Telegram sebagai media pesan instant populer, semakin hari semakin besar dan banyak yang menggunakan, termasuk khususnya para developer, programmer, startup, dan pihak enterprises lainnya yang sudah lama menggunakan telegram sebagai media chatting dan diskusi online.

Keunggulannya di berbagai fitur, seperti fitur gif, stiker, emoticon, encript, channel, edit message, private chat, dekstop app, super group, dan lain sebagainya (yang sebagian juga sudah di adopsi oleh whatsapp) menjadi daya tarik sendiri bagi masyarakat luas, khususnya yang memiki kebutuhan developing program untuk membuat forum dan channel.

Namun, kamis 8 Februari 2018, saya sebagai pengguna telegram sejak lama tiba-tiba mendapat telpon dari entah siapa yang mengatasnamakan pihak telegram. Pihak tersebut dengan nomor +62812718xxxxx menghubungi saya melalui telpon dan mengaku akan melakukan survei dari telegram.

“Selamat malam, bapak. kami dari pihak telegram sedang melakukan survei ingin menginformasikan. Bahwa per tanggal 10 februari 2018 telegram akan bisa digunakan untuk video call”

Pihak penipu juga menanyakan, saya menggunakan telegram untuk keperluan apa saja. Mungkin ini hanya sebagai pemanis agar terlihat seperti resmi sedang melakukan survei. Namun, setelah itu mereka meminta kode yang dianggap sebagai “kode survei” yang saya tau dari dulu, bahwa kode itu merupakan kode akses login jika kita ingin menggunakan telegram di platform lain.

“Kami kan sekedar survei, ada gak bapak terima kode survei dari kami pak..? bisa dibacakan kode surveinya..?”

Hmmmb.. saya langsung tau persis. Bahwa ini merupakan penipuan gaya lama. Berbicara layak sales, dan meminta kode akses. Kalau diperhatikan, suara yang saya dengar sekarang itu juga mirip dengan suara 2 tahun silam ketika saya mendapat telpon hadiah mobil dari bank tertentu. Haduuuu, apakah ini kebetulan..? :v

Kode akses dari telegram, ketika kita hendak login ke platform lain.

Sebenarnya, di awal sudah ada penjelasan dari pihak telegram bahwa “Jangan Pernah Membagikan Kode Akses itu Ke Siapapun, Pihak Manapun. Pihak Telegram Resmi Juga Tidak Pernah Memintanya untuk Apapun”. Jadi, kode itu murni kode hanya untuk akses login. Jika pihak lain tau nomer kita, dan tau kode akses tersebut, maka pihak itu bisa dengan leluasa memegang akses akun telegram kita.

Mengapa ini menjadi penting..?

Mungkin sebagian anda ada yang berpikiran, mengapa ini penting..? YA! ini sangat penting. Sekali pihak lain itu mempunyai akses ke akun telegram anda, mereka bisa mengakses seluruh pesan anda dan isi grup dan channel yang anda ikuti. Dan bisa dengan mudah mengambil hak akses akun anda secara keseluruhan, sehingga mereka bisa memata-matai apapun yang anda lakukan di telegram.

Baca Juga  Review Windroye, Android Dalam PC Windows.

Bahkan, yang lebih lagi jika telegram anda juga dipakai untuk deposit pulsa (Agen Pulsa), yang memang sekarang sedang ramai dikalangan mahasiswa khususnya. Jika pihak sana bisa akses akun anda, maka otomatis mereka dengan mudah bisa mengambil semua saldo pulsa yang ada pada akun agen pulsa anda.

Bagaimana jika sudaj terlanjur menyerahkan kode akses login..?

Jika pihak penipu sudah berhasil membuka akses akun telegram kita, maka otomatis di device kita akan keluar notifikasi login akun.

Jika sudah demikian, ikuti langkah untuk mengeluarkan akun telegram dari device lain dengan cara klik di Pengaturan -> Privasi dan Keamanan -> Sesi Aktif -> Hentikan Sesi Aktif yang lain. Dan, alangkah baiknya jika mengaktifkan verivikasi 2 langkah, untuk lebih mengamankan akun kita.

Oh iya, sebagai bonus. Diakhir post ini, saya sertakan rekaman telpon yang saya dapat. Saya sengaja merekamnya, karena sejak awal sudah curiga dengan suara yang “tidak asing” bagi telinga saya.

 

Jangan sungkan untuk tanya, atau komentar dibawah ini ya!

Salam Hangat, ardan7779.