Cara Mudah Mengganti Versi PHP di SSH/Shell Cyberpanel


Saya sempat dipusingkan dengan kendala menginstall plugin laravel dari composer di remote server dengan OS Centos dan Panel Cyberpanel (Openlightspeed server) dengan error seperti ini:

PHP Fatal error:  Allowed memory size of 1610612736 bytes exhausted (tried to allocate 32 bytes) in phar:///usr/bin/composer/src/Composer/DependencyResolver/Rule2Literals.php on line 48

Fatal error: Allowed memory size of 1610612736 bytes exhausted (tried to allocate 32 bytes) in phar:///usr/bin/composer/src/Composer/DependencyResolver/Rule2Literals.php on line 48

Check https://getcomposer.org/doc/articles/troubleshooting.md#memory-limit-errors for more info on how to handle out of memory errors.

Dan sudah saya coba berulang kali dengan mengupdate memory_limit di php.ini bahkan dengan nilai tidak ada batasan (-1), swap sudah saya atur 4 giga dengan tweak yang sudah di sesuaikan, dan mengupgrade RAM menjadi 2GB, bahkan composer sudah saya berikan hak leluasa tanpa batas untuk menggunakan seluruh memory yang tersedia namun semuanya tidak tetap saja error. Setelah saya cek versi php yang berjalan di dalam shell, ternyata masih menggunakan versi 5.4 yang memang sudah sangat jadul 🙁

*Shell SSH masih menjalankan PHP versi 5.4

Memang, composer bisa berjalan di php versi 5.3.2 (https://getcomposer.org/doc/00-intro.md#system-requirements), tetapi laravel 5.8 membutuhkan php dengan versi lebih tinggi yaitu minimal 7.1.3 (https://laravel.com/docs/5.8/installation#server-requirements).

Dan alhamdulillah saya menemukan langkah mudah untuk mengatasi error itu, yaitu dengan mengganti versi php default di shell terlebih dahulu.

Berikut ini cara Mudah Mengganti Versi PHP di SSH/Shell Cyberpanel

Yang pertama harus diperhatikan, bahwa di dalam Cyberpanel yang berjalan dengan multi php, file-file php tersebut berada di /usr/local/lsws/lsphpXX/bin/php . XX tersebut bersisi versi php yang bersangkutan, misal php versi 7.3 maka direktorinya berada di /usr/local/lsws/lsphp73/bin/php .

Maka, jika hendak mengganti php default menjadi versi 7.3 yang berjalan di shell, perlu melakukan perintah berikut ini:

 cp /usr/local/lsws/lsphp73/bin/php /usr/bin 

Ingat yaa, harus dengan menggunakan akses root. Maka jadilah versinya menjadi 7.3 😀

*PHP di Shell SSH sudah menggunakan versi 7.3

Setelah itu maka saya bisa menggunakan composer untuk menginstall plugin ( composer require jenssegers/agent ) dengan semestinya, dan berakhir successfully 😀

*Pemasangan Plugin berhasil

Cara Mudah Mengatasi Website Error 500 Tidak Dapat di Akses (Cyberpanel)


nb: Untuk pengguna VPS yang menggunakan Panel Cyberpanel / menggunakan Engine Openlitespeed.

Penyebab dari Website Tidak Dapat Diakses sebenarnya ada beberapa kemungkinan, namun yang pasti jika error tersebut memiliki kode nomor 5xx (500an), maka error tersebut karena server kita bermasalah yang mana kali ini analisa pribadi saya, sering dikarnakan engine-nya berhenti / stop runing / crash yang berarti kita harus start ulang engine tersebut, dalam hal ini engine OpenLiteSpeed-nya (OLS).

Okay, langsung saja jika kalian pengguna VPS, perlu masuk menggunakan SSH dan masuk dalam akses root. Masuk SSH bisa menggunakan Bitvise SSH atau aplikasi lainnya. Tentu kalian sudah faham ya :D, kemudian masuk mode root “sudo su” agar lebih mudah nanti pengoperasiannya.

Check Apakah OLS nya berjalan atau tidak

Mengecek apakah OLS berjalan atau tidak, namun pengalaman pribadi saya terkadang memang terdeteksi masih running walaupun sebenarnya ada crash. Ketikkan kode berikut ini di SSH Console:

/usr/local/lsws/bin/lswsctrl status

Maka jika memang berhenti, akan keluar status OLSnya sbb:

[ERROR] litespeed is not running.

Restart Openlitespeed-nya

Langsung saja, restart OLS nya dengan mengeksekusi kode berikut ini di CLI SSH Console:

/usr/local/lsws/bin/lswsctrl restart

Maka akan keluar informasi sbb:

[OK] litespeed: pid=31300.

Dan jika kita cek statusnya menggunakan perintah status diatas, maka akan keluar informasi sbb:

litespeed is running with PID 31300.

Dan hasilnya, web akan otomatis bisa di akses seperti sedia kala 😀

(Fixed) Cara Mudah mengatasi Web Error 500 tidak dapat di akses

Demikian sharing singkat kali ini. Jika masih ada kendala, jangan sungkan tinggalkan komentar ya! Jangan lupa bagikan agar lebih banyak orang yang mengetahuinya 😀

Salam Bloger Power!

Cara Auto Backup Cyberpanel ke GCP (Google Cloud Platform)


Halo Sobat ardan7779!

Gimana kabar nih..? Maaf lama gak bikin postingan, karena ada beberapa kesibukan, mulai dari kerjaan, tugas akhir yang menggemaskan hingga Bootcamp dan Paradise Resort yang penuh tantangan. :v

Kali ini saya akan share terkait dengan Cara Auto Backup Cyberpanel ke GCP (Google CLoud Platform) yang sudah saya lakukan beberapa hari kemarin dan work perfectly.

Sebelumnya, Cyberpanel merupakan sebuah panel VPS yang tergolong mudah di konfigurasi dan dengan Bundle Installer Open Light Speed (OLS) dan tools lainnya, membuat server menjadi lebih bertenaga, cepat dan stabil. GCP (Google Cloud Platform) bisa dibilang Virtual Machine serbaguna yang banyak sekali viturnya, namun kali ini kita akan menggunakan salah satu fiturnya yaitu Virtual Machine (VM) yang bisa kita berikan space dan spesifikasi sesuai kebutuhan serta di install OS dan Apps.

Untuk instalasi Cyberpanel, bisa sobat lihat di postingan sebelumnya Cara Mudah Install Cyberpanel di Google Cloud Platform / GCP, Step by Step. Sebenarnya ada banyak penyedia VM yang bisa dipakai, tapi mengapa untuk kali ini saya memakai GCP..? Yaa karena masih ada saldo free 300 usd yang pernah saya bahas di Cara Mendaftar GCP (Google Cloud Platform) Free Credits $300 USD Menggunakan Kartu Jenius.

Mulaaaaaaaaaaaaii.. Step by Step

Buat Virtual Machine di Google Cloud Platform (Minimal Spesification)

Langkah pertama, siapkan VM kita. Tentunya akan lebih aman jika kita menaruh file-file backup kita di Akun GCP yang berbeda, atau kata lainnya yaa… yang namanya backup kan sebagai data pengaman jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di dalam server utama kita sehingga kita masih ada data di dalam server yang lain dan bisa di restore.

Login dulu menggunakan akun GCP, kemudian buka Halaman Console GCP anda di https://console.cloud.google.com/ , pilih project yang akan anda pakai dan buka VM Instance.

Membuat Virtual Machine di Google Cloud Platform

Setelah itu, buat Virtual Machine dengan preset terendah yaitu Micro (1 Shared CPU, 0.6 GB Ram). Paket ini saya rasa sangat cukup untuk keperluan backup, karena tidak ada fungsi2 lain yang dipakai kecuali rsync. Juga jangan lupa, berikan nama.

Membuat Virtual Machine di Google Cloud Platform

Lalu rubah Boot disk dengan menggunakan Centos (atau apapun sesuai selera, namun kali ini saya memakai centos 7) dan atur kebutuhan penyimpanan sesuai selera anda, saat ini saya memakai disk 30gb.

Membuat Virtual Machine di Google Cloud Platform

Membuat Virtual Machine di Google Cloud Platform

Ada yang perlu diperhatikan seperti yang sudah dibahas di postingan sebelumnya bahwa Default IP di GCP ketika membuat VM baru akan berubah-ubah ketika VM kita restart, maka perlu dibuatkan IP Static terlebih dahulu agar kedepan lebih nyaman. Buka bagian VPC Network->External IP Address.

Menambahkan IP Statis di VM GCP

Lalu dibagian tab type, ganti Ephemeral menjadi Static. Jangan lupa berikan nama dan description lalu klik Reserve.

Menambahkan IP Statis di VM GCP

Menambahkan IP Statis di VM GCP

Selanjutnya, masuk SSH dari VM yang telah kita buat. Cukup Klik tombol SSH yang berada di Tabel daftar VM kita.

Masuk SSH di VM Google Cloud Platform

Selanjutnya, ini kan VM sangat minimalis banget resource nya. Jadi perlu “diakali” agar VM kita tetap jalan walau pemakaian RAM ternyata melebihi semestinya (terutama ketika melakukan transfering file backup) yaitu dengan menambahkan SWAP / virtual RAM yang sangat berguna menjadi RAM Cadangan ketika pemakaiannya sudah melebihi batas (agar service tidak di kill oleh system, terumata rsync ketika sedang melakukan transfer). Namun maaf, untuk penambahan SWAP tidak akan saya bahas disini, tapi sobat bisa Cek DISINI (dari Digital Ocean).

Enable Password Authentication di SSH GCP

Lanjut ke konfigurasi SSH berikutnya, yaitu Enable SSH Password Login. Ini berguna untuk memungkinkan kita login SSH melalui Password, namun kerahasiaan password harus kita jaga tentunya. Ini perlu di enable manual, karena GCP secara default tidak membolehkan akses tersebut (menggunakan password) melainkan hanya membolehkan menggunakan SSH KEY. Dan dari cyberpanel sendiri membutuhkan authentication berupa password SSH.

Setelah masuk SSH, silahkan masuk sebagai root terlebih dahulu dan install nano text editor (jika belum terinstall) dengan perintah.

sudo su
yum install nano

dan jangan lupa klik y, untuk konfirmasi penginstallan. Jika sudah dan berhasil, maka akan keluar pesan seperti ini.

Enable Password authentication di SSH GCP

Setelah itu, silahkan buka file sshd_config dengan menjalankan command berikut

nano /etc/ssh/sshd_config

Lalu cari bagian PremitRootLogin, hilangkan tanda # jika ada dan ganti “no” menjadi “yes” dan di bagian PasswordAuthentication juga menjadi “yes“. Lalu untuk keluar nano editor dan menyimpan perubahan, klik ctrl+x kemudian y dan klik enter.

Enable Password authentication di SSH GCP

Lalu restart service sshd dengan menjalankan command berikut.

service sshd restart

Setelah itu, rubah password SSH agar kita bisa masuk root akses dengan password yang kita tau. Masih dalam SSH tersebut, jalankan perintah berikut

passwd

Dan kemudian tuliskan password sobat. Perlu diperhatikan bahwa password yang sobat tulis tidak akan muncul di SSH Console, jadi perlu diperhatikan besar kecil huruf yang digunakan. Jangan sampai keliru, jangan sampai lupa, jangan pula bocor ke orang lain apalagi ke mantan. OK 🙂 Jika sukses, maka hasilnya seperti ini

Enable Password authentication di SSH GCP

Setelah itu, untuk mengecek bahwa kita sudah bisa login SSH melalui Password, maka bisa menggunakan software bitvise SSH. Masukan IP VM sobat tersebut, lalu masuk dengan user root dan password sesuai yang barusan sobat buat. Jika ada popup peringatan, maka klik saja accept and save. Maka jika berhasil akan tampil seperti ini:

Enable Password authentication di SSH GCP

 

Ok, kita lanjut..

Menambahkan Remote Destination di Cyberpanel

Menambahkan Server yang barusan kita buat untuk menampung file-file backup dari Cyberpanel kita secara berkala (perhari / perminggu). Silahkan login ke Cyberpanel dengan menggunakan root akses / admin, kemudian menuju bagian Backup -> Add/Delete Destination. Lalu masukan IP VM sobat yang barusan dikonfigurasi, dan masukan password sesuai yang di set tadi. lalu “Add Destination”.

Menambahkan Remote Backup Destination di Cyberpanel

Selanjutnya cek koneksi apakah berhasil atau tidak dengan klik “Check Connection”. Jika berhasil, maka akan muncul  pesan success.

Menambahkan Remote Backup Destination di Cyberpanel

Sampai disini, maka server backup anda sudah bisa digunakan dengan semestinya. 🙂

Menambah Schedule Backup di Cyberpanel

Sekarang tinggal menambah backup rutin ke server yang sudah berhasil kita tambahkan ke destination backup kita. Masuk Cyberpanel -> Backups -> Schedule Back Up. Dan tambahkan server backup kita kemudian tentukan mau backup mingguan atau harian. Maka akan tampil di bagian bawahnya.

Menambah Schedule Backup di Cyberpanel

Menambah Schedule Backup di Cyberpanel

Hasil File BACKUP Dari Cyberpanel di Google Cloud Platform (GCP)

Sekarang saatnya melihat file2 backup yang sudah kita buat. Disini akan ditampilkan file backup yang sudah saya buat sejak beberapa bulan yg lalu, sehingga ada beberapa file yang tersedia. Masuk pada directory /home/backup/xxx.xxx.xxx.xxx (ip server utama cyberpanel sobat).

Hasil File BACKUP Dari Cyberpanel di Google Cloud Platform (GCP)

Dan jika dibuka salah satu directory backupnya, maka akan muncul file-file web berdasarkan domain. Di dalam file2 tersebut ada full backup file per web beserta database .sql nya 🙂

Hasil File BACKUP Dari Cyberpanel di Google Cloud Platform (GCP)

Hasil File BACKUP Dari Cyberpanel di Google Cloud Platform (GCP)

Ok, sampai disini sudah beres yaaa.. 🙂 Tapi kalau mau lanjut juga boleh. BONUS

Penggunaan Resource Ketika Proses Backup Dari Cyberpanel di GCP

Dengan menggunakan paket VM yang paling kecil, perlu ada beberapa pengecekan resouce yang terpakai. Naah, dalam beberapa bulan ini masih aman2 saja. Jika dilihat sesuai backup terakhir, terjadi pada tanggal 6 Maret 2019 pukul 10.09. Berikut beberapa cuplikannya.

Penggunaan Resource Ketika Proses Backup Dari Cyberpanel di GCP

Penggunaan Resource Ketika Proses Backup Dari Cyberpanel di GCP

Penggunaan Resource Ketika Proses Backup Dari Cyberpanel di GCP


Demikian sedikit apa yang bisa saya share disini. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu terkait keamanan data, apalagi jika data webnya merupakan data yang amat riskan, perlu benar2 diamankan data2 backupannya.

Jika ada kendala atau pertanyaan, bisa disampaikan di kolom komentar. Kritik dan saran yang membangun atau koreksi, atau mungkin ada yg salah dari apa yg disampaikan, akan diterima dengan senang hati.

Terimakasih! Salam Hangat,

ardan7779.