Dunio Iki, Nek Terus Dituruti Gak Bakal Mari-mari


“Aku ingin begini, aku ingin begitu. Ingin ini ingin itu banyak sekali…”

Penggalan lagu ost. Doraemon yang sangat akrab di telinga kaum 90-an ini memang sangat sesuai dengan apa yang sering kita temui saat ini. Berbagai hal yang kita inginkan begitu banyak yang kerap kali terfikir terus-terusan, bahkan ketika menghadap Sang Khaliq yang seharusnya kita fokus menghambakan diri, justru teringat dengan suatu hal yang kita inginkan.

Kita merasa sangat senang sesaat setelah kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Mendapat Handphone baru, suenengnya… Laptop / PC baru, alhamdulillah seneng banget, Mobil / Rumah baru masyaallah, nikmat sekali. Kita harus selalu mensyukuri apa yang kita dapatkan itu semua. Bersyukur kepada Dzat yang secara nyata memberikan itu semua dengan melalui berbagai perantara, Allah SWT. Namun, ada hal yang perlu kita perhatikan ketika kita menginginkan sesuatu, terutama yang berkaitan dengan kesenangan dunia.

Memenuhi keinginan dan kesenangan dunia. selagi itu halal dari segi dzat dan cara mendapatkannya, sama sekali diperbolehkan (mubah). Namun kita perlu hati-hati. Dunia saat ini dipenuhi dengan berbagai macam kesenangan yang bisa kita dapatkan dengan mudah, barang-barang branded, mahal, necis, atau keinginan yang dibutuh-butuhkan (aslinya tidak terlalu butuh) yang digunakan untuk memenuhi keinginan kita bisa jadi melalaikan kita untuk menginginkan sesuatu hal yang lainnya.

Seperti halnya mengikuti tren teknologi yang sangat cepat ini, hampir tidak akan ada habisnya. Ada keluar HP terbaru dengan spesifikasi semakin canggih, kita ingin memilikinya. Padahal, HP yang lama pun masih sangat baik dan berfungsi dengan semestinya serta sudah mencukupi kebutuhan kita. Namun, karena keluar “yang terbaru” dan dengan dijuluki berbagai macam nama “xxx killer, terbagus saat ini, limited edition” maka kita pun bisa saja terbawa untuk ikut membelinya. Jika sampai jadi membelinya karena hanya berdasarkan “keinginan”, maka tak lama kemudian keluar model baru lagi dan kita pun bisa dengan mudah terbawa kembali untuk memiliki model terbaru tersebut. Dan seterusnya, sampai hampir ga ada habisnya.

Dunio Iki, Nek Terus Dituruti Gak Bakal Mari-mari

Dunia ini, kalau terus dituruti gak akan ada berhentinya (akan selalu kurang)

Begitulah kita harus mawas diri, berhati-hati bahkan kepada sesuatu yang sebenarnya halal dan diperbolehkan. Jika yang halal saja perlu berhati-hati, apalagi yang haram..? maka, kita perlu berlatih untuk bisa menahan diri ketika menginginkan sesuatu. Apakah itu benar-benar kita butuhkan, atau hanya mengikuti hasrat keinginan, gengsi, atau bahkan ingin memamerkan diri.

Semoga kita semua terhindar dari gaya hidup dunia yang berlebihan, amiin..


Tetep Takdungakno, Mugo Urip Mulyo


Ada sesuatu yang menarik tertangkap di kepalaku, ketika mendengar lagu yang sempat Trending YT #1 tersebut. Lagu dengan judul “Dalan Liyane” yang dibawakan oleh Happy Asmara (Yang sebenarnya saya juga baru tau ketika dirinya trending itu). Sebaris lirik lagu yang saya kira bukan bualan belaka, walau mungkin terasa amat berat ketika mengucapkannya.

Tetep Takdungakno, Mugo Urip Mulyo

Sebelumnya, lagu ini merupakan sebuah gambaran dimana ada seseorang yang ditinggal pergi oleh kekasihnya ketika ia sedang begitu mencintai. Cinta yang tidak berbalas, bertepuk sebelah tangan dan menyebabkan luka yang mendalam. Cinta yang justru menimbulkan rasa kecewa, sakit, kesal, marah, dan merasa ingin membalasnya.

Namun, ia mencoba untuk menerimanya. Ia mencoba berdamai dengan diri sendiri dengan keadaan yang sedang terjadi. Ia sadar, bahwa penyesalan dan sakit yang dirasakan jika diteruskan hanya akan menambah beban. “Cekap semanten maturnuwun” juga menjadi baris lirik lagu tersebut.

Lalu, apa yang menarik..?

Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa Sallam merupakan sebaik-baik teladan. Tak ada manusia lainnya yang menyaingi akhlak dan budi pekertinya. Kisahnya sudah diakui oleh Al Qur’an, hikayat-hikayat, bahkan orang non-muslimpun mengakuinya.

Nabi Muhammad SAW mengajarkan agar selalu berbuat dan berdoa kebaikan, bahkan ketika kita diinjak, dihina, dicaci dan dimaki, bahkan disakiti. Beliau SAW tidak pernah mengajarkan dendam sama sekali.

Pernah ada seorang pengemis yahudi buta yang tinggal diemperan jalan, setiap harinya selalu mengejek, memfitnah Nabi Muhammad SAW. Si yahudi juga menghasut orang-orang disekitarnya untuk ikut serta tidak memercayai dan memusuhi Nabi Muhammad SAW.

Namun, Apakah Nabi Muhammad SAW balik memusuhi dan menghinanya..? Tidak!

Beliau Nabi Muhammad SAW justru dengan rutin memberikan si yahudi makanan roti yang diberikan dengan sangat lembut hingga si yahudi tidak sadar dan tidak menyangka bahwa orang yang sangat baik itu adalah Rasulullah SAW.

Sampai disuatu ketika Nabi Muhammad SAW wafat, dan digantikan peran memberi makanan ke si yahudi tersebut oleh Sahabat Abu Bakar. Namun, si yahudi tersebut menyadari bahwa Sahabat Abu Bakar bukanlah orang yang biasa memberikannya makan. Lalu dijelaskan, bahwa yang rutin memberikannya makan sebelumnya adalah Rasulullah SAW dan sudah wafat. Si Yahudi lalu menangis karena tidak tau dan baru sadar bahwa Nabi Muhammad SAW begitu baiknya walau ia telah menyakitinya. Kemudian, si yahudi langsung bersyahadat dan masuk Islam.

Habib Syekh ibn Abdul Qadir Assegaf juga pernah menyampaikan dalam ceramahnya keagungan akhlak dan kesabaran yang luar biasa yang ada dalam sosok Nabi Muhammad SAW. Sakit dan cobaan yang kita terima belum apa-apanya dibandingkan dengan apa yang pernah diterima beliau Nabi Muhammad SAW.

Dan ada banyak kisah yang tak terhitung jumlahnya yang menceritakan keagungan dan kemuliaan Akhlak dan Kesabaran Nabi Muhammad SAW yang sudah sepatutnya kita contoh. Nabi juga tidak mengajarkan untuk berdoa yang jelek-jelek, walau untuk seseorang / kelompok yang sudah mendzolimi beliau dengan begitu kerasnya.

Lalu apa hubungannya dengan “Tetep Takdungakno, Mugo Urip Mulyo”..?

Jika kamu sedang dalam keadaan seperti apa yang digambarkan dalam lagu tersebut, maka tetaplah berprasangka dan berbuat baik. Mendoakan juga tetap dengan doa yang baik. Arti dari penggalan lirik tersebut kurang lebih “Tetap saya doakan dirimu semoga hidup mulia” walau telah menyakiti dengan sebegitu dalamnya.

Hakikatnya, doa yang kita panjatkan kepada orang lain juga akan kembali kepada si pendoa itu sendiri, entah itu doa baik ataupun doa yang buruk (seperti melaknat seseorang / kaum). Jadi, jaga lisan dan hati kita agar selalu bersikap dan berdoa yang positif. Walau memang begitu berat, sangat berat, namun itu demi kebaikan kita sendiri juga. Meneladani apa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW dan berdoa selalu dengan kebaikan agar apa yang kembali kepada kitapun selalu sesuatu yang baik-baik.

Cekap semanten, maturnuwun.
wallahu A’lam bis Showab.


Demikian apa yang sempat terlintas ketika saya menikmati lagu ini. Maaf jika penyampaiannya kurang bagu karena memang ini hanya sebatas opini bebas belaka yang saya tulis ditengah kegiatan. Jika bermanfaat, silahkan di share. Jika ada kesalahan, atau saran, silahkan disampaikan. ‘Afwan.


Ember Anti Pecah


Biasanya, seorang saudagar akan menjaga dan merawat barang dagangannya dengan hati-hati. Calon pembelipun akan diperhatikan oleh saudagar itu agar jangan sampai merusak barang dagangannya ketika melihatnya. Bahkan ketika calon pembeli meleceti atau merusak barang tersebut, maka sang saudagar akan marah dan meminta gantinya.

Namun disatu sisi,

Beberapa hari lalu ketika melewati jalan, saya mendapati ada penjual ember yang dijuluki dan dipromosikan sebagai “Ember Anti Pecah”.

Namun, sang penjual sering kali membenturkan bahkan membanting-banting ember tersebut. Ember tersebut hendak “dirusak” oleh penujualnya sendiri didepan calon pembeli. Namun, tentu ini untuk meyakinkan bahwa ember tersebut benar-benar kuat dan tahan banting. Ember yang tidak akan lecet apalagi pecah walau berbenturan dengan benda lainnya dengan keras. Untuk menunjukan bahwa ember itu memang layak untuk mendapat julukan “Ember Anti Pecah”

Lalu, bagaimana Tuhan terhadap hamba-Nya..?

Terkadang kita sebagai manusia merasa memiliki cobaan yang begitu berat dirasa, beban hidup silih berganti tak ada ujungnya, atau gelap malam yang tak segera terbit terangnya. Dibanting-banting, seakan hendak dipecahkan dan dihancurkan, dibuat merana. Merasa bahwa hidup tak berpihak kepadanya,

Yaaa.. Semua manusia pernah merasakan rasa yang sedemikian rupa.

Namun, belajar dari seorang penjual “Ember Anti Pecah” bahwa sesuatu yang memang benar terjamin kualitasnya maka si empunya akan tidak segan untuk membuktikannya.

Begitu juga Tuhan dalam memberi cobaan kepada setiap hamba-Nya. Dia, Sang Maha mengetahui segala keadaan hamba, tidak akan memberikan cobaan yang dirasa berat jika Dia tidak yakin akan kualitasnya. Diberikannya cobaan yang seakan hendak “memecah”kan kondisi hamba agar nantinya terbukti kualitas dan kapasitasnya, sama sekali tidak akan benar-benar menghancurkan ciptaan-Nya sendiri.

Dalam Al-Qur’an Surat Al Baqarah ayat 286 disebutkan:

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.

Perhatikan kalimat pertama dalam ayat tersebut. Bahwa Allah tidak akan memberikan cobaan kecuali kita bisa melewatinya. Tentu kalimat ini bukan hanya moto atau kata mutiara yang terpampang di halaman awal skripsi, atau sebagai bio instagram dan twitter belaka. Namun kata tersebut sangat sarat makna yang seharusnya kita bisa memahaminya, walau hanya melalui “Ember Anti Pecah” yang justru cobaan tersebut akan membuktikan bahwasanya kita kuat dan berkualitas, serta pantas.


Harus tetap ber Husnudzon kepada Tuhan, dan berdoa agar kita dikuatkan dalam menghadapi setiap cobaan.

Wallahul Musta’an.


Dahsyatnya Istiqomah – Gambaran Hitungan Matematika


Hitungan matematika pada gambar dibawah ini menunjukkan bahwa walaupun hanya ada sedikit perubahan sederhana, namun jika engkau lakukan hal itu setiap hari secara kontinyu, niscaya kelak engkau akan mendapatkan hasil yang besar.

Dahsyatnya Istiqomah | Gambaran Hitungan Matematika

Walaupun perubahan itu ada di dua angka dibelakang koma, namun jika dilakukan terus-menerus secara istiqomah, maka akan sangat berbeda hasilnya jika dibandingkan dengan tidak ada perubahan sama sekali.

Sama halnya kita sebagai manusia, harus ada perubahan (walau sangat sedikit) untuk menjadi lebih baik.

Ada suatu maqolah (Perkataan Penuh Hikmah) yang menyadarkan kita untuk selalu menjadi pribadi yang lebih baik.

من كان يومه خيرا من أمسه فهو رابح. ومن كان يومه مثل أمسه فهو مغبون. ومن كان يومه شرا من أمسه فهو ملعون

“Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia terlaknat.”

Maqalah diatas juga sangat sinkron dengan perumusan matematika tersebut. Bagaimana manusia harus selalu berubah menjadi lebih baik walau sedikit. Jangan sampai stagnan, karena akan tidak berubah suatu apapun. Apalagi lebih buruk karena sedikit saja keburukan yang dilakukan secara berulang, maka akan menjadi suatu yang sangat besar dan akan disesali di kemudian hari.

KH. Baidlowi Muslich, Pengasuh PP Anwarul Huda Malang, pernah menulis buku dengan judul “Butir-butir Mutiara” yang didalamnya mencakup banyak sekali kalam-kalam hikmah. Salah satunya tertuang dalam gambar berikut

Kutipan Buku Butir-butir Mutiara

Keburukan / kemaksiatan, walaupun itu kecil, akan berakibat pada kotornya hati. Sama halnya jika ada sebuah operasi aritmatika jika nilainya dikurangkan walau sedikit namun dipangkatkan dengan jumlah pangkat yang besar, maka akan berbeda jauh dengan nilai sebelumnya. Maka dari itu penting untuk kita menjaga diri, berusaha menghindar dari perbuatan tercela walaupun itu kecil.


Demikian sedikit apa yg bisa disampaikan, mohon koreksi jika ada kesalahan. Semoga bermanfaat.
*Sumber Foto: HamimHr, IG Ponpes ANwarul Huda.


Menilik Keistimewaan Doa Sholat Tahajud


Sholat Tahajud merupakan sholat sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan ketika 1/3 malam terakhir (menjelang fajar terbit) dan harus dalam keadaan sudah tidur terlebih dahulu. Waktu ini merupakan waktu yang sangat mustajab untuk berdoa kepada Allah SWT.

Kata ustadz saya dulu, ada sedikit perbedaan dalam Sholat Tahajud dan sholat sunnah lainnya. DIsamping pelaksanaannya yang harus tidur dulu walau sekejapan mata, namun juga cara Allah dalam mengabulkan doa-doanya.

Sholat sunnah lainnya, seperti Sholat Dhuha dan Sholat Hajat, akan meminta dengan jelas apa kebutuhannya. Jika dhuha, maka akan meminta kelancaran dan keberkahan rezeki, jika hajat maka meminta apa yang sedang dibutuhkannya.

Namun dalam Sholat Tahajud, Allah akan memberi berbagai macam kebaikan walau diri kita tidak memintanya secara lisan (berdoa dengan melafalkan apa yang diminta). Allah sudah maha tau apa yang kita pinta dan inginkan, sehingga dengan perantara Sholat Tahajud, Insyaallah, Allah akan mengabulkannya walau kita tidak terang-terangan meminta.

Berikut Ini Doa Sholat Tahajud

“Ya Allah bagi-Mu-lah segala puji, Engkaulah yang mengurus langit dan bumi serta semua makhluk yang ada pada keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau Raja langit dan bumi beserta semua makhluk yang ada pada keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi beserta semua makluk yang ada pada keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau Mahabenar, janji-Mu adalah benar, pertemuan dengan-Mu adalah benar, ucapan-Mu adalah benar, surga adalah benar, neraka adalah benar, para nabi adalah benar dan Nabi Muhammad Saw adalah benar serta hari kiamat adalah benar.”

“Ya Allah hanya kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu-lah aku beriman, kepada-Mu-lah aku bertawakal, hanya kepada-Mu-lah aku kembali (bertaubat), kepada-Mu-lah aku mengadu, dan kepada-Mu-lah aku meminta keputusan, maka ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu dan yang kemudian serta apa yang kusembunyikan dan yang kulakukan dengan terang-terangan dan apa yang lebih Engkau ketahui dariku, Engkau yang mendahulukan dan yang mengakhirkan, tiada Tuhan selain Engkau, dan tiada daya (unutk menghindar dari kemaksiatan) dan tiada kekuatan (untuk melakukan ibadah) kecuali dengan pertolongan Allah.”

Doa yang sebenarnya tidak terlalu panjang, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, dipelajari dari doa tahajud diatas bahwa inti dari doa tahajud tersebut adalah agar dosa-dosa kita diampuni oleh Allah SWT.

Dari awal hingga akhir, semuanya adalah memuji, mengagungkan, memulyakan, meng-Esakan, meninggikan Allah SWT yang memang satu-satunya dzat yang pantas atas itu.

Dimulai dari Allahumma lakalhamdu, Yaa Allah, milik-Mulah segala puji. Kemudian mengakui bahwa Dzat-Nya, Janji-Nya, pertemuan dengan-Nya, Kalam-Nya, surga-Nya, neraka-Nya, para Nabi-Nya, serta Nabi Muhammad SAW sebagai utusan-Nya, serta hari kiamat adalah HAQ.

Kemudian berserah diri, hanya kepada-Nya kita memeluk agama Islam, beriman, bertawakkal, bertaubat, mengadu dan memutuskan.

Kemudian yang diminta dari doa tahajud itu, adalah “AMPUNILAH DOSAKU”.

Sampai disini, Allah SWT sebagai dzat yang Moho Welas, serta Moho Asih, saya yakin, Ia mengetahui apa yang ada didalam hati hamba yang berdoa, apa yang dibutuhkan, apa yang diminta, bukan sekedar apa yang sudah terucap dalam barisan lafadz doa. Namun, kita sebagai hamba yang penuh dosa, sekan tak pantas untuk seakan “menuntut” Allah SWT mengabulkan seluruh keinginan kita. Maka inti dari doa sholat tahajud itu adalah memohon ampunan kepada Allah SWT.

Wallahu A’lam bish-Showaab.


Purwokerto, 28 Desember 2018.

Al Fakiir ilaa Rahmatillah wa Syafa’ati Rasulillah, ardan7779.


Untuk Dosa Yang Kita Lakukan, Jangan Mengkambing-hitamkan Setan


Manusia, kita, mempunyai tugas utama dan yang paling utama.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku (saja)” (QS. Adz-Dzaariyaat: 56).

Ini berarti tidak ada perintah lainnya sama sekali, kecuali untuk beribadah kepada Allah SWT. Maka, usahakan dalam setiap kita melakukan sesuatu, walau itu urusan dunia, asal bukan maksiat, kita harus tetap dilandasi dengan niat beribadah kepada Allah SWT, kita niatkan untuk mendapatkan ridlo-Nya.

Namun, manusia juga sering melakukan kesalahan, kelalaian, dan perbuatan maksiat karena memang tidak ada manusia yang sempurna.

Iblis, ketika diusir dari surga karena enggan bersujud kepada Nabi Adam, bersumpah untuk menyesatkan ummat manusia agar lalai terhadap Tuhannya dan Allahpun mengabulkan permohonan Iblis.

Memang demikian, namun tidak berarti selalu menyalahkan godaan syetan ketika kita berbuat kemaksiatan.

Hawa Nafsu Manusia

Ada dua jenis nafsu yang berada pada dalam diri manusia. Yaitu nafsu Muthmainnah dan nafsu Lawwamah.

1. Nafsu Muthmainnah adalah nafsu yang membawa kepada kepada ketenangan jiwa, menjawab petunjuk atau hidayah dari Allah SWT sehingga terbebas dari maksiat dan tetap dalam keadaan tenang, tentram. Menjalankan perintah Allah SWT untuk tetap beribadah kepada-Nya.

2. Nafsu Lawwamah adalah nafsu yang membawa kepada keburukan. Walaupun telah mendapat hidayah agar tidak berbuat maksiat, namun tetap saja hati memberontak dan akhirnya melakukannya. Nafsu ini membawa kepada kegelisahan, tidak tenang dan selalu berfikiran negatif.

Setiap manusia mempunyai kedua nafsu diatas. Terkadang, salah satu lebih dominan dan mengalahkan yang satunya.

Ada pernyataan menarik yang saya dapat dari salah satu video yang menunjukan komentar dari salah satu makhluk ghaib yang merasuk ke tubuh manusia (dalam salah satu tayangan televisi), bahwa:

“Manusia tidak perlu digoda, sudah melenceng sendiri”

“Setan sekarang sedang bersantai-santai. Laa, Manusianya yang malah nyari setan, bukan setan mencari manusia”

Benar Saja!. Ketika syetan dibelenggu di Bulan Ramadhan, sehingga manusia muslim bisa lebih khusuk beribadah kepada Allah SWT dengan berpuasa, juga ibadah-ibadah lainnya, masih saja Manusia Muslim yang mengerjakan maksiat.

  • Tidak berpuasa
  • Pacaran
  • Mencuri
  • Bahkan Hasud dan menggunjing

Mengapaa..? Apa yang terjadi..? padahal pada bulan yang suci itu syetan sudah di nash bahwa mereka dibelenggu.

Dalam sebuah riwayat, bahwa Nabi Agung Muhammad SAW telah bersabda:

إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ ، وَفُتِحَتْ أَبُوَابُ الجَّنَةِ ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ

Artinya, “Ketika masuk bulan Ramadlan maka syaitan-syaitan dibelenggu, pintu-pintu surga dibuka, dan pintu-pintu neraka ditutup,” (HR Bukhari dan Muslim). Selengkapnya simak di nu.or.id 

Untuk dosa yang manusia lakukan, jangan melulu mengkambing-hitamkan setan.

Inilah celah paling besar manusia dalam mendapatkan dorongan untuk berbuat maksiat. Yaitu Nafsu Lawwamah, nafsu yang buruk. Tidak melulu bahwa maksiat yang manusia, kita, lakukan adalah hasil jerih payah syetan dalam menggoda, namun kitalah sendiri yang sangat lemah dalam men-manage nafsu kita.

KITA SERING KECOLONGAN!

Membiarkan Nafsu jahat kita membelenggu kita untuk berbuat baik, malah terdorong untuk berbuat maksiat. Bukan karena syetan, tapi seringkali karena lemahnya iman yang menyebabkan nafsu jahat memperbudak kita.

Naudzubillah.. Astaghfirullah… Semoga Allah SWT mengampuni segala kesalahan kita.

Maka dari itu, mari kita sadar diri, mengakui segala dosa yang telah terlewati. Berusaha agar tidak terulang kembali. Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk melawan Hawa Nafsu kita yang merupakan lawan terberat dalam diri manusia.

Laa Haula wa Laa Quwwata Illa Billah


Sekian, pembahasan singkat kali ini. Semoga bermanfaat. Kritik saran, silahkan tinggalkan komentar.

Syukron, jazaanallahu khair..


Kocak..! Kumpulan Roasting Netijen Twitter ke Kaesang Pangarep


Dunia pertwitteran kembali diwarnai dengan trit yang menghebohkan namun bakal bikin anda terhibur seperti yang satu ini.

Kaesang Pangarep, anak Anak Presiden Joko Widodo, kembali membuat trit yang ramai diserbu oleh rakyat dunia maya. Dia bertanya apakah ada yang berani Roasting dirinya..? Netijen, termasuk sayapun menyerbunya.

Ada banyak sekali tipe-tipe netijen waras nan cerdas, lucu lugu dan menggemaskan. Namun ada juga yang menggunakan media saling hina, tebar hoax apalagi fitnah, ujaran kebencian dan intoleransi. Mari tenggelam konten-konten negatif.

Mulai dari dibandingkan dengan Jan Ethes, cucu Pakde Jokowi.

Kocaknya, banyak yang membandingkan antara Kaesang dengan Jan Ethes. Dan tentu, lebih memilih si UWU UWU Jan Ethes yang masih menggemaskan.

Itu tuu.. yang disanjung awalnya Kaesang, tapi mentok juga bangganya ke Jan Ethes

Pepeet teruuusss..

hingga sampai yang berani ngatain jelek karena tidak pernah perawatan pake duit rakyat.

Sungguh ironi, seorang anak presiden tapi jelek karena tidak pernah ke salon.

Lanjut dibandingkan juga dengan Gibran. Yaaa kalah lagi, jauuuh..

Lanjut lagi ada yang membuka memori foto Kaesang jaman dulu. Sebenarnya yaa.. sudah lumayan kece juga. Hmmm

Out of the box

Lagi lagi, dan lagii.. dibandingkan dengan Jan Ethes . Si UWU UWU tetap namberwan dah.

Jan ambyaaaar… Lagi2 yang terkenal menjadi idola tetap Jan Ethes.

Ada jugaaaaa… Netijen terhormat sobat missqueen yang ngarep GiveAway dari Pangarep. Hedeuuuhh.. kalo give away, aku juga mau si

Dan lanjut… Cintai Produk Indonesia..

Tapi produk anak sendiri tidak pernah di promosikan oleh Pakde Jokowi

Ok, dia yang twitt merupakan #golongankami

Bahkan, dari sebagian banyak Roasting yang dilontarkan, ada yang di retweet sama ybs kaesang loo

What The FUn..!


Gimana..? Kocak bukan kearifan lokal dari komentar netijen Twitter ngeRoast si anak presiden..?

Secara, sekelas anak presiden kek bisa humble banget, tidak jaim dan tidak baveran. Begitu juga bapaknya, sering di olok2, fitnah, caci maki oleh orang2 bumi datar, namun tetap membawanya santai dan kalem.

Disini bukan untuk kampanye ngepil pal pil pileg pilpres, tapi untuk ajakan menggunakan media untuk lebih bermanfaat, dan tidak menjadikan media negatif.

Salam hangat, ardan7779.


9 Sensasi Melakukan Pendakian Malam Hari


Halloo travelers.. Kali ini aku bahas beberapa sensasi yang didapatkan ketika kita melakukan pendakian malam hari. Banyak banget sensasinya, ada yang positif juga ada negatifnya. Naahh.. disini akan saya bahas berdasarkan opini pribadi selama melakukan pendakian yang sudah dilakukan.

Mendaki Malam Hari menjadi primadona bagi sebagian tim pendaki, namun juga ada yang menyarankan untuk menghindarinya. Berikut beberapa sensasinya, simak yaa..

1. Lebih Adem, geeerr..

Tentu, dan tidak menipu. Pendakian Malam Hari lebih adem karena si matahari masih terlelap, hanya ada sang rembulan yang menemani, itupun jika dirinya berkenan. Suasana dingin menyelimuti, namun jangan salah karena sedingin-dinginnya malam, masih dingin sikapnya. eh, maksunya sedingin-dinginnya malam, jika dibawa dengan jalan mendaki, maka tetap akan terasa sumuk. Saya sendiri jika mendaki malam hari, tetap memakai kaos oblong, atau cukup menggunakan kemeja flanel, tidak berjaket. Namun, jika istirahat terlalu lama, dan tidak ada pergerakan seperti jalan, maka dingin akan menusuk tulang. Jadi, jika malam hari harus konsisten berjalan untuk menjaga suhu tubuh, jika istirahat sebentar saja untuk menormalkan pernafasan.

2. Hemat Air

Salah satu yang paling urgent ketika mendaki, adalah ketersediaan air. Melakukan pendakian malam hari akan memiliki point sangat bagus untuk melakukan penghematan air. Mengapa..? Lebih dingin dan tidak cepat haus, tidak terlalu banyak minum ketika mendaki. Minum hanya seteguk dua teguk jika memang diperlukan. Tidak banyak minum juga baik untuk menjaga kekuatan lutut dan persendian kaki, karena jika terlalu banyak minum akan menjadikannya cepat pegal (base on experience). Air minumpun adem dengan sendirinya, jika diminum sedikit saja sudah segar luar biasa.

3. Tidak Tertipu cinta Puncak Palsu

Sering tertipu dengan janji dan bayangan palsu..? tenan, jika kamu melakukan pendakian malam hari, maka terbebas dari semua itu. Suasana gelap, dan penerangan ala kadarnya, hanya menerangi jalur pendakian, membuat kita tidak usah mereka-reka “OOh.. itu looh puncaknya, sebentar lagi, udah kelihatan” –> ZONK!, ternyata hanya puncak palsu 🙁 . Kita tidak akan disuguhi puncak2 palsu. tetap menatap kedepan jalur pendakian.

4. Perjalanan Lebih Santai, Tau-tau Nyampai

Santai Braaaaay.. Sambil menikmati suara-suara khas hutan malam hari, tiupan angin sepoy-sepoy, terkadang mengenai pohon cemara, wuuuuss.. wenak deh. Gelap dan fokus kepada tapak jalan didepan. Rosulullah SAW juga bersabda:

 ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺑِﺎﻟﺪُّﻟْﺠَﺔِ ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻷَﺭْﺽَ ﺗُﻄْﻮَﻯ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ

“Hendaklah kalian bepergian pada waktu (Duljah) malam, karena seolah-olah bumi itu terlipat pada waktu malam.” HR. Abu Dawud no. 2571, al-Hakim II/114, I/445, hasan.

Nah kan, Nabi juga sudah menjelaskan bahwa seolah-olah bumi terlipat. Jadinya ehhhhhh.. tau-tau nyampai, terasa lebih cepat dan tenaga lebih hemat.

5. Menikmati Limpahan Bintang dan Lampu Perkotaan

“Tergantung amal ibadah anda” Mendapatkan view malam hari yang indah, jika memang cuaca bersahabat. Suasana perkotaan dengan gemerlap lampunya, serta langit hitam dengan pasar bintangnya. Luar Biasa..! Sesekali bisa ambil foto dengan kamera yang mumpuni tentunya.

Pemandangan Lampu Perkotaan

Foto Bintang dan Milkyway

6. Lebih Berbahaya

Nah, mulai point 6 ini mungkin sensasi dari sisi negatifnya. Yang pertama lebih berbahaya. Tentu, malam hari dengan gelap gulitanya, penerangan seadanya, serta jalur hutan yang terkadang ada jebakan tak terkira. Namun, bisa diantisipasi dengan menyiapkan penerangan yang cukup, serta mempelajari jalur yang dihadapi. Kalau saya, biasanya minimal selang seling antara anggota tim harus memegang senter, jadi tidak harus semuanya pegang untuk menghemat sumber cahaya, atau paling tidak depan dan belakang sendiri.

7. Minim Oksigen

Konon kata guru saya ketika zaman SMA, tumbuhan akan mengeluarkan oksigen dan menyerap karbondioksida ketika siang hari, namun akan sebaliknya, menyerap oksigen dan mengeluarkan karbondioksida ketika malam hari, sehingga melakukan pendakian malam hari seakan berebutan oksigen yang ada dengan tumbuhan disekitar anda. Sangat tidak dianjurkan melakukan pendakian malam hari jika ada salah satu anggota tim yang terjangkit ispa.

8. Perlu Menyiapkan Penerangan

Sudah mafhum (baca: difahami) yaa.. Di hutan pegunungan, tentu berbeda dengan perkotaan dengan semua gemerlap lampu dan tipu daya dunia. Penerangan hanya dari kita yang kesana, sehingga perlu disiapkan dengan matang. Sediakan senter yang cukup, bukan hanya itu, baterainya pun juga harus dipastikan full dan mencukupi selama pendakian hingga kembali pulang. Jika anda membawa powerbank dan gadget, utamakan pastikan dulu untuk penerangan cukup sebelum mementingkan baterai gadget anda.

Penerangan dengan Powerbank dan Lampu LED Stick

Untuk penerangan, saya sangat cocok dengan kombinasi powerbank + lampu led stick. Disamping awet baterai, cahayanyapun sangat terang, juga lebih murah serta bisa berfungsi ganda powerbanknya. Bukan hanya itu, kombinasi ini juga bisa untuk menerangi 2-3 orang dalam tim, juga bisa untuk lampu didalam tenda.

9. Rentan mantan Setan

Pocong uhuy

Naaaaaaahh.. Yang terakhir ini horor ya. Antara mantan dan setan, sama-sama horor kan..? uppps. Ada banyak sekali mitos dan kisah misteri di setiap gunung yang ada, terutama di Indonesia. Kalau saya pernah ngaji dan dijelaskan, bahwa gunung dan laut memang tempatnya makhluk Allah selain manusia berkumpul, termasuk yang halus2 gitu.. Namun, kita tidak akan diganggu selama kita tidak mengganggu mereka. Iyaap, benar. Alhamdulillah, saya selama ini tidak pernah diganggu oleh makhluk astral sama sekali. Insyaallah, kuncinya satu. Eling neng Gusti Pengeran (baca: Ingat kepada Allah SWT). Jangan lupa untuk melakukan doa bersama sebelum melakukan pendakian, juga perbanyak sholawat ketika memasuki hutan, insyaallah tidak ada gangguan. Atau jika tetap saja dinampakkan, mungkin hanya sebatas ingin kenalan :3


OK, sekian 9 Sensasi Melakukan Pendakian Malam Hari. Jadi gimana menurut sobat semua..? Bersensasi bukan..? Pilihan ada di diri dan tim anda semua, persiapkan baik-baik agar Selamat Sampai Pulang Kembali, karena itu tujuan utama sebuah perjalanan.

Bersama Rekan tim ketika melakukan pendakian ke Gunung Slamet, 2017.

*Salam hangat, ardan7779.