Dalam Menilai Duniamu, Tengoklah Kebawah. Namun Menilai Akheratmu, Mendongaklah keatas.

Jika kita merasa hidup kurang nikmat, atau selalu dilanda musibah yang begitu berat, kita perlu memperbaiki cara kita dalam menyikapinya hidup itu sendiri.

Berbicara mengenai soal dunia yang begitu banyak gemerlapnya, memang selalu menggiurkan didepan mata. Memiliki apa yang kita harapkan, menjadi apa yang kita idamkan. Manusia memang selalu memiliki keinginan.

Bagi seorang muslim, berbicara perihal akherat juga sangat penting. Mengharap keselamatan sesudah dikebumikan, mendapat kenikmatan abadi yang sudah dijanjikan dalam Al Qur’an, atau sekedar terhindar dari siksa api neraka yang menyakitkan.

Lantas..? Bagaimana agar kita tidak resah ketika hidup didunia .?

Ketika kita menghitung apa yang sudah kita dapat, seperti materi dunia, harta, kesehatan, dan lain sebagainya, maka tengoklah saudara-saudara kita sesama manusia yang statusnya ada dibawah kita dalam hal dunia.

Tengoklah kebawah. Kepada mereka yang tidak seberuntung kita mendapat apa yang sudah kita dapat. Rezeki, kesehatan jasmani dan rohani, dan lain sebagainya. Seberapa buruk nasib kita, masih ada yang lebih dibawah. Bukan berbangga diri, namun untuk sekedar mensyukuri.

Namun.

Dalam melihat perihal akhirat, mendongaklah keatas. Seberapa alim dan rajin ibadahnya kita, pasti masih ada yang lebih diatasnya.

Ketika melakukan kebaikan atau ibadah, jangan melihat kebawah kepada orang2 yang belum melakukan. Nanti malah bisa berbangga diri dan merasa puas dengan apa yang sejatinya belum apa-apa. Mendongaklah keatas, lihat mereka salafunasholih yang begitu taatnya, sehingga kita termotivasi untuk lebih baik dan lebih baik lagi.

Akhirul kalam. Semoga dunia yang kita dapat dan akhirat yang kita panjat, bisa membawa kita menuju Ridlo-Nya.


Disadur dari ngaji pagi Ba’da Shubuh.

Salam hangat, ardan7779.

Jangan sungkan. Tinggalkan komentar jika ada pendapat atau bertanya. Kritik saran yang membangun juga silahkan.