Dunio Iki, Nek Terus Dituruti Gak Bakal Mari-mari


“Aku ingin begini, aku ingin begitu. Ingin ini ingin itu banyak sekali…”

Penggalan lagu ost. Doraemon yang sangat akrab di telinga kaum 90-an ini memang sangat sesuai dengan apa yang sering kita temui saat ini. Berbagai hal yang kita inginkan begitu banyak yang kerap kali terfikir terus-terusan, bahkan ketika menghadap Sang Khaliq yang seharusnya kita fokus menghambakan diri, justru teringat dengan suatu hal yang kita inginkan.

Kita merasa sangat senang sesaat setelah kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Mendapat Handphone baru, suenengnya… Laptop / PC baru, alhamdulillah seneng banget, Mobil / Rumah baru masyaallah, nikmat sekali. Kita harus selalu mensyukuri apa yang kita dapatkan itu semua. Bersyukur kepada Dzat yang secara nyata memberikan itu semua dengan melalui berbagai perantara, Allah SWT. Namun, ada hal yang perlu kita perhatikan ketika kita menginginkan sesuatu, terutama yang berkaitan dengan kesenangan dunia.

Memenuhi keinginan dan kesenangan dunia. selagi itu halal dari segi dzat dan cara mendapatkannya, sama sekali diperbolehkan (mubah). Namun kita perlu hati-hati. Dunia saat ini dipenuhi dengan berbagai macam kesenangan yang bisa kita dapatkan dengan mudah, barang-barang branded, mahal, necis, atau keinginan yang dibutuh-butuhkan (aslinya tidak terlalu butuh) yang digunakan untuk memenuhi keinginan kita bisa jadi melalaikan kita untuk menginginkan sesuatu hal yang lainnya.

Seperti halnya mengikuti tren teknologi yang sangat cepat ini, hampir tidak akan ada habisnya. Ada keluar HP terbaru dengan spesifikasi semakin canggih, kita ingin memilikinya. Padahal, HP yang lama pun masih sangat baik dan berfungsi dengan semestinya serta sudah mencukupi kebutuhan kita. Namun, karena keluar “yang terbaru” dan dengan dijuluki berbagai macam nama “xxx killer, terbagus saat ini, limited edition” maka kita pun bisa saja terbawa untuk ikut membelinya. Jika sampai jadi membelinya karena hanya berdasarkan “keinginan”, maka tak lama kemudian keluar model baru lagi dan kita pun bisa dengan mudah terbawa kembali untuk memiliki model terbaru tersebut. Dan seterusnya, sampai hampir ga ada habisnya.

Dunio Iki, Nek Terus Dituruti Gak Bakal Mari-mari

Dunia ini, kalau terus dituruti gak akan ada berhentinya (akan selalu kurang)

Begitulah kita harus mawas diri, berhati-hati bahkan kepada sesuatu yang sebenarnya halal dan diperbolehkan. Jika yang halal saja perlu berhati-hati, apalagi yang haram..? maka, kita perlu berlatih untuk bisa menahan diri ketika menginginkan sesuatu. Apakah itu benar-benar kita butuhkan, atau hanya mengikuti hasrat keinginan, gengsi, atau bahkan ingin memamerkan diri.

Semoga kita semua terhindar dari gaya hidup dunia yang berlebihan, amiin..


Kumpulan Puji-pujian Setelah Adzan, Serta Makna Yang Terkandung.


Assalamu’alaikum sobat, terutama saudara seiman, lebih terutama masyarakat Indonesia, lebih-lebih terutama masyarakat Jawa dan desa. Kalian mungkin sering dengar syair-syair indah atau biasa disebut Puji pujian yang dikumandangkan setelah adzan, sembari menunggu waktu iqomah Sholat 5 waktu kan..?

Berikut saya bagikan beberapa lirik syair puji-pujian jawa kuno yang penuh makna yang biasa dilantunkan setelah adzan sambil menunggu iqomah. Juga disertai dengan audio untuk mengetahui bacaan dan nada yang digunakan, yaa walau suara jauh dari kata bagus, (maklum bukan ahli tarik suara, merekam pun hanya pakai HP) 🙂

1. Doa Bagi Kedua Orang Tua, Juga Nasehat Bagi Kita Semua

“Allahummaghfir lii dzunubi

Wa li Walidayya Warhamhuma

Kamaa Robbayaani Shoghira”

Sopo Kang Pengen Uripe Berkah

Sopo Kang Pengen Mati Husnul Khatimah

Ayooo.. Tumandang Sholat Berjama’ah

Syair tersebut memiliki dua maksud dan dalam dua bahasa. Yang pertama adalah mengandung doa bagi kedua orang tua kita. Agar Allah SWT berkenan untuk memberikan ampunan kepada kita semua dan kepada orang tua kita, serta agar Allah SWT mengasihi mereka sepertihalnya mereka mengasihi kita dikala kecil. Mendoakan orang tua merupakan salah satu cara kita untuk berbakti kepada orang tua yang merupakan Sunnah Nabi Muhammad SAW.

Dalam Al-Qur’an [Al Isra/17`: 23] juga menjelaskan agar kita berbuat baik kepada ibu dan bapak kita.

وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُوا إِلآ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu.

Nabi Muhammad SAW juga menjelaskan pentingnya berbakti kepada orang tua dalam hadisnya [HR Bukhari no. 5.970] bahkan Nabi mengutamakan bakti kepada mereka atas jihad fi sabilillah. Ibnu Mas’ud berkata:

سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا قَالَ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ قَالَ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

Aku pernah bertanya kepada Rasulullah,”Amalan apakah yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab,”Mendirikan shalat pada waktunya.” Aku bertanya kembali,”Kemudian apa?” Jawab Beliau,”Berbakti kepada ke orang tua,” lanjut Beliau. Aku bertanya lagi,”Kemudian?” Beliau menjawab,”Jihad di jalan Allah.”

Dalam bait syair yang kedua dilantunkan dalam bahasa Indonesia, juga mengandung makna yang amat dalam. Sebuah ajakan bagi siapa saja yang menginginkan hidupnya berkah, serta meninggal dalam keadaan husnul khatimah maka seyogyanya menjalankan sholat berjamaah. Nabi Muhammad SAW bersabda (diterangkan dalam kitab bulughul maram):

:عَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ عُمَرَ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا-; أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ
(صَلَاةُ اَلْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ اَلْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Abdullah Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sholat berjama’ah itu lebih utama dua puluh tujuh derajat daripada sholat sendirian.” Muttafaq Alaihi.

2. Syair Memohon Ampunan dan Bertaubat

“Astaghfirullahal’adzim

Alladzii Laailaha Illa huwalhayyul Qoyyumu

Wa Atubu Ilaihi Taubatan ‘Abdin Dzolimi

Laa Yamliku Linafsihi Dhoro Wa La Naf’a

Wa La Mauta wa La Hayaata wa La Nushura”

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِي لاَ اِلهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَ أَتُوْبُ إِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لاَ يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَ لاَ نَفْعًا وَ لاَ مَوْتًا وَ لاَ حَيَاةً وَ لاَ نُشُوْراً

Merupakan Syair Pengakuan seorang hamba yang penuh dengan dosa. memohon kepada Tuhannya untuk kiranya berkenan mengampuni segala dosanya. “Yaa Allah.. Sungguh tidak ada Tuhan selain engkau. Dan saya bertaubat dengan sungguh-sungguh kepada-Mu dengan sebenar-benar taubat, taubat seorang hamba yang penuh dengan kedzaliman, hamba yang bahkan tidak memiliki dirinya sendiri, yang tidak mampu membuat mudharat atau manfaat untuk hidup, mati, bahkan hingga bangkit kembali”. Ini merupakan salah satu doa yang biasa dibaca ketika setelah melakukan sholat Taubat. Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an Surat At- Tahrim ayat 8:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kamu kepada Allah dengan ‘Taubat Nasuha’ (taubat yang sebenar), mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapuskan kesalahan-kesalahan kamu dan memasukkan kamu ke dalam Syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, pada hari Allah tidak akan menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengannya; cahaya (iman dan amal soleh) mereka, bergerak cepat di hadapan mereka dan di sebelah kanan mereka (semasa mereka berjalan); mereka berkata (ketika orang-orang munafik meraba-raba dalam gelap-gelita): “Wahai Tuhan kami! Sempurnakanlah bagi kami cahaya kami, dan limpahkanlah keampunan kepada kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu”

3. Syair Sayyidul Istighfar

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Tidak jauh beda maksud syair ini dengan syair nomor 2 diatas, yaitu memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala dosa dan kesalahan. Sayyidul IStighfar sendiri merupakan kalimat istighfar yang sangat masyhur karena merupakan kepala / rajanya dari lafadz istighfar. Nabi Muhammad SAW bersabda:

مَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوقِنًا بِهَا ، فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ قَبْلَ أَنْ يُمْسِىَ ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهْوَ مُوقِنٌ بِهَا ، فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ ، فَهْوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang mengucapkannya (sayyidul istighfar) pada siang hari dan meyakininya (ampunannya akan diterima oleh Allah), kemudian dia mati pada hari itu sebelum waktu sore maka dia termasuk golongan penghuni surga, dan barangsiapa mengucapkannya pada malam hari dalam keadaan meyakininya, kemudian dia mati sebelum waktu pagi tiba maka dia termasuk golongan penguhuni surga.”

Hadits shohih tersebut diriwayatkan oleh:

  • Al Bukhori dalam shohihnya no 63o3, 6323 dan al Adabul Mufrad no 617, 620.
  • An Nasa-i, as Sunnanul Kubra no 9763, 10225.
  • Ath Thabarni dalam kitabnya al Mu’jamul Kabir no 7172 dan al Mu’jamul Ausath no 1018 dan kitab ad Du’aa no 312-313.
  • Ibnu Hibban dalam kitab at Ta’liiqaatul Hisaan no 928-929

4. Rabbana Yaa Rabbana Dholamna Anfusana

Rabbana Yaa Rabbana.

Rabbana Dzalamna Anfusana wa Inlam Tagfirlana wa Tarhamna Lanakunanna Minal Khasiri

Masih dengan makna sebuah pengakuan hamba yang penuh dengan dosa, agar segala kesalahan mendapat ampunan dari Allah SWT.

5. Syair Mohon Husnul Khatimah

“Laa ilaaha illallah

Al Malikul Haqul Mubin

Muhammadu Rasulullah

Shodiqul Wa’dil Amin”

Yaa Allah Kulo Nyuwun

Ibadah Kulo Istiqomah

Yaa Allah Kulo Nyuwun

Pejah Kulo Husnul Khatimah

Syair yang satu ini adalah syair Tauhid, yang dilanjutkan dengan syair memohon agar bisa beribadah secara istiqomah dan meninggal dalam keadaan Husnul Khatimah. Kita sadar bahwa semua kekuatan yang kita terima, termasuk dalam menjalankan segala macam ibadah, merupakan karunia dari Allah SWT, sehingga kita memohon untuk dikuatkan bisa beribadah secara istiqomah. Kita juga seyogyanya memohon kepada Allah SWT agar diwafatkan dalam sebaik-baik keadaan, yaitu Husnul Khatimah.

6. Sholawat Asyghil

Merupakan sholawat yang sering dibaca di kampung-kampung, terutama ketika sedang mengalami masa sulit di tahun 80an.

Lirik Teks Sholawat Asyghil

Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad.
Dan sibukkanlah orang-orang zhalim (agar mendapat kejahatan) dari orang zhalim lainnya.
Keluarkanlah kami dari kejahatan mereka dalam keselamatan.
Dan berikanlah sholawat kepada seluruh keluarga Nabi serta para sahabat beliau

Berikut dibawah salah satu Pembacaan syair sholawat Asyghil sebagai puji-pujian setelah adzan.

# Syair Sholawat dan Nasehat Lainnya

Masih begitu banyak syair sholawat, Puji-pujiab dan nasehat lainnya yang sering dikumandangkan di daera-daerah seperti Syair Tanpo WAton Karya Gusdur, Syair Sholawat Padang Bulan karya Habib Luthfi, Sholawat Nariyah, Syair Sholawat khas Habib Syekh, Syair Abu Nawas, dan lain sebagainya.

KH. Agus Sunyoto (penulis buku fenomenal Atlas Wali Songo) juga menjelaskan terkait syair-syair / puji-pujian khas jawa yang menerangkan kebaikan. Bisa disimak di video berikut ini:

Mungkin juga didaerah kamu ada yang berbeda, entah lirik maupun nada, namun tujuannya sama yaitu menyuarakan kebaikan. Jika kamu tau syair-syair apa lagi yg sering kamu dengar, bagikan di kolom komentar yaa.. 😀


Sekian beberapa syair yang bisa saya share, semoga bermanfaat. Syukron Jaziilan. Bagikan jika bermanfaat, semoga menjadi amal kita semua.

Wassalamu’alaikum. Salam Hangat, ardan7779.


Doa dalam Al Qur’an, Al Kahfi ayat 10 serta keutamaannya.


Selamat berhari Jumat, wahai Ummat Nabi Muhammad SAW.. Ada beberapa amalan di Hari Jumat yang Berkah ini yang bisa kita lakukan, salah satunya berdoa kepada Allah SWT karena memang Hari Jumat merupakan salah satu waktu yang baik dan mustajab untuk berdoa.

Doa yang terkandung didalam al Qur’an adalah salah satu doa yang paling mustajab. Salah satunya doa ini, yang terdapat dalam surat al kahfi ayat 10. Dari maknanya saja sangat mengena. Bagaimana kita memohon kepada Sang Pencipta petunjuk yang lurus dan rahmat dalam aktifitas / urusan kita. Sehingga, setiap jengkal langkah dan keputusan yang kita ambil, Insyaallah merupakan yang terbaik dari-Nya.

Ketika dulu sempat sowan kepada pengasuh PP. Sunan Pandanaran, beliau KH. Mu’tashimbillah meyampaikan bahwa seorang pencari ilmu harus memiliki suatu amalan yang istiqomah ia laksanakan, paling tidak membaca doa tsb. Dibaca setiap ba’da sholat rowatib sebanyak minimal 3 kali. (Kurang lebih, Insyaallah redaksinya seperti itu).

Al Kahfi ayat 10

رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

“Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.” (Sura Al-Kahf, Ayah 10)

Ketika pelajaran Abah Yasin (salah satu guru sesepuh) di Pondok Pesantren Al Hikmah pun, beliau menyampaikan pentingnya doa itu.

Beberapa Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi di Hari Jum’at

Bahwa ganjaran bagi orang yang membaca surat Al-Kahfi pada malam Jum’at atau pada siang harinya akan diberikan cahaya (disinari). Dan cahaya ini diberikan pada hari kiamat, yang memanjang dari bawah kedua telapak kakinya sampai ke langit. Dan hal ini menunjukkan panjangnya jarak cahaya yang diberikan kepadanya, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَى نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ

“Pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka.” (QS. Al-Hadid: 12)

Balasan kedua bagi orang yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at adalah berupa ampunan dosa antara dua Jum’at. Dan bisa jadi inilah maksud dari disinari di antara dua Jum’at. Karena nurr (cahaya) ketaatan akan menghapuskan kegelapan maksiat, seperti firman Allah Ta’ala:

إن الحسنات يُذْهِبْن السيئات

“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (QS. Huud: 114)

Surat Al-Kahfi dan Fitnah Dajjal

Manfaat lain surat Al-Kahfi yang telah dijelaskan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah untuk menangkal fitnah Dajjal. Yaitu dengan membaca dan menghafal beberapa ayat dari surat Al-Kahfi. Sebagian riwayat menerangkan sepuluh yang pertama, sebagian lainnya keterangan lagi sepuluh ayat terakhir.

Imam Muslim meriwayatkan dari hadits al-Nawas bin Sam’an yang cukup panjang, yang di dalam riwayat tersebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Maka barangsiapa di antara kamu yang mendapatinya (mendapati zaman Dajjal) hendaknya ia membacakan atasnya ayat-ayat permulaan surat al-Kahfi.”

Dalam riwayat Muslim yang lain, dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Barangsiapa yang membaca sepuluh ayat dari permulaan surat al-Kahfi, maka ia dilindungi dari Dajjal.” Yakni dari huru-haranya.

Imam Muslim berkata, Syu’bah berkata dalam Shahih Muslim, Kitab Shalah al-Mufassirin, Bab; Fadhlu Surah al-Kahfi wa Aayah al-Kursi: 6/92-93,

“Dari bagian akhir surat al-Kahfi.” Dan Hammam berkata, “Dari permulaan surat al-Kahfi.”

Imam Nawawi berkata, “Sebabnya, karena pada awal-awal surat al-Kahfi itu tedapat/ berisi keajaiban-keajaiban dan tanda-tanda kebesaran Allah. Maka orang yang merenungkan tidak akan tertipu dengan fitnah Dajjal”. Demikian juga pada akhirnya, yaitu firman Allah:

أَفَحَسِبَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ يَتَّخِذُوا عِبَادِي مِنْ دُونِي أَوْلِيَاءَ

“Maka apakah orang-orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain Aku? . . .” QS. Al-Kahfi: 102. (Lihat Syarah Muslim milik Imam Nawawi: 6/93)

Semoga kita diberi kekuatan dalam menjalani cobaan, dan diberi rahmat dalam setiap kegiatan.

Hari Jum’at, jangan lupa membaca Surat Al Kahfi nya, minimal 10 ayat pertama 🙂


Jazaakumullahu khoiran katsiiraa.

Salam hangat, ardan7779.


Rekaman Ngaji Lathoiful Isyarat – Ushul Fiqh


Assalamu’alaikum.. Di postingan ini akan dibagikan hasil rekaman ngaji Ushul Fiqh (file Audio) kitab Lathoiful Isyarat yang diampu oleh Ust. Fahmi Ferdiansyah di Pondok Pesantren Salafiyah Anwarul Huda.

Namun mohon maaf, bila kualitas kurang bagus, karena direkam menggunakan HP dan dengan kondisi seadanya. Ada beberapa pertemuan yang tidak terekam serta merekamnya telat, karena kelupaan.

Paling tidak file-file ini bisa membantu rekan-rekan yang hendak menafsahi / menambal kitab Lathoiful Isyarat, atau hendak mendengarkan penjelasannya.

Penting,. Ini merupakan untuk konsumsi internal santri kelas 2 Ulya PP. Anwarul Huda / alumni, karena ada beberapa keterangan yang harus disampaikan secara runtut, namun mungkin di file audio ini ada yang terpotong (takutnya nanti malah salah presepsi). Namun, jika rekan-rekan umum hendak menggunaknnya sekadar untuk menambah ilmu dan memang bisa memahami apa yang disampaikan, silahkan digunakan.

Jika hendak download, double klik filenya lalu klik icon pojok kanan atas dan download dengan klik icon download di bagian kanan atas.

Klik icon unduh untuk mendownload

Insyaallah file-file akan di update recara berkala. Semoga bermanfaat!

Download Disini >> Rekaman Lathoiful Isyarat 2 Ulya PP. Anwarul Huda


Dahsyatnya Istiqomah – Gambaran Hitungan Matematika


Hitungan matematika pada gambar dibawah ini menunjukkan bahwa walaupun hanya ada sedikit perubahan sederhana, namun jika engkau lakukan hal itu setiap hari secara kontinyu, niscaya kelak engkau akan mendapatkan hasil yang besar.

Dahsyatnya Istiqomah | Gambaran Hitungan Matematika

Walaupun perubahan itu ada di dua angka dibelakang koma, namun jika dilakukan terus-menerus secara istiqomah, maka akan sangat berbeda hasilnya jika dibandingkan dengan tidak ada perubahan sama sekali.

Sama halnya kita sebagai manusia, harus ada perubahan (walau sangat sedikit) untuk menjadi lebih baik.

Ada suatu maqolah (Perkataan Penuh Hikmah) yang menyadarkan kita untuk selalu menjadi pribadi yang lebih baik.

من كان يومه خيرا من أمسه فهو رابح. ومن كان يومه مثل أمسه فهو مغبون. ومن كان يومه شرا من أمسه فهو ملعون

“Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia terlaknat.”

Maqalah diatas juga sangat sinkron dengan perumusan matematika tersebut. Bagaimana manusia harus selalu berubah menjadi lebih baik walau sedikit. Jangan sampai stagnan, karena akan tidak berubah suatu apapun. Apalagi lebih buruk karena sedikit saja keburukan yang dilakukan secara berulang, maka akan menjadi suatu yang sangat besar dan akan disesali di kemudian hari.

KH. Baidlowi Muslich, Pengasuh PP Anwarul Huda Malang, pernah menulis buku dengan judul “Butir-butir Mutiara” yang didalamnya mencakup banyak sekali kalam-kalam hikmah. Salah satunya tertuang dalam gambar berikut

Kutipan Buku Butir-butir Mutiara

Keburukan / kemaksiatan, walaupun itu kecil, akan berakibat pada kotornya hati. Sama halnya jika ada sebuah operasi aritmatika jika nilainya dikurangkan walau sedikit namun dipangkatkan dengan jumlah pangkat yang besar, maka akan berbeda jauh dengan nilai sebelumnya. Maka dari itu penting untuk kita menjaga diri, berusaha menghindar dari perbuatan tercela walaupun itu kecil.


Demikian sedikit apa yg bisa disampaikan, mohon koreksi jika ada kesalahan. Semoga bermanfaat.
*Sumber Foto: HamimHr, IG Ponpes ANwarul Huda.


Untuk Dosa Yang Kita Lakukan, Jangan Mengkambing-hitamkan Setan


Manusia, kita, mempunyai tugas utama dan yang paling utama.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku (saja)” (QS. Adz-Dzaariyaat: 56).

Ini berarti tidak ada perintah lainnya sama sekali, kecuali untuk beribadah kepada Allah SWT. Maka, usahakan dalam setiap kita melakukan sesuatu, walau itu urusan dunia, asal bukan maksiat, kita harus tetap dilandasi dengan niat beribadah kepada Allah SWT, kita niatkan untuk mendapatkan ridlo-Nya.

Namun, manusia juga sering melakukan kesalahan, kelalaian, dan perbuatan maksiat karena memang tidak ada manusia yang sempurna.

Iblis, ketika diusir dari surga karena enggan bersujud kepada Nabi Adam, bersumpah untuk menyesatkan ummat manusia agar lalai terhadap Tuhannya dan Allahpun mengabulkan permohonan Iblis.

Memang demikian, namun tidak berarti selalu menyalahkan godaan syetan ketika kita berbuat kemaksiatan.

Hawa Nafsu Manusia

Ada dua jenis nafsu yang berada pada dalam diri manusia. Yaitu nafsu Muthmainnah dan nafsu Lawwamah.

1. Nafsu Muthmainnah adalah nafsu yang membawa kepada kepada ketenangan jiwa, menjawab petunjuk atau hidayah dari Allah SWT sehingga terbebas dari maksiat dan tetap dalam keadaan tenang, tentram. Menjalankan perintah Allah SWT untuk tetap beribadah kepada-Nya.

2. Nafsu Lawwamah adalah nafsu yang membawa kepada keburukan. Walaupun telah mendapat hidayah agar tidak berbuat maksiat, namun tetap saja hati memberontak dan akhirnya melakukannya. Nafsu ini membawa kepada kegelisahan, tidak tenang dan selalu berfikiran negatif.

Setiap manusia mempunyai kedua nafsu diatas. Terkadang, salah satu lebih dominan dan mengalahkan yang satunya.

Ada pernyataan menarik yang saya dapat dari salah satu video yang menunjukan komentar dari salah satu makhluk ghaib yang merasuk ke tubuh manusia (dalam salah satu tayangan televisi), bahwa:

“Manusia tidak perlu digoda, sudah melenceng sendiri”

“Setan sekarang sedang bersantai-santai. Laa, Manusianya yang malah nyari setan, bukan setan mencari manusia”

Benar Saja!. Ketika syetan dibelenggu di Bulan Ramadhan, sehingga manusia muslim bisa lebih khusuk beribadah kepada Allah SWT dengan berpuasa, juga ibadah-ibadah lainnya, masih saja Manusia Muslim yang mengerjakan maksiat.

  • Tidak berpuasa
  • Pacaran
  • Mencuri
  • Bahkan Hasud dan menggunjing

Mengapaa..? Apa yang terjadi..? padahal pada bulan yang suci itu syetan sudah di nash bahwa mereka dibelenggu.

Dalam sebuah riwayat, bahwa Nabi Agung Muhammad SAW telah bersabda:

إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ ، وَفُتِحَتْ أَبُوَابُ الجَّنَةِ ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ

Artinya, “Ketika masuk bulan Ramadlan maka syaitan-syaitan dibelenggu, pintu-pintu surga dibuka, dan pintu-pintu neraka ditutup,” (HR Bukhari dan Muslim). Selengkapnya simak di nu.or.id 

Untuk dosa yang manusia lakukan, jangan melulu mengkambing-hitamkan setan.

Inilah celah paling besar manusia dalam mendapatkan dorongan untuk berbuat maksiat. Yaitu Nafsu Lawwamah, nafsu yang buruk. Tidak melulu bahwa maksiat yang manusia, kita, lakukan adalah hasil jerih payah syetan dalam menggoda, namun kitalah sendiri yang sangat lemah dalam men-manage nafsu kita.

KITA SERING KECOLONGAN!

Membiarkan Nafsu jahat kita membelenggu kita untuk berbuat baik, malah terdorong untuk berbuat maksiat. Bukan karena syetan, tapi seringkali karena lemahnya iman yang menyebabkan nafsu jahat memperbudak kita.

Naudzubillah.. Astaghfirullah… Semoga Allah SWT mengampuni segala kesalahan kita.

Maka dari itu, mari kita sadar diri, mengakui segala dosa yang telah terlewati. Berusaha agar tidak terulang kembali. Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk melawan Hawa Nafsu kita yang merupakan lawan terberat dalam diri manusia.

Laa Haula wa Laa Quwwata Illa Billah


Sekian, pembahasan singkat kali ini. Semoga bermanfaat. Kritik saran, silahkan tinggalkan komentar.

Syukron, jazaanallahu khair..


Janji Allah Untuk Hamba Yang Berdoa


Sampaikan harapan, hajat dan bahkan angan kalian..!

Maka Allah akan mengabulkan.

Dari guru Al Qur’an saya, ketika masih duduk di Emercy (Madrasah Aliyah), beliau Ust. Ali al hafidz pernah menjelaskan keistimewaan Surat Al Baqarah ayat 186.

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.”

[Surat Al-Baqarah 186]

Ketika:

Wa idzaa sa alaka ngibadi ‘anni fainni qorib, ujibu da’watadda’i idza da’aan.

(Berhenti sejenak Sebutkan hajat disini, lanjut mbaca)

Falyastajiibu lii wal yu’minuubi la’allahum yarsyuduun.

Maka, hajat itu akan seketika didengar dan dikabulkan oleh Allah SWT. Insyaallah.

Kalau dilihat dari maknanya, memang disitu sedang menjelaskan kedekatan Allah dengan hamba-Nya.

Fa Inni Qoriib, Sesungguhnya Aku ini dekat.

Maka, jika sedang tadarus dan bertemu dengan Ayat ini, jangan sia2kan. Sebutkan keinginan bahkan angan2 kalian. Dalam hal Rezeki, Study, bahkan memohon pasangan yang diidamkan.

Fa Insyaallah.. akan menjadi kenyataan.

Keutamaan Surat al Baqarah ayat 186

*nb: jika masih menjomblo walau sudah berkali-kali khatam dan membaca ini, percayalah Allah sedang mempersiapkan untukmu yg terbaik dan layak bersanding denganmu. (Catatan Instagram 27 Mei 2017. Bisa dilihat jejaknya DISINI.)

Sebelumnya juga sudah saya catat, bahwasanya Allah Tidak Menyia-nyiakan Doa Hambanya (klik untuk baca).


Jangan sampai ada keraguan dalam diri kita terhadap apa yang kita sebut dalam doa. Allah SWT mendengarkannya..!

Wallahu a’lam. Wallahul Musta’an.

Salam hangat, ardan7779.


Makna Alif Lam Mim Menurut Tafsir Al Ibris – Majelis Waqiah Indonesia


Ngaji Tafsir al Ibris Juz 1, dilaksanakan ketika Majelis Waqi’ah Indonesia yang disampaikan oleh Ustadz Zainal Arifin al Nganjuki. Bersama warga Merjosari Malang.

Waqi’ahan akhir bulanan Juli 2018 ini merupakan pertama diselenggarakan di Masjid al Ikhlas Rw. 9 Perum Joyogrand Merjosari Malang. Dalam majelis yang semoga penuh berkah tersebut, selepas pembacaan maulid diba’ dan doa, Ust. Zainal Arifin menyampaikan beberapa hal, diantaranya ngaji Tafsir Al Ibris.

Surat pertama setelah al Fatihah adalah surat Al Baqarah. Merupakan surat Madaniyah yang mengandung 286 ayat.

Makna Alif Lam Mim didalam Tafsir Al Ibris.

Tafsir AL IBRIZ JUZ 1 – Makna Aliflam

Ada beberapa tafsir yang membahas makna dibalik lafadz alif lam mim (الم) yang merupakan kalimat awal surat al Baqarah (dan beberapa surat lain). Makna sejati dari alif lam mim tidak ada yang mengetahui kecuali Allah SWT. Namun, beberapa ulama ada yang berpendapat bahwa kalimat alif lam mim memiliki makna:

Alif: Allah

Allah, merupakan dzat yang sangat agung. Dialah Tuhan alam semesta.

Lam: Latfhif

Lembut, Maha kasih. Merupakan dzat Allah yang maha kasih, dalam bahasa jawa (Maha Welas). Semua mahkluk didunia ini mendapatkan welasnya Gusti Allah.

Mim: Majiid

Maha Agung. Allah merupakan dzat yang maha agung, maha besar. Tidak ada makhluk yang bisa menyamai-Nya.

Jadi, jika dikumpulkan makna tersebut menjadi: Allah yang Maha Kasih dan Maha Agung. Allah ingkang Moho Welas Moho Agung.

Makna Alif Lam Mim selanjutnya: Untuk Awalan Kalimat

Seperti halnya ketika kita sedang berkumpul untuk sebuah rapat, ketika rapat belum dimulai maka beberapa peserta ada yang mengobrol sendiri-sendiri dan untuk memulainya rapat perlu kata-kata atau dengan mengetuk palu (duk, duk, duk) pembuka untuk menenangkan peserta dan seakan “menarik hati” peserta rapat agar tenang, diam, mendengarkan karena rapat sudah dimulai.

Begitu juga Alif Lam Min. Kata yang unik ini dibacakan sebelum berlanjut lebih jauh membacakaan ayat-ayat suci al Qur’an, agar manusia tenang, diam, mendengarkan karena kalamullah sedang dibacakan.


Begitulah sedikit makna Alif Lam Min yang saya dapat didalam Malam Pertama Majelis Waqiah Indonesia Rutin Senin Terakhir setiap bulan. Semoga bisa memberikan sedikit pengetahuan dan menfaat. Majelis ini juga akan berlanjut setiap senin akhir bulan, mulai ba’da isya jam 19.30 (tepat waktu) dan selesai jam 20.30 Insyaallah. Dan dibawah ini merupakan poster pengumuman pengajian yang kemarin..

Barokallah Lii wa Lakum.. Amiin

Majelis Waqiah Indonesia Malang – Akhir Juli 2018