Tuhan Itu Kreatif – Sambutan Wali Kota Malang di Rumah MCF

Pada kesempatan ini, ada sedikit catatan menarik yang coba saya tulis disini. Merupakan sambutan Bapak Wali Kota Malang terpilih, Bpk. Drs. H. Sutiaji.

Dalam event Mbois Talk Malang yang diselenggarakan oleh Malang Creative Fussion (MCF) dalam pembukaan rumah MCF yang pertama pada hari Sabtu, 11 Agustus 2018 di Rumah MCF Jl. Bantaran 1 No. 45 Malang, beliau Bpk. Sutiaji memberikan sambutan sebelum acara dimulai, dilanjutkan dengan pembukaan secara resmi event tersebut.

Beliau membuka sambutannya dengan mengheningkan cipta, berdoa untuk almarhum pemilik tempat yang sekarang digunakan sebagai rumah MCF, agar amal ibadahnya diterima dan rumah MCF ini menjadi salah satu amal jariyah yang terus mengalir.

Dalam sambutannya, Bpk. Sutiaji juga selalu mengintegrasikan antara pemuda kreatif dengan nilai-nilai religius. Bahkan Ketika adzan berkumandang, beliau minta izin untuk berhenti sejenak dalam menyampaikan sambutan guna menghormati seruan mulia itu. Untuk selanjutnya diteruskan setelah adzan selesai.

Beliau berkomitmen dengan apa yang selalu digalakkan oleh beliau, bahwa ketika adzan dikumandangkan maka haruslah bersegera sholat. Namun, untuk kali ini karena beliau hanya sebagai tamu, tidak ada kuasa untuk menghentikan acara. Beliau memohon maaf karena untuk kali ini tidak bisa menjalankan apa yang selalu beliau sampaikan itu karena beliau teringat dengan firman Allah

Kaburo maqtan ‘indallah an taqulu ma laa taf’aluun.

“Sangatlah besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS As-Shaf : 3) dan Beliau juga memohon maaf kepada Allah SWT.

Poster Kegiatan Mbois Talk Malang Rumah MCF 2018

Tuhan Itu Kreatif

Beliau bercerita ketika berjalan dengan istrinya, mendapati ada rombongan jalan sehat, dan diperhatikannya setiap jejak langkah peserta yang saling berbeda. Menunjukan betapa kreatifnya Tuhan dalam mengatur alam semesta. Seidentik apapun, pasti ada sisi perbedaan yang ada.

Afalaa tatafakkarun, afalatadzakkarun.

“Apakah kalian berfikir..? Apakah Kalian Mengingat (kebesaran: red) Nya..?

Tuhan mengutus manusia tidak untuk malas-malasan, ditegaskan kepada manusia melalui firmanya

faidza faraghta fanshob.

“Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain).” (QS al-Insyirah [94]: 7).

Bagi sahabat kreatif MCF, hari ini mungkin kita masih pinjam tempat, semoga dikemudian hari, kita MCF, bisa mempunyai tempat yang besar dan tetap untuk rumah MCF. ~ disambut tepuk tangan.

Mbois Ilakes..! Alhamdulillah..

Lisanul haal, ahsanul lisaanul maqol.

MCF nantinya akan dipegang oleh Sekda, maka jika ada kebutuhan apa-apa segera hubungu beliau. Kalau gitu, baru Sekda yang MBOIS.

“Ini (MCF) yang menjadi kekuatan kita, kota malang.”

Yang muda saatnya bergerak. Yang muda maju, yang tua memberikan dorongan dan motivasi. Insyaallah Indonesia tidak berjalan ditempat, namun berjalan maju.

Beliau juga menyampaikan khususnya kepada pemateri MCF pada saat itu bahwa “Seseorang yang punya ilmu, namun disembunyikan dan disimpan sendiri, ketika ditanya diam. Maka bersiaplah menjadi salah satu yang dilempar ke neraka” ~ Sabda Nabi. Maka ketika menyampaikan dan membimbing, hendaknya semaksimal mungkin jangan ada yang disimpan sendiri ilmu yang ada.

Beliau menutup sambutannya dengan pesan agar pemuda bisa lebih kreatif dan tidak bergantung sebagai pegawai.

“Kalian sebagai anak muda, mungkin sebagian masih ada yang mempunyai jiwa ketergantungan dimasa depan. Ketergantungan menjadi pegawai, menjadi PNS, dll. Saatnya mahasiswa bisa kreatif.”


Mbois Talk Malang MCF – Penampilan Sampe Kalimantan

Demikian beberapa point yang saya dapat dari sambutan beliau Bapak Sutiaji. Event selanjutnya setelahnya yaitu prosesi potong tumpeng sebagai simbolis resmi dibukanya event yang sangat baik itu. Dan dilanjut ice breaking, yang diisi dengan perform Musik tradisional sampe khas Kalimantan.

Salam hangat, ardan7779.

Khutbah Gerhana Bulan Kyai Baidlowi Mushlich tgl 31 Januari 2018

Malang, 31 Januari 2018. Ketika Gerhana Bulan total yang disebut dengan istilah “Super Blue Blood Moon”, Santri Pondok Pesantren Anwarul Huda beserta masyarakat desa Karang Besuki melaksanakan sholat gerhana bulan, atau ‘Khusuful Qomar’ di Masjid Sunan Kalijaga Karang Besuki, Kec. Sukun, Malang.

Dalam khutbah nya, KH. Baidlowi Mushlich yang juga menjadi imam menyampaikan beberapa hal didepan sekitar 300 Jamaah di dalam masjid tersebut.

Beliau mengawali khutbah dengan wasiat taqwa, banyak istighfar dan takbir.

“Matahari dan Bulan merupakan 2 tanda-tanda dari sekian banyak tanda kekuasaan Allah, beredar disepanjang orbit yang sudah ditentukan oleh Allah SWT. Semuanya atas kekuasaan Allah”

“Matahari dan bulan, beredar merupakan keagungan dan kehendak Allah SWT.
Bumipun sebenarnya ini bergerak, sangat cepat. Tapi kita terasa tenang. Kenapa..? Karena bumi sangat besar”

“Seperti halnya kita naik kereta api, cepat. Tapi kita didalam terasa tenang. Yang terlihat berjalan justru lingkungan sekitarnya, diluar kereta.
Begitu juga bumi bergerak cepat, namun kita terasa diam, yang terlihat bergerak justru Matahari, bintang dan bulan. Sebenarnya kita justru yang bergerak, sangat cepat”

“Ketika kiamat hendak tiba, matahari tidak muncul selama 3 hari tiga malam. Manusia seluruhnya bingung. Matahari pergi menghadap Allah SWT, sujud kepada-Nya. Lalu setelah tiga hari itu, matahari disuruh untuk kembali ke tempat semula. Matahari pergi ketika Maghrib, juga kembali 3 hari setelah juga ketika Maghrib. Matahari kembali terbit, namun tidak dari timur melainkan dari barat. Saat inilah, kiamat tiba. Semua amal manusia sudah tidak lagi ada yang diterima. Istighfar, sholat, dll sudah tidak berguna. Ketika matahari sampai di tengah siang, bumi digoncangkan dan gunung diletuskan. Semua kehidupan, musnah”.

‎Beliau juga menjelaskan kehidupan setelah manusia dibangkitkan dari kubur. Dikumpulkan di alam barzah dan menghadap ke Sang Pencipta, Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Beliau melanjutkan dengan menjelaskan manusia mengalami mati 2 kali, dan hidup 2 kali. Mati ketika dulu belum lahir, masih berupa air. Kemudian kehidupan setelah lahir di dunia yang kita rasakan ini. Kemudian mati masuk alam kubur. Kemudian hidup lagi ketika di yaumul akhir hingga akherat.

“Ketika bayi lahir, jangan sampai tidak di adzani dan di iqomahi. Siapa yang meng-adzani..? Ya ayahnya sendiri, atau keluarga. Walaupun bayi itu lahir di rumah sakit, jangan sampai tidak di adzani. Adzan ini sebagai imanisasi. Sama halnya dengan imunisasi, agar kebal terhadap penyakit dan kekebalan rubuhnya kuat, imanisasi juga agar jiwanya kuat”.

Beliau juga menjelaskan tentang keutamaan Gerhana. Gerhana ini bukan karena ada kematian atau kelahiran seseorang, melainkan merupakan kehendak dan keagungan dari Allah SWT.

“Apabila kalian ummat Islam tau ada kejadian gerhana, maka perbanyaklah ber-istighfar, bacalah takbir, dan bersedekahlah, serta kerjakanlah Sholat”

Beliau menutup rangkaian khutbah dengan kembali berwasiat taqwa kepada Allah SWT. Di khutbah yang kedua, beliau kembali menyampaikan rukun2 khutbah, serta menutup nya dengan doa.

Itulah beberapa point khutbah yang disampaikan romo Kyai Baidlowi Mushlich, semoga bisa menjadikan kita yang membaca menjadi muslim yang lebih baik. Dan rangkaian sholat khusuf tersebut ditutup dengan saling bersalaman antar jama’ah didalam masjid.

Salam hangat, semoga manfaat.
ardan7779.

Sujiwo Tedjo: Tangga menuju Tuhan adalah kepalamu, maka letakkan kepalamu dibawah telapak kakimu

Assalamu’alaikum sobat semua. Kali ini ane ingin sedikit mengupas salah satu hal yang sangat menarik terkait acara Indonesia TV One yang mempertemukan beberapa narasumber yang saya secara pribadi ingin melihat narasumber-narasumber itu dalam satu forum sejak lama. Dan ILC ini seakan menjawab krentek didalam hati ku yang menggebu-gebu beberapa waktu yang lalu. 🙂

Dalam kesempatan ini, Presiden Djancukers atau Sujiwo Tedjo juga berkesempatan untuk ikut “menghangatkan” suasana didalam forum itu. ya! dalam sekitar 6 menit beliau berbicara, ada banyak point yang bisa kita ambil salah satunya perihal bagaimana mencapai Tuhan.

Bahwa makna ESA itu bukanlah satu numerik, penyebutan kata ESA hanya untuk menggampangkan untuk kita sebagai orang-orang awam untuk mengumpamakan. Dan juga, jadikanlah kepala kita sebagai anak tangga untuk menggapai Tuhan Yang Maha Esa.

Tangga menuju Tuhan adalah kepalamu, maka letakkan kepalamu dibawah telapak kakimu

Jangan kau artikan Esa dengan satu numerik, Esa-nya Tuhan bukan itu.

Saya perlu literasi sebelum saya hadir di #212. Dan saya akan hadir kalo ummat2 beragama sudah tidak lagi membela Tuhan, karena Tuhan sudah Maha Besar. Tak perlu untuk dibela.
Kecuali kalau kalian dilarang ke gereja, dilarang ke Masjid. Baru DARAH urusannya.

Laa kalau kalian ribut karena Nama Tuhan Gusti Allah dimain-mainin, Kalian Tu Siapa..??!

Pernyataan Presiden Djancukers inipun mendapat sorakan dan gelak tawa pemirsa. Namun, dalam pernyataan yang mengundang tawa ini, memang mengandung makna yang sangat dalam.

Semoga Indonesia selalu dalam keadaan damai dan terbebas dari konflik-konflik terutama yang berasal dari unsur Sara. Apapun agamamu, sukumu, warna kulitmu, kita harus sadar bahwa kita ini satu, Indonesia!

*Cuplikan @president_jancukers dalam menyampaikan dialog imajiner Bapak @jokowi dalam @indonesialawyersclub malam tadi

Jika batu dibentur batu, hancurlah keduanya. #sebuahkutipan

Bilamana kekerasan dilawan dengan kekerasan, maka sama saja mengadu batu dengan batu.

Keduanya akan habis musnah! Keduanya akan hancur!

“Yang menang jadi bara (orang), yang kalah jadi abu”

Begitulah gambarannya jika dalam dua kubu, sama2 keras dan menyerang dengan kekerasan. Batu dengan batu, jeder..!! Benturan pun tak bisa dihindari.

Kalah..? Ia akan hancur karena wujud nya yang terpecah belah.

Menang..? Iapun akan hancur karena dirinya termakan ‘bara’ nafsu keserakahan yang merenggut jiwanya.

Jika kekerasan dihantam dengan kelembutan..?

Oh, lihat saja.

Batu besar yang keras pun, bisa hancur karena lembut tetesan air. Namun, apakah batu biaa menghancurkan air..? .

Oh, lihat saja.

Besi yang begitu keras, bisa hancur termakan karat dikarnakan lembutnya udara yang bahkan kadang tak terasa. Namun, apakah besi bisa menghancurkan udara..?

Ini yang perlu difahami oleh kita semua sebagai ummat islam.

Jangan mau diperalat sebagai dua batu yang saling berbenturan.

“Di benturkan..!”. Kita ini satu, Tuhan kita satu, walau memang terkadang ada perbedaan, memang disitulah sunnatullah yang sudah ditetapkan.

Jangan mau diperalat menjadi dua batu yang berbenturan, sedang-kan ‘mereka’ yang anti islam sesungguhnya dengan pongahnya menjadi air dan udara, menghancurkan tanpa rasa. Lembut dan menawarkan senyuman, tapi sebenarnya itu mematikan.

Mereka tertawa dan berbisik kepada sekutu di sebelahnya,

“Ternyata Ummat Islam sangat mudah diadu domba”

Allahu Rabb, na’udzubuka tsumma na’udzubuka. .

Singkatnya..

Yap, benar sekali pemikiran buya hamka dari sekitar 70 tahun yg lalu. Dan nyatanya saat ini terjadi.
#sekedarkutipan #inyonksantri #islam #islamnusantara #damai #respect #kehendak #nafsu #opini #sabdaperubahan

Exit mobile version