliki suatu arti, misal : Kota Bandung terletak di Provinsi Jawa Barat. Ada artinya kan? Jadi ketika anda disodori sesuatu dan sesuatu itu telah memiliki arti, sebutlah ia sebagai ‘informasi’.

‘Proses’ adalah suatu langkah untuk mengubah suatu ‘data’ menjadi ‘informasi’ yang berguna untuk kepentingan yang lainnnya.

Mengapa informasi dibutuhkan??

Informasi, selain sebagai alat komunikasi(sinyal, kode, dll) juga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Misal : Pak Presiden SBY kita memiliki informasi bahwa ‘Sekitar 10% penduduk Indonesia masih belum melek IT’ maka tentu saja Pak Presiden  SBY bisa mengambil beberapa keputusan berdasarkan informasi tersebut, misalkan keputusan untuk ‘Menambah porsi pelajaran IT di sekolah-sekolah di Indonesia’ dan ‘Membangun warnet-warnet open source di sekolah-sekolah’.

Atau bila Dempkominfo memiliki informasi ‘Masih banyak software-software bajakan berkeliaran di sekolah-sekolah umum’, maka ia bisa mewajibkan sekolah-sekolah umu tersebut untuk menggunakan produk-produk open source yang tidak bertentangan dengan HaKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual)

Di mana informasi bisa diperoleh?

Informasi bisa diperoleh dari pustaka,  media massa, lisan dan tulisan. Tapi di zaman serba maju sekarang ini, kita cukup dengan membuka internet dan bertanya dengan ‘Om Google’ dan dipastikan kita bisa mendapatkan informasi tentang apapun, dimanapun, siapapun=D

Oh iya tadi kita sempat membicarakan tentang ‘proses’ yang mengolah ‘data’ menjadi ‘informasi’. Bagaimana cara ‘data’ tersebut diolah? Ada banyak cara pengolahan data, antara lain perekaman awal, pengklasifikasian, penyusunan/ pengurutan, penghitungan, penyimpanan, cara pengambilan kembali, perbanyakan, penyampaian, dan masih banyak lagi.

Apa saja sich komponen IT itu?

  • hardware (cpu, monitor, i/o device dan kawan-kawan)
  • software (sistem operasi(windows, linux, unix,solaris), user application dan aplikasi lainnya)
  • firmware (instruksi yang disimpan permanen di ROM)
  • brainware (end user, programmer, analyst dan orang-orang pintar lainnya)
  • infoware (manual application, SOP, cyber law dan lain-lain)

Mari kita simpulkan

  • Sejak zaman dahulu kala sampai sekarangm bahkan sampai di masa depan sekalipun,manusia akan selalu membutuhkan informasi. Jadi selamanya juga lulusan dari Teknik Informatika akan selalu diperlukan juga=D
  • Informasi adalah hasil olahan dari data
  • Komponen IT adalah hardware, software, firmware, brainware dan infoware

Untuk materi PTI, bisa di download dibawah ini:

Download Chapter 1

Download Chapter 2

Download Chapter 3

Download Chapter 4

Download Chapter 5

Download Chapter 6

Download Chapter 7

Download Chapter 8

Download Chapter 9

Download Chapter 10


beberapa Dilansir dari http://museholic.wordpress.com/


Materi Interaksi Manusia dan Komputer / IMK (Indonesia Version) .pdf


Dibawah ini adalah materi Interaksi Manusia dan Komputer.
(Indonesia Version)

Sebelumnya, saya sudah membahas terkait dengan apa itu Interaksi Manusia dan Komputer, bisa langsung sobat baca DISINI.

Silahkan dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. dan TIDAK untuk keperluan Komersial. 🙂

E Book Interaksi Manusia dan Komputer bersumber dari dosen pengampu mata kuliah IMK.