Cara Auto Backup Cyberpanel ke GCP (Google Cloud Platform)

Halo Sobat ardan7779!

Gimana kabar nih..? Maaf lama gak bikin postingan, karena ada beberapa kesibukan, mulai dari kerjaan, tugas akhir yang menggemaskan hingga Bootcamp dan Paradise Resort yang penuh tantangan. :v

Kali ini saya akan share terkait dengan Cara Auto Backup Cyberpanel ke GCP (Google CLoud Platform) yang sudah saya lakukan beberapa hari kemarin dan work perfectly.

Sebelumnya, Cyberpanel merupakan sebuah panel VPS yang tergolong mudah di konfigurasi dan dengan Bundle Installer Open Light Speed (OLS) dan tools lainnya, membuat server menjadi lebih bertenaga, cepat dan stabil. GCP (Google Cloud Platform) bisa dibilang Virtual Machine serbaguna yang banyak sekali viturnya, namun kali ini kita akan menggunakan salah satu fiturnya yaitu Virtual Machine (VM) yang bisa kita berikan space dan spesifikasi sesuai kebutuhan serta di install OS dan Apps.

Untuk instalasi Cyberpanel, bisa sobat lihat di postingan sebelumnya Cara Mudah Install Cyberpanel di Google Cloud Platform / GCP, Step by Step. Sebenarnya ada banyak penyedia VM yang bisa dipakai, tapi mengapa untuk kali ini saya memakai GCP..? Yaa karena masih ada saldo free 300 usd yang pernah saya bahas di Cara Mendaftar GCP (Google Cloud Platform) Free Credits $300 USD Menggunakan Kartu Jenius.

Mulaaaaaaaaaaaaii.. Step by Step

Buat Virtual Machine di Google Cloud Platform (Minimal Spesification)

Langkah pertama, siapkan VM kita. Tentunya akan lebih aman jika kita menaruh file-file backup kita di Akun GCP yang berbeda, atau kata lainnya yaa… yang namanya backup kan sebagai data pengaman jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di dalam server utama kita sehingga kita masih ada data di dalam server yang lain dan bisa di restore.

Login dulu menggunakan akun GCP, kemudian buka Halaman Console GCP anda di https://console.cloud.google.com/ , pilih project yang akan anda pakai dan buka VM Instance.

Membuat Virtual Machine di Google Cloud Platform

Setelah itu, buat Virtual Machine dengan preset terendah yaitu Micro (1 Shared CPU, 0.6 GB Ram). Paket ini saya rasa sangat cukup untuk keperluan backup, karena tidak ada fungsi2 lain yang dipakai kecuali rsync. Juga jangan lupa, berikan nama.

Membuat Virtual Machine di Google Cloud Platform

Lalu rubah Boot disk dengan menggunakan Centos (atau apapun sesuai selera, namun kali ini saya memakai centos 7) dan atur kebutuhan penyimpanan sesuai selera anda, saat ini saya memakai disk 30gb.

Membuat Virtual Machine di Google Cloud Platform
Membuat Virtual Machine di Google Cloud Platform

Ada yang perlu diperhatikan seperti yang sudah dibahas di postingan sebelumnya bahwa Default IP di GCP ketika membuat VM baru akan berubah-ubah ketika VM kita restart, maka perlu dibuatkan IP Static terlebih dahulu agar kedepan lebih nyaman. Buka bagian VPC Network->External IP Address.

Menambahkan IP Statis di VM GCP

Lalu dibagian tab type, ganti Ephemeral menjadi Static. Jangan lupa berikan nama dan description lalu klik Reserve.

Menambahkan IP Statis di VM GCP
Menambahkan IP Statis di VM GCP

Selanjutnya, masuk SSH dari VM yang telah kita buat. Cukup Klik tombol SSH yang berada di Tabel daftar VM kita.

Masuk SSH di VM Google Cloud Platform

Selanjutnya, ini kan VM sangat minimalis banget resource nya. Jadi perlu “diakali” agar VM kita tetap jalan walau pemakaian RAM ternyata melebihi semestinya (terutama ketika melakukan transfering file backup) yaitu dengan menambahkan SWAP / virtual RAM yang sangat berguna menjadi RAM Cadangan ketika pemakaiannya sudah melebihi batas (agar service tidak di kill oleh system, terumata rsync ketika sedang melakukan transfer). Namun maaf, untuk penambahan SWAP tidak akan saya bahas disini, tapi sobat bisa Cek DISINI (dari Digital Ocean).

Enable Password Authentication di SSH GCP

Lanjut ke konfigurasi SSH berikutnya, yaitu Enable SSH Password Login. Ini berguna untuk memungkinkan kita login SSH melalui Password, namun kerahasiaan password harus kita jaga tentunya. Ini perlu di enable manual, karena GCP secara default tidak membolehkan akses tersebut (menggunakan password) melainkan hanya membolehkan menggunakan SSH KEY. Dan dari cyberpanel sendiri membutuhkan authentication berupa password SSH.

Setelah masuk SSH, silahkan masuk sebagai root terlebih dahulu dan install nano text editor (jika belum terinstall) dengan perintah.

sudo su
yum install nano

dan jangan lupa klik y, untuk konfirmasi penginstallan. Jika sudah dan berhasil, maka akan keluar pesan seperti ini.

Enable Password authentication di SSH GCP

Setelah itu, silahkan buka file sshd_config dengan menjalankan command berikut

nano /etc/ssh/sshd_config

Lalu cari bagian PremitRootLogin, hilangkan tanda # jika ada dan ganti “no” menjadi “yes” dan di bagian PasswordAuthentication juga menjadi “yes“. Lalu untuk keluar nano editor dan menyimpan perubahan, klik ctrl+x kemudian y dan klik enter.

Enable Password authentication di SSH GCP

Lalu restart service sshd dengan menjalankan command berikut.

service sshd restart

Setelah itu, rubah password SSH agar kita bisa masuk root akses dengan password yang kita tau. Masih dalam SSH tersebut, jalankan perintah berikut

passwd

Dan kemudian tuliskan password sobat. Perlu diperhatikan bahwa password yang sobat tulis tidak akan muncul di SSH Console, jadi perlu diperhatikan besar kecil huruf yang digunakan. Jangan sampai keliru, jangan sampai lupa, jangan pula bocor ke orang lain apalagi ke mantan. OK 🙂 Jika sukses, maka hasilnya seperti ini

Enable Password authentication di SSH GCP

Setelah itu, untuk mengecek bahwa kita sudah bisa login SSH melalui Password, maka bisa menggunakan software bitvise SSH. Masukan IP VM sobat tersebut, lalu masuk dengan user root dan password sesuai yang barusan sobat buat. Jika ada popup peringatan, maka klik saja accept and save. Maka jika berhasil akan tampil seperti ini:

Enable Password authentication di SSH GCP

 

Ok, kita lanjut..

Menambahkan Remote Destination di Cyberpanel

Menambahkan Server yang barusan kita buat untuk menampung file-file backup dari Cyberpanel kita secara berkala (perhari / perminggu). Silahkan login ke Cyberpanel dengan menggunakan root akses / admin, kemudian menuju bagian Backup -> Add/Delete Destination. Lalu masukan IP VM sobat yang barusan dikonfigurasi, dan masukan password sesuai yang di set tadi. lalu “Add Destination”.

Menambahkan Remote Backup Destination di Cyberpanel

Selanjutnya cek koneksi apakah berhasil atau tidak dengan klik “Check Connection”. Jika berhasil, maka akan muncul  pesan success.

Menambahkan Remote Backup Destination di Cyberpanel

Sampai disini, maka server backup anda sudah bisa digunakan dengan semestinya. 🙂

Menambah Schedule Backup di Cyberpanel

Sekarang tinggal menambah backup rutin ke server yang sudah berhasil kita tambahkan ke destination backup kita. Masuk Cyberpanel -> Backups -> Schedule Back Up. Dan tambahkan server backup kita kemudian tentukan mau backup mingguan atau harian. Maka akan tampil di bagian bawahnya.

Menambah Schedule Backup di Cyberpanel
Menambah Schedule Backup di Cyberpanel

Hasil File BACKUP Dari Cyberpanel di Google Cloud Platform (GCP)

Sekarang saatnya melihat file2 backup yang sudah kita buat. Disini akan ditampilkan file backup yang sudah saya buat sejak beberapa bulan yg lalu, sehingga ada beberapa file yang tersedia. Masuk pada directory /home/backup/xxx.xxx.xxx.xxx (ip server utama cyberpanel sobat).

Hasil File BACKUP Dari Cyberpanel di Google Cloud Platform (GCP)

Dan jika dibuka salah satu directory backupnya, maka akan muncul file-file web berdasarkan domain. Di dalam file2 tersebut ada full backup file per web beserta database .sql nya 🙂

Hasil File BACKUP Dari Cyberpanel di Google Cloud Platform (GCP)
Hasil File BACKUP Dari Cyberpanel di Google Cloud Platform (GCP)

Ok, sampai disini sudah beres yaaa.. 🙂 Tapi kalau mau lanjut juga boleh. BONUS

Penggunaan Resource Ketika Proses Backup Dari Cyberpanel di GCP

Dengan menggunakan paket VM yang paling kecil, perlu ada beberapa pengecekan resouce yang terpakai. Naah, dalam beberapa bulan ini masih aman2 saja. Jika dilihat sesuai backup terakhir, terjadi pada tanggal 6 Maret 2019 pukul 10.09. Berikut beberapa cuplikannya.

Penggunaan Resource Ketika Proses Backup Dari Cyberpanel di GCP
Penggunaan Resource Ketika Proses Backup Dari Cyberpanel di GCP
Penggunaan Resource Ketika Proses Backup Dari Cyberpanel di GCP

Demikian sedikit apa yang bisa saya share disini. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu terkait keamanan data, apalagi jika data webnya merupakan data yang amat riskan, perlu benar2 diamankan data2 backupannya.

Jika ada kendala atau pertanyaan, bisa disampaikan di kolom komentar. Kritik dan saran yang membangun atau koreksi, atau mungkin ada yg salah dari apa yg disampaikan, akan diterima dengan senang hati.

Terimakasih! Salam Hangat,

ardan7779.

Cara Mengatasi VPS Web Server Tiba-tiba Error Establishing a Database Connection

Jika anda pengguna / pemain VPS atau bahkan Dedicated Server untuk menampung beberapa website dan tiba-tiba terjadi “Error Establishing a Database Connection” bahkan di semua web yang nge host disitu, maka mungkin ini penyebab sekaligus solusinya.

Berawal dari pengalaman pribadi, saya kebetulan mengelola beberapa VPS yang berguna untuk ngehost sekian banyak website. Ada satu kasus dimana tiba-tiba website tidak dapat di akses, dan menampilkan pesan error database seperti diatas. Saya cek website lain yang bersama ngehost di VPS tersebut, dan ternyata sama pula Error Establishing a Database Connection.

Ini tentu bukan kesalahan perihal variabel username, password, atau address database server karena sebelumnya sudah terkoneksi dengan benar. Saya cek melalui SSH perubahan file2 web saya juga tidak ada perubahan dan tidak ada masalah, tidak terkena serangan hacker atau semacamnya.

Akhirnya, mencoba untuk mengecek melalui console SSH apakah service database saya masih berjalan. Saya menggunakan MariaDB 10.1 yang dipadukan dengan OpenLiteSpeed webserver diinstal didalam OS Centos 7.5. Untuk mengecek server database apakah masih berjalan atau tidak, bisa dilakukan cara sebagai berikut (MariaDB):

sudo systemctl is-active mariadb.service

Jika hasilnya failed atau inactive, maka kemungkinan besar Error Establishing a Database Connection dikarenakan Service Databasenya tidak aktif.

Service Database MariaDB inactive

Maka, segera aktifkan servicenya dengan menjalankan perintah sebagai berikut:

sudo systemctl restart mariadb.service

Sehingga servicenya akan kembali dijalankan. Jika sudah, maka cek kembali service apakah benar-benar sudah aktif. Dan cek web sobat, maka akan kembali online seperti semula 😀

Database service kembali aktif

Beberapa Penyebab Database Service Mati Mendadak

Ada beberapa faktor yang menyebabkan database tiba-tiba mati mendadak yang solusinya sudah dijelaskan diatas. Mengapa Servicenya mati..? Bagi sobat yang menggunakan VPS dengan spesifikasi terbatas mungkin sering mengalami error tersebut, karena terkena limit memory (RAM) yang menyebabkan service Database harus dimatikan paksa oleh kernel.

Mencegah Database Service Mati Mendadak di VPS

Untuk mencegah, ada beberapa cara seperti berikut

1. Upgrade memory VPS (RAM)

Sepertti dijelaskan salah satu penyebab diatas, maka solusinya adalah upgrade spesifikasi VPS sobat, terutama bagiam memory / RAM agar mempu untuk memproses service database yang dijalankan website didalam server tersebut.

2. Menggunakan Remote Database Server

Cara yang lain adalah dengan menggunakan layanan remote database server. Ini bertujuan agar server kita tidak terlalu berat karena memproses service database yang berujung dinonaktifkan oleh kernel. Simak perbedaan database single server dan remote server.

Database single server
Database Remote Server

Untuk remote database server, bisa menggunakan remote Redis atau penyedia lainnya (silahkan sobat explore lagi ya! :d )

3. Tweak konfigurasi database service

Ini berguna unruk mencegah service terkena kill oleh kernel karena menghabiskan sumber daya server. Untuk menemukan konfigurasi terbaik untuk server anda, bisa menggunakan tools mysqltuner. Sobat juga bisa menganalisa sendiri konfigurasi terbaik untuk server anda untuk kemudian update konfigurasi di dalam file my.cnf dan setelah itu restart service databasenya.


Sekian apa yang bisa saya bahas disini, terkait dengan “Cara Mengatasi VPS Web Server Tiba-tiba Error Establishing a Database Connection”. Jika ada yang perlu ditanyakan, jangan sungkan untuk disampaikan di kolom komentar dibawah ini. Sekian, semoga bermanfaat!

Salam hangat, ardan7779.

Perbandingan Performa VPS Digital Ocean vs Linode vs Upcloud

Perbandingan Performa VPS Digital Ocean vs Linode vs Upcloud – Halo Sobat, kali ini aku bakal share sedikit terkait VPS (Virtual Private Server) yang rekomended banget buat kamu yang pengen ngeHOST dengan kecepatan maksimal. Pemakaian VPS sendiri untuk kebutuhan web / blog yang sudah memiliki trafik banyak.

Penggunaan VPS lazim digunakan untuk website yang sudah menempati trafik / kunjungan perhari cukup banyak, sehingga membutuhkan server yang stabil dan kuat serta cepat. Kelebihan VPS juga resource yang digunakan adalah hak kita sendiri, hanya kita yang memakai tanpa terganggu pengguna lain (Seperti halnya di shared hosting yang menerapkan pembagian resource).

Ada banyak penyedia VPS yang tersebar di seluruh dunia. Banyak juga Teknologi Server yang digunakan berbeda-beda. Namun kali ini kita lihat perbandingan dari 3 penyedia VPS yang sudah ramai diperbincangkan dan digunakan orang. Sekarang juga sudah banyak penyedia VPS yang menawarkan “Paket Hemat” yaitu dengan harga $5 usd untuk layanan 1 bulan.

Kita lihat perbandingan performa dari beberapa penyedia VPS yang lazim ada di dunia maya, Yaitu Digital Ocean, Linode, dan Upcloud.

Perbandingan Performa VPS Digital Ocean, Linode, dan Upcloud

Disini ada beberapa point yang akan kita bahas untuk ketiga penyedia tersebut:

Aspek Model CPU

  • Digital Ocean, menggunakan Intel XEON E5-2650 v4 dengan kecepatan 2.20 GHz
  • Linode, Menggunakan Intel XEON E5-2680 v3 dengan kecepatan 2.50 GHz
  • Upcloud, menggunakan Intel XEON E5-2687w v4 dengan kecepatan 3.00 GHz

Dari aspek CPU diatas, tentu Upcloud lebih unggul dari penyedia yang lainnya.

Aspek CPU MHz

  • Digital Ocean: 2199.998
  • Linode: 2499.996
  • Upcloud: 299.994

Untuk kali inipun, upcloud lebih unggul.

Aspek Cache Size

  • Digital Ocean: 30720 KB
  • Linide: 16384 KB
  • Upcloud: 16384 KB

hmmmb, ternyata ada perbedaan posisi untuk Cache Size nya. kali ini Digital Ocean lebih unggul, sedangkan Linode dan Upcloud  menempati posisi dua dengan nilai yang sama.

Pilihan ada ditangan anda

Untuk diketahui, pengelolaan VPS memerlukan skill pengelolaan server seperti memahami dasar-dasar perintah terminal linux (Jika Menggunakan OS Linux). Jadi jika sobat semua masih belum faham dan trafik website nya belum terlalu banyak, belum disarankan untuk menggunakan VPS.

Namun, kalau sobat ingin belajar VPS tidak apa-apa. Untuk di Upcloud yang sudah saya bahas diatas, ada kode promo yang bisa sobat pakai untuk mendapatkan credit $25 USD ketika mendaftar. Jadi bisa untuk pemakaian 5 bulan untuk paket $5 perbulan.

Jika KLIK DISINI untuk mendapatkan credit langsung $25. Atau mendaftar seperti biasa dengan memasukan Kode Promo 8P845N

upcloud Promotion Code $25 USD

Oh iya, perlu diingat bahwa dalam registrasi juga memerlukan Kartu Kredit, untuk yang belum punya bisa menggunakan kartu Jenius dari BTPN.


Sekian apa sedikit apa yang bisa saya share disini, semoga bisa bermanfaat. Belajar tak harus menunggu nanti. Mulai dari sekarang, SOB! 😀

*Gambar dari rekan saya, Yos Beda.

Salam Hangat, ardan7779.

Exit mobile version