Kota malang, yang bisa disebut juga sebagai kota pendidikan, mengingat begitu banyak Perguruan Tinggi yang terdapat didalamnya baik yang negeri maupun swasta.

Selama saya tinggal di kota ini sekitar satu setengah tahun, saya merasakan hawa unik yang menyelimutimasyarakat kota malang. sebagian besar dari mereka adalah orang-orang anti ‘kesusu’ atau tergesa-gesa dan lebih memilih kerja santai namun dengan hasil pasti.

Sempat saya mengunjungi salah satu tempat jasa percetakan di daerah jalan Gajayana, dan ketika masuk sayapun kaget sekaligus tertawa dalam hati, karena ada slogan yang terpampang jelas di dinding.

Kesusu Budalo Wingi Malang Suantai Sayang

“Kesusu, Budalo Wingi. Malang Suante, Sayang”. Begitulah kurang lebih kata yang terpampang disana. Kata yang bermakna “Tergesa-gesa, datanglah kemarin. Malang itu santai, sayang” seakan menyindir dengan jelas kepada pengunjung yang memang terkadang tergesa-gesa meminta pesanan printingnya segera diselesaikan.

Seng Suante, Sam.

Ha haa.. kata ‘suante’ memang hampir setiap hari terdengar di telinga saya.

Namun, perlu menjadi catatan, bahwa – Santai bukan berarti leyah leyeh – . OK, Sam.. 🙂 Terus Berkarya yaa..

___

* Sumber gambar: https://id.pinterest.com/pin/348184614917498173/

Salam Hangat, ardan7779.

Baca Juga  tangisan senyuman