Cara Mendaftar GCP (Google Cloud Platform) Free Credits $300 USD Menggunakan Kartu Jenius


Halo sobat ardan! Kali ini aku pengen sedikit share pengalaman mendaftar Google Cloud Platform atau lazim disebut dengan GCP yang menawarkan free trial tidak tanggung-tanggung, yaitu mencapai $300 USD! yang mana bisa dipakai selama 1 tahun layanan.

Anda tentu tahu kan, layanan google sudah lama terbukti mempunyai kredibilitas yang mumpuni dalam dunia internet, misal Search Engine, Server, Cloud Computing, bahkan OS android. Oh iya, beberapa web yang saya kelola juga pernah berdiam di GCP untuk waktu yang lama looh, dan gak ada masalah yang berarti sama sekali. Yaa, produknya google memang sangat jarang bermasalah kaaan.. 😀

Google Cloud Platform merupakan layanan Cloud Computing dari Google yang terdiri dari 4 jenis layanan yang semuanya bertujuan untuk membuat project berbasis Cloud Computing / Komputasi Berbasis Internet agar bisa diakses dan dimanfaatkan dalam skala global. adapun 4 jenis layanan GCP adalah Google AppEngine, Google BigQuery, Google Compute Engine dan Google Cloud Storage. Kali ini kita akan menggunakan layanan Google Compute Engine.

Ada beberapa kelebihan yang dimiliki layanan Google Cloud Platform, diantaranya:

  1. Keamanan Data : Menggunakan layanan Google cloud Platform memungkinkan kita untuk memiliki keamanan data yang sangat terjamin. Ini terbukti dengan sekian lama layanan google, hampir tidak pernah ada kasus kerentanan keamanan google yang terjadi. Keamanan data merupakan faktor penting untuk membangun sebuah layanan berbasis internet.
  2. Fleksibel : Dimanapun kita berada kita bisa mengakses data yang kita simpan di Google Cloud Platform dengan mudah, yang perlu kita sediakan hanya akses internet. Sobat juga bisa menggunakan RESTful API agar aplikasi yang sobat buat bisa di intregrasikan dengan smartphone berbasis Android ataupun iOS Apple.
  3. Data Terpusat : Penyimpanan yang terpusat sangat diperlukan untuk membangun sebuah layanan dengan skala besar, terutama apabila pengguna dari layanan tersebut sangat banyak.
  4. Menghemat Biaya : Apabila kita memikirkan investasi jangka panjang, layanan Google Cloud bisa menekan biaya pengadaan infrastuktur system yang kita perlukan untuk membangun sebuah aplikasi untuk bisnis kita.

Sebelumnya, jika anda ingin mendaftarkan layanan ini perlu mempunyai kartu kredit / debit yang sudah support. Saat ini, penggunaan kartu kredit menjadi lazim digunakan di dunia internet. Tentu ini tidak menjadi masalah karena banyak alternatif yang bisa digunakan. Jika anda menggunakan BNI, maka bisa menggunakan VCN BNI atau juga bisa menggunakan layanan Virtual Card Jenius dari BTPN. Saya sendiri menggunakan Kartu Jenius untuk registrasi karena mudah membuatnya, berikut caranya membuat Kartu Jenius:

  • Pastikan koneksi internet lancar dan stabil.
  • Menginstall aplikasi JENIUS di android / IOS.
  • Lakukan registrasi sesuai petunjuk yang disajikan di aplikasi, termasuk mengisi data diri, alamat, foto KTP, Foto Selfi beserta KTP, dll.
  • Kemudian melakukan validasi data dengan membawa KTP ke Bank BTPN terdekat untuk mengaktifkan kartu Jenius yang didaftarkan, tanpa harus antri dan proses cepat!. Pihak Jenius bahkan menyediakan fasilitas aktifasi di rumah calon nasabah di beberapa tempat yang terjangkau.
  • nb: Untuk membuat Kartu Jenius, tidak memerlukan deposit sepeserpun. Sayapun, ketika membuat kartu Jenius dengan deposit Rp.0,- dan ketika aktif saya baru mengisi saldo kemudian saya pakai untuk Top-Up e-card.

Berikut Cara Mudah Mendaftar GCP (Google Cloud Platform) Free Credits $300 USD Menggunakan Kartu Jenius

> Masuk ke halaman https://console.cloud.google.com/ lalu pilih di pojok kanan atas Signup For Free Trial. Kemudian isikan data diri yang dibutuhkan, usahakan data jangan ngawur / sesuai dengan data real anda untuk mencegah banned / hal-hal yang tidak diinginkan.

> Kemudian, isikan informasi kartu kredit yang dibutuhkan. Jika menggunakan kartu jenius dan sudah di aktifsasi, maka tinggal masuk ke Aplikasi Jenius di HP, kemudian buka bagian E-Card, dan lihat informasi angka CVV dan nomor kartu.

DI Dashboard Aplikasi Jenius, Pilih Bagian E-Card Kartu Jenius BTPN
Pilih Lihat Kode CVV dan masukan password Jenius sobat
Lalu, Masukan informasi kartu ke halaman registrasi GCP

Oh Iyaaa, sebagai catatan ketika mendaftar di GCP menggunakan Kartu Jenius / mungkin juga menggunakan kartu lain, maka saldo akan otomatis terkurangi $1 untuk verifikasi kartu. Maka, E-Card harus di Top-Up Terlebih dahulu minimal $1 agar bisa digunakan.

Tambahan: Jangan lupa setting limit transaksinya paling tidak Rp20.000,- yaa untuk keperluan verifikasi.

> Jika sudah, maka sebentar lagi akun GCP akan segera aktif dan siap untuk kita pergunakan credits $300 USD untuk keperluan Cloud Computing, termasuk dijadikan sebagai Web Hosting yang powerfull. Berikut catatan penggunaan yang sudah saya pakai selama beberapa bulan.

Dashboard Google Cloud Platform

UPDATE! 16 Juli 2018

Ada beberapa sobat kita yang sepertinya memiliki kendala ketika hendak mendaftar akun GCP, yaitu diwajibkannya untuk mengupload KTP dan Kartu secara Fisik. Seperti bebrapa pertanyaan dibawah ini yang disampaikan melalui inbox fp arddan7779, feedback, maupun kolom komentar.

Pertanyaan melalui FP Facebook
Pertanyaan melalui feedback
Pertanyaan melalui kolom komentar

Pihak Google sepertinya sudah lebih ketat dalam menerima pendaftar baru. Ketika saya mendaftar ke GCP beberapa waktu lalu, sama sekali tidak diminta mengupload KTP dan Kartu Kredit, hanya memasukan informasi kartu. Mungkin karena semakin banyak yang mendaftar ke GCP sehingga pihak google lebih selektif dalam menerima pendaftar baru, salah satu caranya supaya mengupload KTP dan Kartu fisik.

Jika seperti ini yang sobat alami, maka silahkan sobat mengupload syarat yang diminta jika memang sobat masih mau melanjutkan pendaftaran. Untuk kartu Jenius, kartu fisik akan diterima sekitar 2 Minggu – 1 Bulan, pastikan alamat yang sobat masukan di aplikasi benar.


Nah, begitulah cara untuk membuat akun GCP dengan mendapatkan Credits $300 USD dan bisa kita pergunakan selama 1 Tahun. Untuk membuat Web Server menggunakan GCP, silahkan BACA DISINI .

Sekian, semoga bermanfaat buat sobat semua yang sedang mencari ‘gratisan :D’ atau ingin belajar menggunakan Cloud Computing milik Google. Ada Kritik, Saran, Pertanyaan..? Tinggalkan di Kolom Komentar, Jangan Sungkan..!. 😀


Cara Mudah Mengganti Versi PHP di SSH/Shell Cyberpanel


Saya sempat dipusingkan dengan kendala menginstall plugin laravel dari composer di remote server dengan OS Centos dan Panel Cyberpanel (Openlightspeed server) dengan error seperti ini:

PHP Fatal error:  Allowed memory size of 1610612736 bytes exhausted (tried to allocate 32 bytes) in phar:///usr/bin/composer/src/Composer/DependencyResolver/Rule2Literals.php on line 48

Fatal error: Allowed memory size of 1610612736 bytes exhausted (tried to allocate 32 bytes) in phar:///usr/bin/composer/src/Composer/DependencyResolver/Rule2Literals.php on line 48

Check https://getcomposer.org/doc/articles/troubleshooting.md#memory-limit-errors for more info on how to handle out of memory errors.

Dan sudah saya coba berulang kali dengan mengupdate memory_limit di php.ini bahkan dengan nilai tidak ada batasan (-1), swap sudah saya atur 4 giga dengan tweak yang sudah di sesuaikan, dan mengupgrade RAM menjadi 2GB, bahkan composer sudah saya berikan hak leluasa tanpa batas untuk menggunakan seluruh memory yang tersedia namun semuanya tidak tetap saja error. Setelah saya cek versi php yang berjalan di dalam shell, ternyata masih menggunakan versi 5.4 yang memang sudah sangat jadul 🙁

*Shell SSH masih menjalankan PHP versi 5.4

Memang, composer bisa berjalan di php versi 5.3.2 (https://getcomposer.org/doc/00-intro.md#system-requirements), tetapi laravel 5.8 membutuhkan php dengan versi lebih tinggi yaitu minimal 7.1.3 (https://laravel.com/docs/5.8/installation#server-requirements).

Dan alhamdulillah saya menemukan langkah mudah untuk mengatasi error itu, yaitu dengan mengganti versi php default di shell terlebih dahulu.

Berikut ini cara Mudah Mengganti Versi PHP di SSH/Shell Cyberpanel

Yang pertama harus diperhatikan, bahwa di dalam Cyberpanel yang berjalan dengan multi php, file-file php tersebut berada di /usr/local/lsws/lsphpXX/bin/php . XX tersebut bersisi versi php yang bersangkutan, misal php versi 7.3 maka direktorinya berada di /usr/local/lsws/lsphp73/bin/php .

Maka, jika hendak mengganti php default menjadi versi 7.3 yang berjalan di shell, perlu melakukan perintah berikut ini:

 cp /usr/local/lsws/lsphp73/bin/php /usr/bin 

Ingat yaa, harus dengan menggunakan akses root. Maka jadilah versinya menjadi 7.3 😀

*PHP di Shell SSH sudah menggunakan versi 7.3

Setelah itu maka saya bisa menggunakan composer untuk menginstall plugin ( composer require jenssegers/agent ) dengan semestinya, dan berakhir successfully 😀

*Pemasangan Plugin berhasil

Cara Mudah Mengatasi Website Error 500 Tidak Dapat di Akses (Cyberpanel)


nb: Untuk pengguna VPS yang menggunakan Panel Cyberpanel / menggunakan Engine Openlitespeed.

Penyebab dari Website Tidak Dapat Diakses sebenarnya ada beberapa kemungkinan, namun yang pasti jika error tersebut memiliki kode nomor 5xx (500an), maka error tersebut karena server kita bermasalah yang mana kali ini analisa pribadi saya, sering dikarnakan engine-nya berhenti / stop runing / crash yang berarti kita harus start ulang engine tersebut, dalam hal ini engine OpenLiteSpeed-nya (OLS).

Okay, langsung saja jika kalian pengguna VPS, perlu masuk menggunakan SSH dan masuk dalam akses root. Masuk SSH bisa menggunakan Bitvise SSH atau aplikasi lainnya. Tentu kalian sudah faham ya :D, kemudian masuk mode root “sudo su” agar lebih mudah nanti pengoperasiannya.

Check Apakah OLS nya berjalan atau tidak

Mengecek apakah OLS berjalan atau tidak, namun pengalaman pribadi saya terkadang memang terdeteksi masih running walaupun sebenarnya ada crash. Ketikkan kode berikut ini di SSH Console:

/usr/local/lsws/bin/lswsctrl status

Maka jika memang berhenti, akan keluar status OLSnya sbb:

[ERROR] litespeed is not running.

Restart Openlitespeed-nya

Langsung saja, restart OLS nya dengan mengeksekusi kode berikut ini di CLI SSH Console:

/usr/local/lsws/bin/lswsctrl restart

Maka akan keluar informasi sbb:

[OK] litespeed: pid=31300.

Dan jika kita cek statusnya menggunakan perintah status diatas, maka akan keluar informasi sbb:

litespeed is running with PID 31300.

Dan hasilnya, web akan otomatis bisa di akses seperti sedia kala 😀

(Fixed) Cara Mudah mengatasi Web Error 500 tidak dapat di akses

Demikian sharing singkat kali ini. Jika masih ada kendala, jangan sungkan tinggalkan komentar ya! Jangan lupa bagikan agar lebih banyak orang yang mengetahuinya 😀

Salam Bloger Power!

Cara Auto Backup Cyberpanel ke GCP (Google Cloud Platform)


Halo Sobat ardan7779!

Gimana kabar nih..? Maaf lama gak bikin postingan, karena ada beberapa kesibukan, mulai dari kerjaan, tugas akhir yang menggemaskan hingga Bootcamp dan Paradise Resort yang penuh tantangan. :v

Kali ini saya akan share terkait dengan Cara Auto Backup Cyberpanel ke GCP (Google CLoud Platform) yang sudah saya lakukan beberapa hari kemarin dan work perfectly.

Sebelumnya, Cyberpanel merupakan sebuah panel VPS yang tergolong mudah di konfigurasi dan dengan Bundle Installer Open Light Speed (OLS) dan tools lainnya, membuat server menjadi lebih bertenaga, cepat dan stabil. GCP (Google Cloud Platform) bisa dibilang Virtual Machine serbaguna yang banyak sekali viturnya, namun kali ini kita akan menggunakan salah satu fiturnya yaitu Virtual Machine (VM) yang bisa kita berikan space dan spesifikasi sesuai kebutuhan serta di install OS dan Apps.

Untuk instalasi Cyberpanel, bisa sobat lihat di postingan sebelumnya Cara Mudah Install Cyberpanel di Google Cloud Platform / GCP, Step by Step. Sebenarnya ada banyak penyedia VM yang bisa dipakai, tapi mengapa untuk kali ini saya memakai GCP..? Yaa karena masih ada saldo free 300 usd yang pernah saya bahas di Cara Mendaftar GCP (Google Cloud Platform) Free Credits $300 USD Menggunakan Kartu Jenius.

Mulaaaaaaaaaaaaii.. Step by Step

Buat Virtual Machine di Google Cloud Platform (Minimal Spesification)

Langkah pertama, siapkan VM kita. Tentunya akan lebih aman jika kita menaruh file-file backup kita di Akun GCP yang berbeda, atau kata lainnya yaa… yang namanya backup kan sebagai data pengaman jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di dalam server utama kita sehingga kita masih ada data di dalam server yang lain dan bisa di restore.

Login dulu menggunakan akun GCP, kemudian buka Halaman Console GCP anda di https://console.cloud.google.com/ , pilih project yang akan anda pakai dan buka VM Instance.

Membuat Virtual Machine di Google Cloud Platform

Setelah itu, buat Virtual Machine dengan preset terendah yaitu Micro (1 Shared CPU, 0.6 GB Ram). Paket ini saya rasa sangat cukup untuk keperluan backup, karena tidak ada fungsi2 lain yang dipakai kecuali rsync. Juga jangan lupa, berikan nama.

Membuat Virtual Machine di Google Cloud Platform

Lalu rubah Boot disk dengan menggunakan Centos (atau apapun sesuai selera, namun kali ini saya memakai centos 7) dan atur kebutuhan penyimpanan sesuai selera anda, saat ini saya memakai disk 30gb.

Membuat Virtual Machine di Google Cloud Platform

Membuat Virtual Machine di Google Cloud Platform

Ada yang perlu diperhatikan seperti yang sudah dibahas di postingan sebelumnya bahwa Default IP di GCP ketika membuat VM baru akan berubah-ubah ketika VM kita restart, maka perlu dibuatkan IP Static terlebih dahulu agar kedepan lebih nyaman. Buka bagian VPC Network->External IP Address.

Menambahkan IP Statis di VM GCP

Lalu dibagian tab type, ganti Ephemeral menjadi Static. Jangan lupa berikan nama dan description lalu klik Reserve.

Menambahkan IP Statis di VM GCP

Menambahkan IP Statis di VM GCP

Selanjutnya, masuk SSH dari VM yang telah kita buat. Cukup Klik tombol SSH yang berada di Tabel daftar VM kita.

Masuk SSH di VM Google Cloud Platform

Selanjutnya, ini kan VM sangat minimalis banget resource nya. Jadi perlu “diakali” agar VM kita tetap jalan walau pemakaian RAM ternyata melebihi semestinya (terutama ketika melakukan transfering file backup) yaitu dengan menambahkan SWAP / virtual RAM yang sangat berguna menjadi RAM Cadangan ketika pemakaiannya sudah melebihi batas (agar service tidak di kill oleh system, terumata rsync ketika sedang melakukan transfer). Namun maaf, untuk penambahan SWAP tidak akan saya bahas disini, tapi sobat bisa Cek DISINI (dari Digital Ocean).

Enable Password Authentication di SSH GCP

Lanjut ke konfigurasi SSH berikutnya, yaitu Enable SSH Password Login. Ini berguna untuk memungkinkan kita login SSH melalui Password, namun kerahasiaan password harus kita jaga tentunya. Ini perlu di enable manual, karena GCP secara default tidak membolehkan akses tersebut (menggunakan password) melainkan hanya membolehkan menggunakan SSH KEY. Dan dari cyberpanel sendiri membutuhkan authentication berupa password SSH.

Setelah masuk SSH, silahkan masuk sebagai root terlebih dahulu dan install nano text editor (jika belum terinstall) dengan perintah.

sudo su
yum install nano

dan jangan lupa klik y, untuk konfirmasi penginstallan. Jika sudah dan berhasil, maka akan keluar pesan seperti ini.

Enable Password authentication di SSH GCP

Setelah itu, silahkan buka file sshd_config dengan menjalankan command berikut

nano /etc/ssh/sshd_config

Lalu cari bagian PremitRootLogin, hilangkan tanda # jika ada dan ganti “no” menjadi “yes” dan di bagian PasswordAuthentication juga menjadi “yes“. Lalu untuk keluar nano editor dan menyimpan perubahan, klik ctrl+x kemudian y dan klik enter.

Enable Password authentication di SSH GCP

Lalu restart service sshd dengan menjalankan command berikut.

service sshd restart

Setelah itu, rubah password SSH agar kita bisa masuk root akses dengan password yang kita tau. Masih dalam SSH tersebut, jalankan perintah berikut

passwd

Dan kemudian tuliskan password sobat. Perlu diperhatikan bahwa password yang sobat tulis tidak akan muncul di SSH Console, jadi perlu diperhatikan besar kecil huruf yang digunakan. Jangan sampai keliru, jangan sampai lupa, jangan pula bocor ke orang lain apalagi ke mantan. OK 🙂 Jika sukses, maka hasilnya seperti ini

Enable Password authentication di SSH GCP

Setelah itu, untuk mengecek bahwa kita sudah bisa login SSH melalui Password, maka bisa menggunakan software bitvise SSH. Masukan IP VM sobat tersebut, lalu masuk dengan user root dan password sesuai yang barusan sobat buat. Jika ada popup peringatan, maka klik saja accept and save. Maka jika berhasil akan tampil seperti ini:

Enable Password authentication di SSH GCP

 

Ok, kita lanjut..

Menambahkan Remote Destination di Cyberpanel

Menambahkan Server yang barusan kita buat untuk menampung file-file backup dari Cyberpanel kita secara berkala (perhari / perminggu). Silahkan login ke Cyberpanel dengan menggunakan root akses / admin, kemudian menuju bagian Backup -> Add/Delete Destination. Lalu masukan IP VM sobat yang barusan dikonfigurasi, dan masukan password sesuai yang di set tadi. lalu “Add Destination”.

Menambahkan Remote Backup Destination di Cyberpanel

Selanjutnya cek koneksi apakah berhasil atau tidak dengan klik “Check Connection”. Jika berhasil, maka akan muncul  pesan success.

Menambahkan Remote Backup Destination di Cyberpanel

Sampai disini, maka server backup anda sudah bisa digunakan dengan semestinya. 🙂

Menambah Schedule Backup di Cyberpanel

Sekarang tinggal menambah backup rutin ke server yang sudah berhasil kita tambahkan ke destination backup kita. Masuk Cyberpanel -> Backups -> Schedule Back Up. Dan tambahkan server backup kita kemudian tentukan mau backup mingguan atau harian. Maka akan tampil di bagian bawahnya.

Menambah Schedule Backup di Cyberpanel

Menambah Schedule Backup di Cyberpanel

Hasil File BACKUP Dari Cyberpanel di Google Cloud Platform (GCP)

Sekarang saatnya melihat file2 backup yang sudah kita buat. Disini akan ditampilkan file backup yang sudah saya buat sejak beberapa bulan yg lalu, sehingga ada beberapa file yang tersedia. Masuk pada directory /home/backup/xxx.xxx.xxx.xxx (ip server utama cyberpanel sobat).

Hasil File BACKUP Dari Cyberpanel di Google Cloud Platform (GCP)

Dan jika dibuka salah satu directory backupnya, maka akan muncul file-file web berdasarkan domain. Di dalam file2 tersebut ada full backup file per web beserta database .sql nya 🙂

Hasil File BACKUP Dari Cyberpanel di Google Cloud Platform (GCP)

Hasil File BACKUP Dari Cyberpanel di Google Cloud Platform (GCP)

Ok, sampai disini sudah beres yaaa.. 🙂 Tapi kalau mau lanjut juga boleh. BONUS

Penggunaan Resource Ketika Proses Backup Dari Cyberpanel di GCP

Dengan menggunakan paket VM yang paling kecil, perlu ada beberapa pengecekan resouce yang terpakai. Naah, dalam beberapa bulan ini masih aman2 saja. Jika dilihat sesuai backup terakhir, terjadi pada tanggal 6 Maret 2019 pukul 10.09. Berikut beberapa cuplikannya.

Penggunaan Resource Ketika Proses Backup Dari Cyberpanel di GCP

Penggunaan Resource Ketika Proses Backup Dari Cyberpanel di GCP

Penggunaan Resource Ketika Proses Backup Dari Cyberpanel di GCP


Demikian sedikit apa yang bisa saya share disini. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu terkait keamanan data, apalagi jika data webnya merupakan data yang amat riskan, perlu benar2 diamankan data2 backupannya.

Jika ada kendala atau pertanyaan, bisa disampaikan di kolom komentar. Kritik dan saran yang membangun atau koreksi, atau mungkin ada yg salah dari apa yg disampaikan, akan diterima dengan senang hati.

Terimakasih! Salam Hangat,

ardan7779.


Cara Mudah Setting Name Server dan DNS Cloudflare


Membahas Cara Mudah Setting Name Server dan DNS Cloudflare. Ini sangat berguna bagi kamu yang baru mempunyai VPS, namun belum bisa membuat website anda online. OK, simak sampai akhir ya jadikan website kamu online 🙂

Berkenalan Dengan Cloudflare

Cloudflare adalah sebuah CDN (Content Delivery Network) yang memiliki berbagai fitur lebih baik dari standar CDN yang ditawarkan. Cloudflare berada di antara domain dan web hosting yang memiliki kemampuan untuk mem-filter trafik dan mempercepat akses website. Cloudflare menyediakan keamanan tambahan dari serangan DDoS. Cloudflare bekerja layaknya CDN lain dengan cara menyebarkan konten website ke berbagai data center yang tersebar di beberapa tempat, ketika User mengakses konten statis dari web (gambar, js, css, video, dan lainnya) user akan menerima konten dari lokasi terdekat dari CDN, bukan dari server web aslinya. Ini membuat akses web lebih cepat dan penggunaan resource server tidak berlebihan.

Saya sendiri sudah menggunakan layanan gratis cloudflare sekitar 3 tahunan dan sama sekali tidak mengecewakan karena memiliki berbagai macam kelebihan. Berikut Keuntungan menggunakan CloudFlare :

  1. Menyembunyikan IP address asli dari server sehingga hacker tidak dapat menyerang server secara langsung.
  2. Membuat cache situs sehingga sumber daya untuk memuat situs lebih cepat dan mengurangi beban server.
  3. Proses propagasi / perpindahan name server domain yang sangat cepat dibandingkan dengan layanan DNS lain.
  4. Memberikan perlindungan terhadap semua serangan DDoS dengan mengubah keamanan keamanan situs.
  5. Jika situs down, CloudFlare akan terus melayani cached data sampai situs up kembali.
  6. Jika registrar tidak memberikan pilihan untuk menambahkan DNS records, kita dapat menggunakan nameservers dari CloudFlare dan menambahkan host DNS records disana.
  7. CloudFlare menawarkan layanan gratis dan memungkinkan kita untuk menambahkan beberapa domain sekaligus.
  8. Kita dapat memblok akses situs dari daerah atau negara tertentu, jika menerima banyak serangan dari negara-negara tertentu.
  9. Memberikan SSL gratis, yang dapat juga digunakan pada shared host.

Mendaftar dan Login di Cloudflare

Untuk mendaftar di Cloudflare, sama sekali tidak dipungut biaya. Silahkan Login jika sudah mempunyai akun, atau signup jika hendak membuat akun. Bisa langsung mengunjungi web resminya di https://www.cloudflare.com

Lalu, klik + Add Site untuk menambahkan domain / website sobat.

Menambahkan Website di Cloudflare

Selanjutnya, masukan nama domain yang akan sobat buat. Perlu diperhatikan bahwa penambahan nama domain Tidak Perlu menggunakan tambahan http, https, ataupun www. Cukup nama domainnya saja, untuk kali ini saya memakai domain syauqi.me

Memasukan Nama Domain

Kemudian, klik Next.

Setelah itu, silahkan pilih paket FREE untuk mendapatkan layanan gratis. Jangan dipandang sebelah mata layanan gratis ini, karena walaupun tidak berbayar layanan yang diberikan sudah sangat cukup powerfull dan tidak mengecewakan.

Memilih Paket Free Cloudflare

Lalu, Tambahkan record DNS “A” dan “CNAME” agar domain kita bisa terarahkan menuju server yang kita buat. Record “A” kemudian nama domain, ip server, automatic TTL, kemudian klik ison awan agar berwarna orange agar setiap trafic kita melalui cloudflare (optional), kemudian add record. Untuk Record CNAME, diisi dengan www, lalu nama domain.

Menambahkan Record DNS “A” di Cloudflare

Menambahkan Record DNS “CNAME” di Cloudflare

Hasil Setting DNS Record di Cloudflare

Perlu diperhatikan bahwa Record A merupakan yang utama agar domain mengarah ke server, sedangkan CNAME menjadi alias agar web kita bisa di akses melalui protokol www atau langsung dengan tanpa www. DNS Record juga masih banyak macamnya, seperti MX yang berguna untuk Email. Konfigurasi lainnya tergantung kebutuhan masing-masing.

Jika sudah setting dns, kemudian klik NEXT dan dilanjutkan dengan mengUpdate Nameserver domain kita dengan menggunakan nameserver dari cloudflare. Untuk mengupdate nameserver, setiap penyedia layanan berbeda-beda posisinya, untuk kali ini saya menggunakan domain yang saya beli di namecheap.com

Copy Nameserver CLoudflare dan Pasang di Domain

Setting Nameserver domain (di namecheap.com)

Setelah itu, tinggal klik Next dan tunggu proses propagasi / perpindahan nameserver ke cloudflare yang kita buat tadi.

Status masih pending di Cloudflare

Status sudah aktif di Clooudflare

Setelah itu, check website anda maka sudah online.

Domain syauqi,me yang tadi dibuat sudah online

Untuk syauqi.me baru saya buat di panel vps cyberpanel, jadi tampilan defaultnya seperti ini. Baca juga Cara Install Cyberpanel di GCP untuk lebih lanjut terkait cyberpanel.


Demikian Step by Step cara setting DNS di Cloudflare. Gimana, mudah bukan..? Kalau masih ada yang perlu ditanyakan silahkan tinggalkan komentar dibawah yaap 😀

Salam Blogger Power! ardan7779


Cara Mudah Install Cyberpanel di Google Cloud Platform / GCP, Step by Step


Satu lagi artikel terkait GCP Google Cloud Platform, namun kali ini kita bahas untuk bisa menginstall Cyberpanel sebagai panel VPS dengan menyediakan bundle installer OLS (Open Litespeed) sebagai webserver dan MariaDB sebagai DBMS (DataBase Management System) sehingga nanti server dapat digunakan sebagai Web Hosting yang lumayan powerfull dan lebih stabil. Cyberpanel berjalan di OS Centos.

Berikut beberapa kelebihan Cyberpanel:

  1. Lebih ringan dan tidak banyak memakan resource server
  2. Compatible dengan Apache .htaccess sehingga tidak perlu repot konfigurasi khusus
  3. Multiple PHP Selector, yang memungkinkan penggantian versi PHP secara mudah
  4. Auto SSL yang sangat berguna untuk menambah keamanan website
  5. Menyediakan fitur backup
  6. Dilengkapi dengan web-based file manager, yang beguna mengelola file2 web kita tanpa perlu akses SSH.

Ok, langsung saja lanjut

Cara Membuat Server Centos di Google Cloud Platform (GCP)

Seperti yang sudah dijelaskan di postingan sebelumnya, silahkan simak DISINI. Yang membedakan hanya ketika setting server yang hendak kita buat.

Untuk cara membuat Instance / Server di GCP secara lengkap, silahkan simak DISINI. Oh iya, jangan lupa untuk memasang IP Static di GCP karena ini penting untuk kebutuhan jangka panjang, silahkan simak di link tadi. Ok!

Install Cyberpanel di Server GCP

Setelah membuat server, maka selanjutnya yaitu menginstall Cyberpanel. Silahkan akses SSH Instance / Server yang sudah dibuat. Silahkan masuk ke dashboard Instance VM dan klik SSH pada server yg dibuat.

Jika sudah, jalankan yum update untuk mendapatkan update path Centos yang terbaru. Jangan lupa untuk melakukan perintah dengan menggunakan root access (menggunakan sudo su). Lalu jalankan perintah di bawah ini, tekan ctrl+v di SSH Console GCP untuk melakukan paste:

sh <(curl https://cyberpanel.net/install.sh || wget -O - https://cyberpanel.net/install.sh)

Setelah itu, silahkan pilih berapa Mesin Database yang akan digunakan. Untuk keperluan normal, saya sarankan hanya 1 database untuk menghemat resource. 1 Database ini nantinya juga bisa untuk membuat beberapa database untuk dipakai di banyak web.

Memilih 1 Database, pilih 1

Kemudian, memilih versi MariaDB yang hendak digunakan. Untuk ini saya sarankan memakai versi 10.1 karena lebih syabil dari versi yang lain, terrutama dibandingkan dengan versi 10.0. Pilih 2, kemudian enter.

Memilih versi MariaDB di Cyber Panel, Pilih Versi 10.0 (Nomer 2)

Kemudian, tunggu proses install hingga selesai. Silahkan ambil cangkir kopi 😀 dan nikmati di setiap sruputan, karena proses ini lumayan lama (sekitar 15 menit, tergantung kualitas server).

Proses Instalasi Cyberpanel di GCP

Setelah proses selesai, akan ditampilkan halaman informasi login menuju panel. Menggunakan ip dan port, untuk kemudian login menggunakan username dan password default. Silahkan login dan langsung amankan akun dengan mengganti password yang kiranya aman.

Default Informations Cyberpanel Installation

Cara Masuk Halaman Admin / Dashboard Cyberpanel

Setelah Instalasi seleesai, sobat bisa masuk ke halaman admin cyberpanel dengan cara:

https://<server-ip>:8090

Namun, jika anda menggunakan GCP dan belum dibuka port 8090, maka halaman admin TIDAK DAPAT dibuka, dan akan keluar error seperti ini:

Error tidak bisa membuka Halaman Admin / Dashboard Cyberpanel di GCP

Maka, langkah selanjutnya yaitu Membuka Port 8090 guna sebagai jalan masuk dan keluar koneksi Cyberpanel. Buka VPC Network » Firewall Rules » Create Firewall Rules. Lalu kemudian Create Firewall Rule, dan konfigurasikan seperti dibawah ini.

Setting Firewall Rules untuk port 8090 Cyberpanel di GCP

Setelah itu maka Halaman Dashboard Cyberpanel akan bisa di akses. Oh iya, jika ada pesan error kesalahan keamanan https, maka lanjutkan saja karena memang belum disetting menggunakan ssl secara utuh.

Tampilan Awal Cyberpanel

Tampilan Halaman Admin / Dashboard dari Cyberpanel


Demikian Cara Membuat Server dan Install Cyberpanel di GCP (Google Cloud Platform). Jika sobat mengalami kendala / error ketika melakukan langkah-langkah diatas, jangan sungkan untuk tinggalkan komentar dibawah ya! 😀

Salan Blogger Power! ardan7779.


Cara Install LEMP di VM GCP Ubuntu Menggunakan Serverpilot Via Akses SSH


Siapa yang tak kenal dengan Google..? Salah satu raksasa teknologi terbesar dan memiliki sekian banyak layanan yang bisa diandalkan. Salah satu layanannya yaitu Cloud Computing yang disebut Google Cloud Platform. Kemarin sudah dibahas terkait dengan bagaimana cara Membuat Akun GCP menggunakan kartu Jenius, juga sudah dibahas bagaimana untuk membuat Virtual Machine dan memasang IP Static. Sekarang, saatnya untuk menginstall LEMP Stack (Linux, Nginx, MySQL / MariaDB, PHP). Untuk linux sudah terinstall di tutorial sebelumnya menggunakan Ubuntuk 16.04, Selanjutnya saatnya menginstall yang lainnya untuk keperluan Web Server / Hosting.

Sebenarnya ada banyak cara untuk menginstall LEMP seperti menggunakan Panel, atau instalasi manual satu-satu, atau menggunakan penyedia remote server. Masing-masing cara mempunyai kelebihan masing-masing. Jika menggunakan Panel, semua instalasi dilakukan secara instant / sekali install, mudah, tetapi cenderung akan memakan lebih banyak resource space / pemakaian CPU dan RAM. Jika Resource yang dimiliki VM sobat terbatas, sangat disarankan untuk tidak memakai Panel, tetapi melakukan instalasi manual, bisa juga menggunakan VPSSIM, atau bisa menggunakan remote server seperti Serverpilot.

Begini Cara Install LEMP di VM GCP Ubuntu Menggunakan Serverpilot Via Akses SSH

– Masuk ke akun GCP sobat, dan akses SSH Virtual Machine yang akan digunakan.

Tampilan awal SSH (Ubuntu 16.04)

Jika sudah tampil console SSH nya, maka lebih baik untuk melakukan Update dan Upgrade sistem terlebih dahulu untuk mendapatkan patch terbaru dari OS terkait, jika menggunakan Ubuntu / Turunan lain dari debian, bisa menjalankan perintah

sudo apt update && sudo apt upgrade

– Mendaftar di serverpilot.io Mendaftarnyapun sangat mudah, tinggal masukan email dan password, kemudian lakukan verifikasi di email terkait. Jika sudah mendaftar, bisa langsung login.

– Kemudian, dibagian kanan atas pilih “Connect Server” untuk mengkoneksikan VM di GCP sobat ke Serverpilot.

Mengkoneksikan Server

– Kemudian masuk ke dalam halaman informasi server yang dibutuhkan. Disini, karena diasumsikan kita menggunakan GCP, dan tidak memiliki username dan password root dari SSh terkait, maka kita akan menggunakan kode perintah dari serverpilot yang nantinya dijalankan di Console SSH yang tadi kita buka. Klik bagian “I Don’t have root password . . .”

– Kali ini, saya akan menggunakan free domain (sekedar untuk demo) sendalselen.tk, masukan domain sebagai hostname dan masukan password, kemudian klik “Connect to Serverpilot”

Masukan Hostname dan Password

– Setelah itu, copy-kan kode yang ada yang selanjutnya kita pastekan di Console SSH untuk melakukan koneksi ke serverpilot dan instalasi keperluan server secara praktis.

Copy-kan code tersebut, dan paste di console SSH

Paste, kemudian tekan enter. Proses instalasi agak lama.

Proses Instalasi bisa diihat di serverpilot

– Jika sudah, maka kita bisa menambahkan Aplikasi web / Database melalui serverpilot tanpa perlu mengakses SSH kembali (kecuali ada kebutuhan tertentu). Di Serverpilot pun, jika hendak menginstall WordPress sebagai CMS (Content Management System) Website sangat mudah.

Serverpilot sudah sukses menginstall LEMP Stack di VM GCP


Begitulah Cara Install LEMP di VM GCP Ubuntu Menggunakan Serverpilot Via Akses SSH. Mudah bukan..? SIlahkan coba dan explore lebih lanjut. Semoga pengalaman anda menyenangkan 🙂

Oh iya, jika ada kendala /  pertanyaan, kritik / saran silahkan langsung sampaikan di kolom komentar, jangan sungkan!

Salam hangat, ardan7779.


Cara Mudah Membuat Cloud Server GCP (Google Cloud Platform) dan Memasang IP Static


Hallo sobat ardan!. Sebelumnya masih dalam suasana Hari nan Fitri ini, pengen mengucapkan Taqabbalallahu Minna wa Minkum, Waj’alana Minal Aidin wal Faizin. Mohon Maaf Lahir Bathin, yaa! 🙂

Setelah kemarin-kemarin sempet membuat artikel bagaimana Cara Membuat Akun GCP dengan Kartu Jenius, sekarang saatnya kita bahas bagaimana cara membuat sebuah Instance untuk bisa kita gunakan sebagai Web Server / Hosting. Disini kita asumsikan sobat semua sudah mempunyai akun aktifnya yaa, kalo belum silahkan buat dulu bisa baca artikelku sebelumnya.

Begini Cara Membuat Cloud Hosting GCP (Google Cloud Platform)

– Masuk Halaman https://console.cloud.google.com kemudian buat project baru, kemudian beri nama. Tunggu proses pembuatan, memakan waktu sekitar 1 menit.

Notifikasi proses pembuatan / selesai bisa dilihat disamping kanan atas.

– Jika project sudah terbuat, pilih project tersebut dan saatnya membuat instance baru untuk keperluan web server / yang lainnya. Di bagian dashboard GCP, di sebelah kiri pilih “Compute Engine” -> “Instance VM”. Lalu “Buat” instance baru.

– Lalu waktunya mengatur mesin (Virtual Machine) yang akan kita pakai untuk membuat sebuah server. Disini kita perlu menyesuaikan sesuai kebutuhan, seperti jumlah CPU yang digunakan, RAM yang dibutuhkan, jenis OS yang kiranya cocok untuk web yang akan sobat buat. Untuk kali ini, kita akan mencoba membuat mesin dengan OS Ubuntu 16.04 dengan 1vCPU dan 1.5GB RAM, cukup untuk web skala menengah kebawah / blog dengan pageviews hingga 1k perhari (tergantung dengan web yg dibuat dan konfigurasi VM).

Masukan nama mesin, dan waktunya memilih sesuai kebutuhan.

Kita bisa mengatur jumlah vCPU dan RAM sesuai kebutuhan di panel ini. Sekarang kita gunakan 1vCPU dan 1.5GB RAM

Di panel ini, kita bisa memilih jenis OS yang akan dipakai. Bisa sesuai kebutuhan / selera, namun kali ini kita gunakan Ubuntu 16.04. Juga bisa memilih jenis dan kapasitas penyimpanan apakah HDD biasa / SSD. Kita gunakan SSD 10gb

– [penting] jangan lupa allow akses untuk http dan https untuk keperluan mengakses web melalui kedua protokol itu nantinya 😉

Mengizinkan traffic http dan https

– Setelah itu, klik “buat” dan tunggu prosesnya agak lama, sekitar 2 menit / lebih cepat. Notifikasi Prosesnya bisa dilihak di pojok kanan atas. Jika sudah, yeeey..! Berarti Virtual Machine yang sobat buat sudah aktif dan siap pakai (ini masih kosongan, seperti ketika setelah baru saja menginstal OS). Selanjutnya penting juga untuk memasang IP Static ke VM tersebut. Lanjut dibawah ya..!

Cara Memasang IP Static ke VM GCP

Ada sedikit pengalaman yang aku rasa kurang mengenakkan di gcp yaitu, jika kita me restart VM, maka IP VM tersebut akan berubah menjadi yang baru. Ini menjadi problem ketika kita sudah mengkonfigurasi macam2 diberbagai tempat, kemudian IP VM terkait berubah .

Namun, tenang. Salah satu fitur GCP juga menyediakan pemesanan IP Static yang mana bisa digunakan / dipasang ke VM kita sehingga IP tidak berubah-ubah ketika kita merestart. Oh iya, IP Static ini sebenarnya berbayar namun jika kita pasangkan ke VM, maka dibebas biayakan.. asyiiik, gratisan lagi euy . Ok, langsung saja.

– Masuk ke bagian Layanan Jaringan di panel dashboard GCP sebelah kiri, lalu ke “Alamat IP Eksternal”

– Kemudia mulai memesan, masukan nama IP dan deskripsi. Kemudian pilih IPv4. Nah, bagian region pilih sesuai dengan VM sobat, sehingga di bagian “Terlampir Ke” bisa muncul VM yg sobat buat tadi.

Memesan Alamat IP Static

– Setelah itu klik “Pesan” maka akan diproses. Setelah selesai, maka IP Static telah sukses di pasang di VM sobat. Perhatikan bahwa IP public VM sebelum dipasang IP static dan setelahnya berbeda. Dan jika setelah dipasang IP static, maka ip sudah tidak akan berubah-ubah lagi ketika di restart.

UPDATE 19/08/18

Ada sedikit update terkait penambahan IP Statis. Selain cara diatas masih bisa digunakan, juga bisa dengan lebih mudah. Di halaman Ip Eksternal, Tinggal klik bagian Ephemeral kemudian ganti ke static.

Sehingga IP instance tidak berubah-ubah lagi saat direstart.

Ip Eksternal berubah ketika sudah di pasang dengan IP Static


Ok, itulah bagaimana Cara Membuat VM dan memasang IP Static di GCP. Sampai ini, berarti VM sobat sudah siap pakai!

Untuk selanjutnya, tinggal memasang kebutuhan web server seperti PHP, Ngingx / Apache / OLS (Sebagai Web Server), MySql / MariaDB (sebagai DBMS), dan lain sebagainya. Dan ini semua sebenarnya sudah banyak jalan yang memudahkan untuk hal instalasi satu paket, jadi tidak ribet. Seperti menggunakan panel, atau remote server.

Untuk selanjutnya, insyaallah dibahas bagaimana menyiapkan VM menjadi webserver. Tunggu ya, artikel selanjutnya..!

Sekian, semoga bermanfaat. Oh iya, kalo ada kendala / pertanyaan kritik saran, langsung saja sampaikan di kolom komentar, jangan sungkan.

Salam hangat, ardan7779.